Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 44 Harus kah menyerah.


__ADS_3

Malam hari Lexa tidur di kamar dirinya sebelum menikah, Lexa sangat merindukan kamar ini.


Kamar dimana dirinya menjadi Lexa sendiri yang tiada bebas di hati nya tanpa Lexa sadari air mata nya terjatuh membasahi pipi nya.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu dari luar membuyar kan bayangan Lexa dia langsung berdiri menuju pintu itu, dengan perlahan Lexa membuka nya.


"Bi Iim." ucap Lexa kaget.


Bi iim langsung memeluk Lexa dia sudah anggap Lexa seperti anak nya sendiri.


Lexa yang di peluk Bi Iim seperti itu membuat Lexa tak bisa menutupi kesedihan nya dia menangis di pelukan Bi Iim.


"Non Lexa kenapa." ucap Bi Iim saat mendengar suara tangis dari bibir Lexa.


Lexa pun langsung menghapus air mata nya dengan cepat dia melepas kan pelukan nya dan menatap Bi Iim.


"Lexa hanya rindu Bi Iim." ucap Lexa berbohong.


Sementara itu tak jauh dari mereka Laras melihat mereka air mata Laras terjatuh dia merasa kan apa yang Lexa rasa kan.


"Non sebaik nya istirahat, Bi Iim kesini hanya ingin memberi ini." ucap Bi Iim dia menyerah kan minuman hangat berisi madu.


Mata Lexa menatap Minuman itu dia tersenyum, karna Bi Iim selalu ingat hal sekecil apa pun kebiasaan nya itu.


"Makasih Bi, Lexa akan menghabiskan nya." ucap Lexa.


Lexa pun meraih gelas berisi madu itu dan meminum nya sampai tandas tak tersisa sedikit pun, Bi Iim yang melihat pun tersenyum.


"Tidur yang nyenyak Non." ucap Bi iim dia lalu pergi dari situ.


Lexa pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Bi Iim barusan itu, dia lalu masuk ke kamar nya dan menutup pintu nya.


Malam pun telah berganti pagi, bau harum dari dapur sampai tercium di kamar Lexa, mata Lexa pun terbuka dengan malas dia menatap sekeliling nya.


"Siapa yang masak, pagi pagi begini." ucap Lexa.


Lexa bangun dari tidur nya dan berjalan menuju keluar kamar nya, dia melangkah menuju dapur.


"Abang." panggil Lexa kaget sekali.

__ADS_1


Alex yang melihat Lexa datang pun tersenyum pada Lexa, Laras yang menemani Alex masak pun ikut berdiri di belakang Alex.


Senyum dari Lexa kepada mereka, Laras menuju Lexa dia menatap Lexa dengan lembut dan hangat sekali.


"Lexa, kamu sudah bangun." ucap Laras pada Lexa.


Lexa pun mengangguk tersenyum, Laras mengajak Lexa duduk di tempat makan melihat Ajakan tulus Laras, hati Lexa sangat bahagia sekali.


"Duduk lah, Bentar lagi masakan dari Abang Alex akan tersaji." ucap Laras dengan senyum lebar.


Alex yang melihat kedua wanita nya sangat akrab dan bahkan saling berbagi persahabatan membuat Alex sangat bahagia sekali.


"Silahkan di nikmati para Nona." suara dari Alex membuat kaget mereka berdua.


"Makasih Abang." ucap Lexa.


Lexa dan Laras pun saling tersenyum satu sama lain, Alex membuka celemek nya dan menaruh nya di tempat mereka pun sekarang memakan masakan dari Alex dengan bahagia sekali.


"Tumben Abang masak." ucap Lexa dia sambil mengunyah capcay yang di masak Alex.


"Sengaja buat ponakan tersayang." ucap Alex menatap Lexa.


Mendengar ucapan Alex, Lexa langsung batuk batuk dengan cepat Laras mengambil kan minuman dan memberi nya pada Lexa.


"Iih Abang nyebelin." ucap Lexa saat udah gak batuk lagi.


Mata Alex menatap Lexa, seperti ada yang di sembunyi kan dari Lexa tapi Lexa seperti tak ingin menceritakan kan masalah nya itu.


"Kamu dan Bayu tidak sedang berantem kan." ucap Alex menatap Lexa.


Lexa yang mendengar ucapan Alex barusan itu mengeleng dengan cepat sekali dia lalu mengambil kembali makanan di depan nya dan menyuapi nya ke mulut nya itu.


Laras menatap Alex dia seperti sedang memperhatikan Lexa tapi Lexa dengan tenang dan sangat lahap sekali memakan makanan nya itu.


"Lexa habis ini olahraga yuk di taman belakang." ajak Laras pada Lexa.


Mendengar ucapan Laras barusan dia mengangguk dan tersenyum penuh semangat sekali.


Laras dan Lexa selesai makan mereka mengantar Alex ke depan, Vando yang sudah siap sedari tadi pun berdiri tegak di tempat nya.


Saat melihat Alex dia langsung membuka kan pintu mobil nya dengan cepat Vando menatap Lexa wajah nya sangat cemas karna Lexa terlihat pucat sekali.

__ADS_1


"Nona sudah makan." ucap Vando pada Lexa.


Lexa menatap Vando dia mengangguk tersenyum, seketaris Abang nya ini selalu menjaga dan melindungi nya dengan penuh jiwa dan raga nya.


Laras menatap Vando dia tersenyum sementara Alex dari dalam mobil nya memperhatikan tingkah Vando yang sedikit berbeda.


"Vando." panggil Alex.


Vando yang mendengar panggilan Alex barusan dia tersadar dari tindakan nya Vando pun menatap Alex dengan sopan dan berlari masuk ke dalam mobil.


Mereka lalu pergi dari situ menuju kantor nya sementara Laras dan Lexa dia menuju taman yang ada di belakang rumah nya itu, mereka sambil mrngobrol di kelilingi dengan canda.


Laras menatap Lexa dia bingung harus memulai dari mana arah pembicaraan yang serius ini.


"Lexa." ucap Laras.


Mereka duduk di kursi taman karna sudah lelah melangkah dari tadi, Lexa menatap Laras dulu dia musuh bebuyutan tapi sekarang dia menjadi kakak ipar nya.


"Ada apa, kenapa ragu begitu." ucap Lexa dia menatap Laras dengan serius sekali.


"Maaf." ucap Laras dia menunduk.


Mendengar ucapan Laras barusan Lexa menatap nya dengan serius sekali, entah apa yang akan Laras kata kan Tapi dia berusaha mendengar kan nya.


"Jangan takut aku marah, Lexa sekarang berbeda dari Lexa yang dulu." ucap Lexa dia sudah memegangi tangan Laras.


"Apa Bayu selama ini menyakiti mu." ucap Laras dia berani menatap Lexa dengan serius.


Lexa pun mengalihkan pandangan nya ke arah lain, mencoba menenangkan pikiran nya itu.


"Terlalu mencintai itu sakit." ucap Lexa tiba tiba.


Air mata Lexa sudah jatuh mengenai pipi nya Laras pun menepuk pundak Lexa mercon menenang kan nya.


"Aku tidak bermaksud membuat mu sedih, tapi aku tak tahan melihat mu tersakiti oleh nya, Lexa katakan sejujur nya." ucap Laras dia sudah mengenggam tangan Lexa dengan erat.


Lexa menangis mendengar ucapan Laras wanita yang dulu dia benci kini membela dirinya, wanita yang dulu dia hancur kan masa depan nya.


Rasa bersalah itu menyelimuti hati Lexa dia tidak bisa membebani wanita yang sangat baik itu dengan masalah nya ini.


"Maafin aku." ucap Lexa.

__ADS_1


Lexa langsung memeluk Laras dengan erat sekali dia benar benar merasa sangat bersalah karna pernah membuat Laras terluka karna sikap nya.


__ADS_2