Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 25 KKN


__ADS_3

Hari ini lembaran baru untuk Laras dia sekarang akan meraih mimpi nya tidak ada lagi sebuah paksaan tentang hidup nya ini walau baru tiga hari Laras meninggalkan rumah Alex hati nya terasa sangat damai sekali serta Sonya dia sudah agak baikan setelah masalah yang terus menimpah nya.


"Aku sudah tidak sabar Son menunggu pagi." ucap Laras tersenyum begitu juga Sonya.


"Sebaik nya kita tidur supaya besok tidak ketinggalan." ucap Sonya.


Mereka pun tidur dengan hati damai dan bahagia karna besok mereka sudah mulai KKN dan yang membuat mereka bersemangat itu perusahan nya.


Pagi hari mereka bangun pagi sekali saking semangat nya mereka pun menuju tempat KKN nya perusahan yang akan menampung nya.


Suasana perusahan itu tanpa sibuk bahkan orang orang pun melakukan pekerjaan nya dengan sungguh sungguh Laras dan Sonya saling tersenyum setiap orang yang melihat di depan nya.


"Kamu anak magang." teriak seseorang cewek di belakang mereka.


Dengan cepat Mereka berlari ke sumber suara itu dan langsung berbaris di depan perempuan yang memanggil nya tadi.


"Ikuti saya." ucap Perempuan itu.


Laras dan Sonya pun mengikuti perempuan itu yang berpakaian sangat rapih dan mereka sekarang ada di ruangan tempat anak magang di sana sudah ada anak magang yang sedang duduk menunggu.


"Tunggu lah disini sampai ketua magang datang dan jangan ribut." ucap perempuan itu.


Laras dan Sonya duduk di tengah karna masih ada bangku yang terlihat kosong jadi dia memilih tempat ini jauh dari tatapan orang dan bisa mendengarkan ucapan dengan baik.


"Son kok hati ku berdebar kecang yah." ucap Laras entah kenapa hatinya gelisah.


Pintu pun di buka oleh perempuan tadi dan dari belakang perempuan itu seorang lelaki yang tak asing bagi Laras dia sangat terkejut sekali siapa ketua magang disini wajah Laras tampak pucat.


Orang yang sangat ingin Laras menghindari dan telah merenggut kesucian nya dan memperlakukan nya layaknya boneka kini Laras menatap nya lemas.


Suasana hati nya yang tadi sangat damai sekali sekarang berubah tak Karuan Sonya yang melihat wajah pucat Laras melihat tatapan Laras yang menuju seseorang yang jauh dari nya.


"Hah." betapa kaget sekali Sonya saat melihat pria itu dia lalu melirik Laras.


"Laras, apa kita pergi saja." ucap Sonya yang tau dengan pemikiran Laras.


"Tidak Son, aku tidak mau mengulang KKN apa yang terjadi aku harus bertahan." ucap Laras mantap.


Setelah berbicara di depan anak magang Alex menyuruh sekretaris nya membagi job kepada anak magang senyum Alex mengenang saat melihat wajah yang selalu menghantui nya ketika hendak tidur.

__ADS_1


Laras kamu akan menjadi milik ku. Alex.


Setelah selesai memberi perintah anak magang mendapat job nya masing masing Laras berada di bagian paling atas dia menjadi sekretaris Alex sementara Sonya dia mendapat job di salah satu desain yang pasti berkumpul dengan para anak magang lainya.


"Kenapa cuma aku yang di bagian ini." ucap Laras.


Job yang sangat menyebalkan untuk dirinya sementara anak magang lainya memandang Laras dengan tatapan kagum dan juga iri karna job nya terlihat bagus.


"Kamu beruntung sekali Laras." ucap Sonya.


Sementara Laras menunduk dia ingin bareng bareng terus dengan Sonya walau pun tidak memungkinkan.


"Tidak sama sekali Son." ucap Laras kesal.


"Disini yang namanya Laras silahkan ikut dengan saya." ucap perempuan yang mengantarnya itu.


Laras pun berdiri mengikuti nya di sela sela berjalan Laras sedikit bertanya pada perempuan itu dengan sangat lincah dia menjelaskan job nya.


Tak lama mereka sampai diruangan yang mempunyai perusahan ini mereka masuk ke ruangan itu setelah masuk perempuan itu menyuruh nya menunggu dan meninggalkan Laras begitu saja diruangan yang sangat mewah ini.


"Akhirnya kamu datang juga sayang." ucap Alex dia datang di belakang Laras.


Laras langsung membalikan tubuh nya betapa kaget sekali dia melihat Alex di depan nya wajah nya tampak pucat.


Laras mundur dia berusaha bersikap tenang agar tidak menunjukan takut pada Alex sementara kakinya terasa kaku sekali.


"Maaf Pak, sebaiknya Pak Alex menjaga sikap." ucap Laras saat Alex sudah sangat dekat dengan nya.


"Entah kenapa harum itu membuat ku kecanduan." ucap Alex.


"Pak lepas." ucap Laras saat Alex sudah meraih tangan nya.


Tiba tiba dia langsung memeluk Laras erat sekali dia sangat merindukan nya Laras berusaha melepas nya.


"Pak jaga sikap Bapak kalo tidak saya akan berteriak." ancam Laras pada Alex.


"Silahkan berteriak sesuka mu, toh juga mereka akan tau kamu istri ku." ucap Alex dia sekarang duduk di bangku nya.


Laras terdiam dengan ucapan Alex barusan dia menatap Alex dengan benci sekali hidup nya sungguh sial setelah bertemu dengan pria yang di depan nya ini.

__ADS_1


"Saya di sini magang jadi tolong jaga sikap anda pada saya." ucap Laras dia mengalihkan mata nya karna takut bertatapan dengan Alex.


"Oke, itu meja kerja mu." tunjuk Alex tak jauh dari meja kerja nya.


Mata Laras melihat yang di tunjuk Alex dia lalu menatap Alex seperti nya sengaja membuat hidup nya menderita.


"Pak bisa tidak ruangan kerja saya tidak disini." protes Laras.


"Hahahaha." Alex tertawa sangat keras.


Laras memandang Alex bingung seperti nya otak nya sudah mulai agak geser jadi tertawa tanpa sebab artinya Alex orang gila dadakan.


"Ada yang lucu." ucap Laras yang sudah tidak tahan lagi melihat wajah itu.


"Kamu tuh hanya anak magang sudah berani mengatur atasan mu, kau fikir siapa." ucap Alex.


Laras menunduk kini dia tau posisi nya Alex kembali menatap wanita di depan nya wanita yang sangat dia rindukan.


"Pergi ke tempat kerja mu." ucap Alex lagi.


Laras melangkah menuju meja tempat dirinya bekerja dia pun lalu duduk mengeluarkan peralatan nya.


Alex melihat Laras dari meja dia bekerja memandangi wajah itu senyum nya kini mengembang dia sangat bahagia sekali bisa melihat wajah ini setiap hari.


"Pak, bisa tidak jangan menganggu ku." ucap Laras risih sekali di lihat seperti itu.


"Kamu cantik." ucap Alex serius.


Laras sempat berhenti menulis saat mendengar ucapan Alex barusan hati nya kini berdebar tak karuan.


"Saya permisi mau ambil minum." ucap Laras.


Dia berdiri dan pergi meninggalkan Alex dengan cepat Alex menatap Laras yang menghilang semakin jauh.


Laras pun masuk ke dapur yang di sedia kan perusahaan dia menghembuskan nafas nya dengan berat setelah selesai minum dan mengusir penat nya.


Laras keluar dia menuju tempat nya tadi tapi saat berjalan tiba tiba dia menabrak seseorang hingga terjatuh.


"Maaf." ucap Laras dia merapihkan berkas berkas yang berserakan di lantai.

__ADS_1


"Makasih." ucap Pria itu.


Lalu meninggalkan Laras yang menunduk juga dengan perkataan pria barusan dia sangat sopan itu yang di pikiran Laras barusan.


__ADS_2