Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 54 Apa Arti Semua Ini.


__ADS_3

Brukkk.


Pintu ruangan Lexa terbuka dengan keras seseorang masuk ke ruangan sambil membanting pintu dengan kasar Lexa dan Vando pun menatap orang yang ada di depan itu.


"Dia masih istri ku dan kami secara agama belum sah bercerai." ucap Bayu penuh dengan amarah.


Lexa menatap Bayu perkataan Bayu barusan entah kenapa mengoyah kan hati nya yang sudah mantap ingin membuka lembaran baru.


"Tapi kamu tidak pantas disebut seorang Suami, karna kamu menyakiti dan menyia yia kan Istri mu." ucap Vando tak mau kalah.


"Itu dulu sebelum aku mencintai nya tapi sekarang aku sangat mencintai nya dengan tulus apa lagi sekarang dia sedang mengandung anak ku." ucap Bayu tak mau kalah.


"Tapi sekarang keadaan berbeda, hubungan kalian sudah retak ibarat nasi sudah menjadi bubur, lepaskan Lexa biarkan dia memilih siapa orang yang akan menjadi Suami nya. Kalo pun aku tidak di pilih Lexa aku sangat ikhlas membiarkan dia kembali bersama mu." ucap Vando dia menatap Lexa yang hanya terdiam.


Lexa hanya mematung di antara kedua pria yang merebutkan dirinya nya itu, Bayu pun menatap wajah Lexa yang hanya terdiam tak menghiraukan dirinya.


"Lexa, percaya lah aku sudah berubah." ucap Bayu.


Lexa pun menatap Bayu lalu tersenyum di wajah nya dengan senyum sinis serta sedikit tatapan mengejek kepada Bayu.


"Karna anak yang di kandung ku." ucap Lexa masih fokus menatap wajah Bayu.


"Percaya lah, aku mohon." ucap Bayu kini sudah megang tangan Lexa.


Vando pun menatap tangan itu, ada perasaan sakit di hati nya tapi Vando coba bertahan Vando pun hendak keluar dari ruangan Lexa tapi tangan nya tiba tiba di raih Lexa.


Kini tangan mereka saling berpegangan Bayu memegang tangan Lexa sementara Lexa memegang tangan Vando.


"Maaf tapi aku sudah mencintai orang lain, yang menerima semua kekurangan ku." ucap Lexa.


Bayu menatap Vando yang tangan nya di pegang oleh Lexa, ada dendam di hatinya apalagi sekarang Lexa sedang mengandung anak nya.


"Kau fikir bisa lepas dari ku." ucap Bayu nada bicara nya penuh dengan ancaman.


"Berhenti mengancam wanita ku." ucap Vando entah sebuah keberanian dari mana.


Wanita ku. Lexa.


"Hahahaha, berhenti bermimpi wahai prajurit." maki Bayu kali ini suara nya tinggi.


"Bayu, kau keterlaluan." ucap Lexa hendak menampar Bayu.

__ADS_1


"Makasih atas pujian nya, wahai anak Mamih." ucap Vando wajah nya tersenyum secerah mentari pagi.


"Kau." jari tangan Bayu menunjuk muka Vando.


"Keluar." bentak Lexa pada Bayu.


Suara Lexa hampir memenuhi ruangan itu Vando yang baru mendengar Lexa marah pun menatap nya dengan perasaan kaget sekali begitu juga Bayu.


"Bayu keluar, aku muak sekali melihat mu ada di depan ku." ucap Lexa menatap Bayu tajam.


"Kenapa kamu berubah Lex, beri aku satu kesempatan." ucap Bayu.


"Kenapa, kemana saja kamu saat aku mengemis ngemis ingin dicintai, aku mencoba bertahan saat kamu membuat ku menderita. saat kamu lebih mencintai wanita lain di banding istri mu sendiri, aku tiap malam selalu menangis saat kamu memperlakukan ku dengan kasar layak nya binatang." ucap Lexa menangis tersedu sedu mengungkap semua rasa berat yang ada di dalam hati nya itu.


"Lexa, maaf." ucap Bayu.


Sebuah tinjuan melayang di wajah Bayu hingga terpental beberapa langkah, Vando sudah tidak tahan dengan amarah nya saat Lexa mengatakan hal menyakitkan barusan.


"Kau memang pantas mati, dasar brengsek." maki Vando.


Sementara Lexa masih menangis diranjang rumah sakit, menahan beban yang selama ini di tahan di hati nya.


Vando pun menyeret Bayu keluar dari ruangan Lexa dengan kasar sekali Bayu yang kaget dengan tarikan tangan Vando pun mau tidak mau mengikuti langkah kaki nya.


"Saya tahan anda menikahi Nona Lexa, tapi saya tidak tahan anda membuat nya menangis." ucap Vando dengan wajah penuh amarah.


"Lalu apa mau mu." ucap Bayu kali ini dia sudah pasrah dengan keadaan nya apalagi setelah melihat Lexa yang selalu menderita bersama nya.


"Aku tau dari mata Lexa dia masih sangat mencintai mu." ucap Vando kali ini nada bicara nya mulai terdengar kalem.


"Maksud mu." ucap Bayu tak mengerti.


"Perjuangkan Lexa, bahagiakan dia aku tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan Nona Lexa." ucap Vando.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu kepada ku." ucap Bayu tak mengerti.


"Karna aku hanya ingin yang terbaik untuk Nona Lexa dan aku tidak ingin melihat mu menyakiti Nona Lexa lagi." ucap Vando.


"Apa kamu tidak akan menyesal dengan keputusan mu." ucap Bayu menatap serius wajah Vando yang datar.


"Benar, mungkin aku akan menyesal dan kecewa tapi aku tidak ingin Nona Lexa bersama ku sementara Hatinya untuk orang lain." ucap Vando menatap Bayu.

__ADS_1


Bayu menatap Vando mendengar ucapan nya barusan ada secercah harapan di hatinya ingin kembali memperjuangkan Lexa.


"Makasih, semoga kamu menemukan wanita hebat seperti Lexa." ucap Bayu kali ini perkataan nya sangat tulus sementara tangan nya memegang bahu Vando memberi kekuatan untuk nya.


Vando pun hanya menjawab dengan senyum manis nya ada kebahagian tersendiri ketika mengikhlaskan kembali orang yang sangat di cintai nya bersama orang lain.


"Tolong jaga Nona Lexa dan juga jangan membuat nya menangis." ucap Vando kali ini seperti peringatan.


"Aku janji akan membahagiakan Ibu dari calon anak ku." ucap Bayu dengan senyum.


Tanpa mereka sadari Lexa menguping pembicaraan mereka berdua ada rasa bersalah yang menyelimuti hatinya ketika Vando rela menderita hanya untuk dirinya bahagia.


Ucapan Vando memang benar tapi kenapa hati ini terasa sesak sekali mendengar ucapan nya. Lexa.


Tanpa Lexa sadari tangan nya memukul mukul dadanya yang terasa sakit, air mata pun menetes dengan sendiri nya.


"Kenapa aku secengeng ini sih." ucap Lexa sambil mengapus air mata nya.


Lexa pun kembali ketempat tidur rumah sakit, duduk termenung memikirkan diri nya sendiri entah mau apa sebenarnya dirinya juga tidak tau.


Pintu terbuka Vando berdiri menatap Lexa yang juga menatap nya dengan hati hati Vando melangkah mendekati Lexa kini Vando sudah berdiri di depan Lexa mematung.


"Ada apa." tanya Lexa seakan tidak terjadi apa apa.


"Apa Nona baik baik saja." Tanya Vando khawatir.


"Aku, aku baik baik saja." ucap Lexa dengan tersenyum.


"Maaf." ucap Vando gemetar.


"Untuk." ucap Lexa masih dengan wajah secerah mentari.


Membiarkan Bayu kembali kepelukan mu.


Vando.


Aku mulai yakin ketika melihat mu gelisah mengkhawatirkan ku. Lexa.


"Tadi membiarkan Nona menangis." ucap Vando dia hanya tertunduk tak berani menatap nya.


"Tidak apa apa, lihatlah aku baik baik saja." ucap Lexa.

__ADS_1


Lexa pun menampilkan senyum nya dengan sekuat tenaga menutupi rasa sesak di hati nya.


__ADS_2