Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 7 Air mata.


__ADS_3

Lexa pun menangis di taman kampus dia benar benar sakit sekali dengan perkataan Bayu barusan dirinya manja tiba tiba senyum Lexa menipis.


"Lexa kamu kenapa." ucap Nessa yang melihat Lexa menangis sendiri di taman.


Lexa pun menghapus air matanya dengan cepat dia tipe orang tidak mau membagi masalah nya selain pada kakaknya itu tapi entah kenapa sorot wajah Abang Alex begitu sangat membenci Bayu.


Lexa pun pulang dia tidak lagi mood dengan kuliahnya ingin berbicara pada Abang nya sementara Alex mengikuti Laras yang naik angkot tak jauh dari mobil nya.


Laras pun turun dari angkot dia menuju kosan Sonya saat akan menutup pintu kosan sebuah tangan yang sangat kekar menahan nya.


Karna tenaga Laras kalah jauh tangan itu berhasil membukanya betapa kaget sekali Laras saat melihat Alex yang menatap nya marah.


"Kenapa kamu bisa ada di sini." ucap Laras kaget sekali.


Alex pun masuk ke dalam kosan Laras dia langsung menutup pintunya menatap wajah Laras yang ketakutan sekali.


"Aku bilang keluar." ucap Laras keras.


Alex pun langsung mencium bibir Laras kasar Laras pun mendorong nya hingga terjatuh sementara Alex tak terima dirinya di dorong seperti itu..


"Keluar, sebelum aku berteriak." Laras.


Alex pun terdiam entah kenapa kalo dekat dengan Laras bawa nya beda sekali seperti saat ini dia bahkan tak bisa mengontrol dirinya sendiri.


"Baik aku akan keluar, tapi ini baru awal." ucap Alex pergi.


Laras terduduk lemas di lantai saat dia mendengar ucapan Alex barusan kenapa hidup nya selalu menderita seperti ini.


Alex pun masuk ke mobil dia memukul setir nya dengan keras mengutuki perbuataan bodoh ini tak lama handphone nya berdering Lexa memanggilnya dengan malas Alex mengangkat.


"Abang." ucap Lexa di seberang sana sambil menahan tangis nya.


"Lexa, kamu kenapa." ucap Alex yang mendengar tangisan adik nya itu.


Lexa terdiam dia sungguh sakit sekali hatinya karna perkataan Bayu itu tapi dia tidak mau membuat posisi Bayu sulit.


"Lelaki bajingan itu yang membuat mu begini." ucap Alex sudah emosi.


"Abang, ini semua karna Abang kenapa apa memukul nya. Abang tidak tau perasaan hati ku sakit Bang. kenapa tega Abang melukainya." ucap Lexa sambil menangis dia mencurahkan semua isi hatinya.


Alex terdiam dia selalu saja salah dimata Lexa padahal dirinya tidak terima Lexa di perlakuan seperti itu tapi kenapa dia tidak mengerti sekali sikap nya.

__ADS_1


"Abang minta maaf, seterusnya Abang tidak akan ikut campur." ucap Alex langsung mematikan ponsel nya.


"Abang, Abang." panggil Lexa tapi telfonnya dimatikan Lexa pun menghubungi lagi tapi nomerenya tidak aktif.


"Abang, hisk.. hisk..." tangis Lexa pecah dia menangis di depan rumahnya itu.


Alex tidak pulang kerumah melainkan ke villa nya dia benar benar butuh waktu untuk berfikir tentang masalah nya bahkan tindakan dan perkataan hatinya tidak sejalan.


Dua hari Alex tidak pulang ke rumah sementara Lexa dia sangat khawatir nomer nya aja tidak aktif membuat Lexa gelisah sekali tidak seperti biasa nya Abang nya seperti itu sebenarnya ada apa dengan nya.


"Non, harus makan." ucap Bi iim yang melihat Nona muda nya tidak pernah makan dua hari ini.


Lexa hanya terdiam tak tau harus mengatakan apa dia fikiran nya benar benar kacau sekali.


Suara mobil dari bagasi membuat Lexa berlari keluar dia melihat mobil Alex dan Alex keluar dengan muka datar sekali Lexa pun langsung memeluk Alex.


"Abang, dari mana ajah Lexa kangen." ucap Lexa sambil menangis di pelukan Alex.


"Maafin Abang, yah Lex." ucap Alex dia mengelus rambut adiknya merasa sangat bersalah karna sikap nya itu.


Alex membawa Lexa ke dalam rumah sementara Bi iim dengan cepat menyiapkan makanan untuk majikannya.


"Kamu udah makan." ucap Alex menaruh jas nya di sofa Lexa mengeleng tanda dia belum makan.


Lexa dengan manja minta digendong Alex, dia pun menurut dan mengendong Lexa Bi iim yang melihat mereka bercanda ria hatinya sangat bahagia sekali.


Nyonya, Tuan saya akan selalu membuat mereka bahagia. Bi iim.


Sementara Laras dia sedikit bisa bernafas karna sudah dua hari ini manusia iblis itu tidak muncul batang hidung nya di kosan nya Laras pun sedang membersihkan kosan nya sudah tiga hari dia meninggalkan kamar ini rasanya begitu rindu sekali.


"Laras." panggil Sonya dia berdiri di depan pintu kosan nya.


"Sonya, ada apa." tanya Laras saat melihat Sonya seperti orang gelisah sekali.


"Ibu ku sakit, aku bahkan belum punya simpanan." ucap Sonya menjelaskan.


Laras sudah mengerti arah pembicaraan nya dia pun berdiri melangkah mendekati Sonya dia berusaha menenangkan nya.


"Pakai tabungan ku dulu Son, walau tak seberapa tapi itu bisa sedikit meringankan biaya pengobatan ibu mu." ucap Laras.


Sonya pun sedikit berbinar dia tidak tau harus berkata seperti apa lagi cuma Laras sahabat yang sering membantu nya di kalah susah.

__ADS_1


"Aku ambil ATM dulu yah." ucap Laras masuk kedalam dia mengambil atm nya dan membawa tas slepang kecil.


Mereka pun pergi menuju Bank ingin transfer uang mereka turun dari angkot saat ingin menyebrang dari arah berlawanan mobil truk itu mengebut dan menabrak tubuh Sonya yang akan menyebrangi jalan.


Laras yang melihat di depan matanya pun berlari dia langsung memeluk tubuh Sonya yang mengeluarkan banyak darah air mata Laras terjatuh dia menangis semua orang datang bergerumuh membantu nya.


Andai saja dia tidak menyuruh Sonya menunggu nya disana semua nya tak akan jadi begini Mobil ambulan membawa Sonya dan Laras di jalan Laras menangis dia tidak tau harus berbuat apa.


Dokter pun membawa Sonya ke ruangan UGD sebelum melakukan operasi di wajibkan mengisi dan melunasi biaya operasi tersebut.


Dengan berlari Laras menuju tempat pembayaran disana dia melihat angka yang tertera di kertas itu angka yang mustahil dia punya sekarang.


"Sus, saya punya uang nya ada segini nanti habis operasi aku lunaskan." ucap Laras dia memberikan uang Cash yang dia ambil bersama Sonya tadi.


"Baik Mbak, atas nama pasien Sonya umur 20 tahun." ucap Suster itu lembut sekali.


"Iyah Sus." ucap Laras.


Operasi pun di mulai sementara Laras di depan pintu ruang operasi itu dia benar benar ketakutan sekali.


Dua jam kemudian Dokter keluar dari ruangan itu Laras pun langsung menghampiri nya padahal bajunya Laras banyak darah karna memeluk Sonya.


"Dok, bagaimana keadaan nya." ucap Laras.


"Mbak, siapa nya pasien." ucap Dokter itu menatap Wanita yang didepan nya.


"Saya sahabat nya Dok." ucap Laras.


"Keluarga nya pasien mana." ucap Dokter itu lagi.


"Kami rantau disini Dok, kebetulan Ibunya sedang sakit dirumah nya. Kalo boleh saya tau biar saya saja Dok yang menerima hasil operasinya." ucap Laras menjelaskan.


"Begini Mbak, Pasien ini mengalami Luka di bagian kepalanya sehingga membuat otak nya hampir terluka dan kami pun hanya melakukan operasi pada nya, Mungkin dia akan mengalami lupa ingatan atau Amnesia." ucap Dokter itu.


"Apa." ucap Laras menangis dia hampir terjatuh sementara tangan satu lagi memegang dingding di dekat nya.


"Untuk sementara Pasien ini dirawat disini takutnya dia mengalami pembengkakan pada otak." ucap Dokter itu.


"Dokter saya mohon beri dia perawat terbaik saya akan menanggung biaya nya Dok." ucap Laras.


"Baik, kalo begitu saya permisi dulu." ucap Dokter itu meninggalkan Laras.

__ADS_1


Laras pun terduduk lemas di lantai itu dia tidak tau harus mencari uang dari mana mata Laras menatap pintu operasi itu air matanya terjatuh dengan deras.


Sonya maafin aku.!! Laras.


__ADS_2