Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 15 Mulai terungkap.


__ADS_3

Alex pun mengusap bibir nya dia tersenyum senang dengan ancaman seperti itu dia yakin Laras akan menurut padanya.


Sementara Laras dia berjalan keluar dari ruangan Alex dengan perasaan kacau sekali saat itu Vando melihat Laras dia menunduk hormat.


"Nona." ucap Vando melihat Laras yang seperti kehilangan semangat hidupnya.


Laras hanya tersenyum dan kembali berjalan dia benar benar seperti akan di penjara hidup hidup, kini hidupnya hanyalah Boneka dari orang Kaya yang tidak tau diri.


"Nona, awas." ucap Vando.


Vando berlari mengejar Laras dia pun menarik tangan Laras dan Vando menatap Laras dia seperti baru tersadar dari lamunan nya.


"Nona, tidak apa apa." ucap Vando.


Laras melihat Vando dia pun tersenyum dan mengeleng tapi tidak berbicara sama sekali Laras pun melanjutkan langkah nya.


Sebenarnya Nona kenapa. Vando.


Vando melihat Laras merasa kasihan sekali seperti nya dia tertekan hidup nya karna Tuan Alex, kenapa Tuan Alex begitu kejam sekali pada Non Laras.


Lexa sepulang dari kampus dia menuju rumah Bayu, disana Tante Maya dan Om Hari sedang berbincang di taman yang ada teman duduk nya.


Saat melihat calon menantunya datang Tante Maya langsung berlari menyambutnya dengan senyum Lexa pun memeluk Tante Maya.


"Kenapa baru kesini menantu manis." ucap Tante Maya.


"Makasih Tan. Ohh yah Tan, Bayu nya ada." ucap Lexa melihat sekeliling.


"Ada Bayu sedang ada di kamar nya." ucap Tante Maya.


Om Heri dari kejauhan terlihat melangkah mendekati mereka Lexa pun tersenyum menatap Om Heri dia begitu mirip sekali dengan Bayu.


"Om." panggil Lexa berhambur memeluk Om Heri.


"Aduhh calon menantu Om, tambah cantik aja." ucap Om Heri dia memuji Lexa.


Tante Maya yang melihat nya tersenyum dia pun lalu menyuruh pembantu nya membuat kan minum untuk calon menantu kesayangan nya.


Mereka pun duduk di tempat tadi karna Lexa hanya ingin mengobrol dengan keduanya.


"Maafin Bayu, yah Lex kalo dia sering mengabaikan Lexa." ucap Tante Maya.


Lexa pun mengangguk tidak apa apa Om Heri mendengarkan keluhan Lexa dia seperti mangut mangut berfikir.

__ADS_1


"Biar nanti Om yang ngomong sama Bayu." ucap Om Hari lagi.


"Tidak usah Om, Lexa kesini hanya ingin menemui Bayu." ucap Lexa lagi.


Mereka pun menyuruh Lexa untuk Masuk aja di dalam kamar nya Bayu karna Bayu sedang ada di kamar.


Dengan wajah berbinar Lexa pun mengangguk dan melangkah masuk kerumah Bayu dia pun menuju kamar Bayu dengan perasaan senang sekali baru kali ini dia melihat kamar Bayu.


Saat sudah ada di depan Lexa meyelonong masuk karna pintu nya tidak di kunci sama sekali, Lexa melihat sekeliling tapi tidak ada Bayu saat mendengar suara orang mandi Lexa pun tersenyum sepertinya Bayu sedang Mandi.


Lexa pun duduk di kasur Bayu dia melihat sekeliling nya saat melihat foto Laras dan Bayu yang tersenyum ceria di pajang tak jauh dari nya Lexa pun mengambil nya dengan emosi sekali.


Dasar wanita murahan. Lexa.


Saat itu Bayu keluar dari kamar mandi nya dia hanya mengenakan handuk kecil untuk menutupi bawah nya sementara dadanya di biarkan saja, saat itu Lexa menatap Bayu seperti itu.


"Hah." teriak mereka berdua sama sama kaget.


Lexa pun membalik kan tubuhnya sementara Bayu dia masuk kembali ke kamar mandi.


"Lex, kau sedang apa di kamar ku." ucap Bayu kesal.


Sementara Lexa dia tersenyum senang sekali entah kenapa tingkah Bayu lucu sekali.


"Tunggu disitu jangan melihat kebelakang, awas kalo lihat." ucap Bayu dia mengambil kaos dan boxer yang dia pakai di rumah.


Setelah selesai bajuan Bayu pun keluar dari kamar mandi dia melihat Lexa yang masih berdiri membelakanginya.


"Bukanya kamu sendiri yang ngembalikan kenapa diambil lagi." ucap Bayu.


Lexa pun langsung berbalik melihat Bayu entah kenapa hati nya berdebar sekali melihat wajah tampan Bayu.


"Kau sedang berfikir mesum yah." ucap Bayu saat melihat Lexa tersenyum bukan nya menjawab.


"Tidak, kau kira aku wanita apaan." ucap Lexa sewot.


Bayu pun duduk di sofa dia seperti sedang berfikir Lexa pun duduk di kasur Bayu menatap Bayu.


"Sepertinya pernikahan ini harus di batalkan." ucap Bayu menatap Lexa.


Lexa yang tadi tersenyum sangat cerah bagai bunga matahari kini layu bagaikan bunga di petik.


"Kenapa." ucap Lexa.

__ADS_1


"Apa karna aku manja, atau karna aku jelek tak secantik wanita gembel itu atau karna aku tak sepintar wanita murahan itu." ucap Lexa menatap Bayu.


"Berhenti mengatainya seperti itu Lex, kau tidak mengenal Laras sepenuh nya." ucap Bayu tak terima Laras di katakan dengan kata kata kotor seperti itu.


"Lalu." ucap Lexa seakan bertanya pada dirinya.


Bayu terdiam dia sedikit mengusap muka nya kasar sekali, Bayu pun kembali menatap Lexa kali ini tatapan hangat tidak ada emosi sama sekali seperti saat dia mengapus air mata nya waktu pertama kali bertemu.


"Lex, aku hanya menganggap mu sahabat tidak lebih dari itu, dan aku sama sekali tidak mempunyai perasaan sedikit pun padamu, jadi mengerti lah posisi mu itu." ucap Bayu lembut.


Lexa kini menatap Bayu mencari kebohongan dari ucapannya tadi tapi seperti nya Bayu mengatakan sejujur nya dari hati.


"Kalo kamu menganggap ku sahabat, kenapa kamu terima pertunangan ini sementara hati mu tidak sama sekali menyukai ku, dan kenapa kamu selalu perduli pada ku." ucap Lexa air mata nya sudah terjatuh.


"Karna kamu anak dari Tante Risma." ucap Bayu menatap Lexa sejujurnya dia tidak ingin memberi tau nya.


"Maksud mu." ucap Lexa tak mengerti dengan perkataan Bayu.


Saat akan berbicara lagi pintu kamar Bayu terbuka disitu Om Hari melihat Bayu dengan marah dia menarik tangan Bayu sementara Lexa menatap nya heran saat ingin mencegah Om Hari tangan Lexa di tahan Tante Maya.


Plak.


"Dasar anak tidak tau diri." ucap Om Hari.


Bayu menatap Ayah nya baru kali ini dia di perlakukan kasar seperti ini, Bayu menatap ayah nya sementara Lexa dan Tante Maya sedang berbicara.


"Kenapa Ayah, tega membohongi nya dan kenapa harus anak mu yang menanggung semua nya, kenapa Ayah." ucap Bayu.


"Kau harus nya bersyukur bisa lahir di keluarga ini, sementara kekasih mu itu hanya anak buangan yang tak tau jelas asal usul nya." ucap Om Hari.


"Ini bukan tentang lahir dan di besarkan dimana tapi ini tentang hati nurani, percuma harta banyak kalo hati nurani aja miskin." ucap Bayu melangkah pergi meninggalkan Ayah nya.


Dia sudah muak dengan semua ini, sementara Lexa dan Tante Maya dia sekarang ada di kamar Bayu.


"Lexa, maafin Bayu mungkin Bayu sedang banyak masalah." ucap Tante Maya berusaha membuat Lexa tak marah.


"Tante, sebenarnya kenapa dengan Mamah Lexa." ucap Lexa dia sudah terbiasa dengan sikap Bayu.


Tapi entah kenapa Bayu seperti menyembunyikan sesuatu dari nya dia seperti mengetahui tentang Mamah nya.


"Tidak Lex, kau tau Bayu bahkan tidak pernah bertemu dengan Mamah Lexa." ucap Tante Maya.


Lexa tersenyum dia tau Bayu bahkan belum pernah melihat kedua orang tua nya Lexa pun menatap Tante Maya, meminta diri untuk pulang kerumahnya karna Alex pasti mencarinya, Tante Maya pun mengantarnya sampai ke depan gerbang.

__ADS_1


__ADS_2