
Tangan hangat itu langsung meraih tubuh Laras dan memeluk nya dengan erat sekali Laras yang kaget dengan sikap Kak Aldo pun berusaha melepaskan nya.
"Maaf, aku terlalu merindukan mu Laras jadi aku lepas kendali." ucap Aldo yang mulai menyadari kalo Laras agak risih.
"Eeh iyah enggak Apa apa, tapi lain kali jangan berlebihan seperti itu." ucap Laras mencair kan suasana.
"Kamu takut yah kalo suami kamu tau." ucap Aldo.
Membuat mata Laras terbuka lebar mendengar ucapan Aldo barusan bagaimana dia bisa tau, mungkin Vivian yang memberi info dirinya fikir Laras.
"Ohh yah." ucap Laras.
"Aku boleh duduk disini." tanya Aldo.
"Ohh silahkan." ucap Laras dengan senyum.
Suasana kembali hening saat makanan dan minuman yang dipesan Kak Aldo datang dan pelayan cafe pergi Aldo memulai pembicaraan.
"Apa kamu bahagia menikah dengan nya." tanya Kak Aldo.
"Awal emang aku terpaksa dan merasa tertekan mungkin Kak Aldo juga sudah mendengar dari Vivian. Tapi sekarang aku sangat bahagia kak, aku mencintai nya dengan tulus memaafkan prilaku yang dulu pernah jahat sama aku. bahkan sekarang aku tak mau kehilangan dirinya kak." ucap Laras sungguh sungguh.
Aldo menatap wanita yang sangat dicintainya dari dulu tapi Aldo tidak mau merusak persaudaraan hanya karna perasaan sesaat walaupun Laras hanya adik dari panti asuhan entah kenapa rasanya ingin melindungi nya.
"Pria itu sangat beruntung." timpal Kak Aldo dia tidak berfikir lagi mengatakan itu.
"Maksud Kak Aldo." tanya Laras yang mendengar dengan jelas sekali perkataan Pria disamping nya itu.
"Ohh, tidak kamu salah dengar kali. Yang aku katakan barusan itu semoga kamu bahagia dengan nya." ucap Kak Aldo dengan mengelus rambut Laras seperti dulu yang dilakukan Aldo sewaktu dipanti bersama.
"Kalo Kak Aldo sendiri bagaimana." tanya Laras sambil meraih gelas hendak meminum.
"Aku, Aku apa yah.?? aku masih Johap." ucap Kak Aldo sambil tersenyum menampilkan lesung pipi nya.
"Johap.?? apa itu." ucap Laras dengan wajah kebingungan.
"Jomblo Happy Laras." jelas Kak Aldo.
"Hahahaha." tawa dikedua nya pun keluar dari mulut mereka.
__ADS_1
"Kamu ngapain disini." sebuah suara menghentikan tawa mereka berdua.
Laras melihat Alex dengan wajah menahan amarah sementara Aldo dia hanya terlihat kaget sebentar lalu kembali tenang seperti biasanya.
"Sayang, sini deh kenalin ini Kak Aldo. Kak Aldo ini kakak Asuh aku saat di panti." ucap Laras sambil meraih tangan Alex.
Aku dipanggil sayang. Alex.
"Ehhemm, kenalin aku Suaminya Laras." ucap Alex menekan kata Suami dengan ekspresi bangga karna barusan Laras memanggil nya Sayang.
"Tau kok, kelihatan dari raut wajahnya." ucapkan Aldo dengan wajah yang sedikit cemberut.
"Iyah lah, kan jidat gue tertulis dengan jelas nama Laras jadi kamu pasti tahu dong." sedikit pamer sementara Laras menahan geli melihat cara bicara Alex.
Saat akan menjawab omongan dari Alex, Bayu dan melihat Aldo dia pun langsung tersenyum.
"Kak Aldo." panggil Bayu.
Sontak membuat Alex kaget karna Bayu seperti nya kenal dekat dengan orang yang bernama Aldo itu, Aldo yang dipanggil pun langsung menatap Bayu dia ikut tersenyum membalas sapaan Bayu.
"Kamu ngapain disini." tanya Aldo basa basi.
"Istri.?? Kamu sudah menikah." ucap Aldo kaget.
"Ehhem." jawab Bayu.
"Sini duduk." ajak Aldo.
Aldo menatap wajah Laras sekilas lalu berbicara lagi dengan Bayu dan akhirnya mereka pun makan dimeja itu dengan hati yang tak menentu.
"Kenapa kalian bisa Putus." tanya Aldo penasaran karna Vivian tidak pernah memberitau kenapa Laras dan Bayu putus.
Laras dan Bayu saling menatap dan mata mereka menatap ke arah Alex, Alex yang sedari tadi terdiam kini merasa sangat kesal sekali.
Pertanyaan macam apa itu.!! Alex.
"Tidak ada apa apa, kami sempat ada masalah dan masalah itu tidak bisa kami selesaikan secara baik baik, sudahlah Kak Aldo jangan bahas masa lalu bagi ku itu sudah berlalu, sekarang kita sudah mempunyai kehidupan masing masing." ucap Laras dia tidak mau membuat Alex terluka karna perkataan Aldo barusan.
"Ohh, maaf Kak Aldo hanya ingin tau kalo perkataan Kak Aldo barusan membuat kalian berdua canggung. Maaf ya." ucap Kak Aldo tulus.
__ADS_1
"Iyah Kak, Ohh yah Kak Aldo bagaimana dengan bisnis kuliner nya." tanya Bayu mencairkan suasana.
Alex menatap Bayu dia seperti tau isi hati Alex, sementara Bayu dan Aldo mengobrol Alex baru menyadari kalo Bayu benar benar sudah melupakan Laras.
"Hahahaha." tawa dari ketika orang di depan Alex membuyarkan lamunan nya.
Laras berkali kali tertawa karna candaan dari Aldo sementara Bayu meladeni nya dengan semangat hanya dirinya yang terdiam tak mengerti dengan obrolan itu.
"Mau kemana." tanya Laras saat melihat Alex bangkit dari tempat duduknya.
"Mau melihat keadaan Lexa." ucap Alex dia pergi begitu saja tanpa berniat mengajak Laras sedikit pun.
"Kak Aldo, Bayu. Aku mau lihat keadaan Lexa." ucap Laras tanpa menunggu jawaban dari mereka berdua Laras sudah menghilang pergi meninggalkan meja itu.
Bayu menatap Laras yang mengejar Alex, senyum di bibir nya terukir sementara Aldo menatap nya penuh benci karna lelaki itu dia menghancurkan masa depan Laras cita cita yang terukir Indah di bawah pohon depan Panti Asuhan.
"Kak Aldo, aku mau melihat Istri ku dulu." ucap Bayu hendak berdiri tapi tangan nya di tahan Aldo.
"Aku ikut." ucap Aldo menatap wajah Bayu dengan tajam.
"Tapi jangan berkata apa pun yah jika aku tidak diperlakukan dengan baik." ucap Bayu menatap Aldo serius.
"Kenapa.?" tanya Aldo penasaran.
"Aku cerita sambil jalan yah." ucap Bayu menunggu persetujuan dari Aldo.
Tanpa berfikir panjang lagi Aldo pun mengangguk, mereka berdua berjalan memasuki rumah sakit sambil berbicara sesekali.
Sementara itu Laras sudah ada diruangan Lexa disana tidak ada Alex entah kemana pergi nya lelaki itu saat melihat Lexa masih terbaring lemas tak berdaya Laras mendekati Lexa dia duduk disamping Lexa.
"Cepet bangun Lex, kasian Abang mu jangan buat dia sedih." ucap Laras tanpa di sadari air mata Laras terjatuh ke tangan yang memegang tangan Lexa.
"La ras." suara itu terdengar dengan sangat lemah sekali.
Laras yang hanya menundukan kepala kini menatap wajah Lexa yang tampak pucat tapi masih cantik.
"Lexa, kamu sudah sadar. Bentar Lex aku panggil dokter dulu." ucap Laras dengan semangat.
Saat hendak bangun tangan nya ditahan Lexa menyuruh nya untuk duduk saja seperti ingin memberi tau sesuatu kepadanya Laras pun menunduk dan mendengar dengan sangat teliti setiap suara yang keluar dari mulut mungil adik ipar nya itu.
__ADS_1