
Laras pun disuruh Bu menejer mengantarkan Jus alpuket nya ke ruangan Bos nya dengan hati hati Laras membawa jus nya dia berfikir bos nya pasti menceramahinya cukup mengatakan maaf saja masalah akan hilang fikir Laras dia pun menaruh jus alpuket itu sementara seorang pria yang duduk dibangku mewah itu membelakangi nya.
"Tuan permisi." ucap Laras dia ingin pergi.
"Ternyata pekerjaan kamu banyak yah selain mengoda lelaki." ucap suara lelaki itu tak asing bagi Laras.
Langkah kaki Laras terhenti dia belum siap ketemu dengan pria brengsek itu langkah lelaki itu semakin mendekat.
Dia langsung memeluk Laras sangat merindukan harum dari wanita ini sudah seminggu dia seperti orang gila tidak melihat wajahnya.
"Lepas." Laras langsung melepaskan nya dia merasa jijik sekali dengan lelaki itu.
Alex pun tidak melepaskannya dia semakin ganas dia bahkan mencium leher Laras kenapa rasa nya begitu ketagihan.
Laras berusaha mendorong nya tapi dia berhenti karna bisikan Alex padanya di telinga kirinya membuat Laras terdiam.
"Aku sangat merindukan mu." ucap Alex.
Justru membuat Laras takut sekali dia pun mengijak kaki Alex dengan keras sehingga Alex kesakitan kesempatan untuk dirinya kabur dengan cepat Laras keluar dari ruangan itu menuju loker nya dia mengambil tas nya.
"Vando, kejar wanita itu." ucap Alex masih kesakitan Vando pun berlari mengejarnya.
Laras menaik angkot saat Pria itu mengejarnya dia menunduk di bahwa angkot Vando kehilangan jejak nya.
Alex yang menyusul dibelakang nya pun memaki maki Vando kenapa bisa kabur dari pengawasan nya Laras berhenti di taman dia tidak ingin pria itu tau kosan nya masih dengan hati berdebar Laras berusaha memikirkan cara untuk tidak bertemu lagi.
"Sonya." ucap Laras dia kembali menaiki angkit dan pergi menuju kosan Sonya.
Sonya pun membuka pintu kosanya dia melihat Laras yang ketakutan Sonya langsung menyuruh masuk dia menutup pintu dengan cepat dia menyuruh Laras duduk di sofa sementara Sonya membuatkan teh hangat untuk Laras.
"Diminum dulu Laras." ucap Sonya menyuruh Laras meminum teh nya.
Dengan cepat Laras meminumnya Sonya pun duduk di samping Laras dia menatap sahabat nya ini yang seperti saudara kandung nya.
"Laras, sebenarnya ada apa." ucap Sonya berbicara lembut.
"Son, aku bolehkan tinggal disini untuk beberapa hari kedepan." ucap Laras menatap Sonya.
__ADS_1
"Boleh banget malah aku seneng, tapi di kosan kamu ada apa." ucap Sonya.
Laras terdiam dia belum bisa menceritakan aib nya ini dia pun berusaha mencari cari alasan.
"Kosan ku banyak tikus makanya aku langsung berlari kesini." ucap Laras cepat.
Sonya mengangguk mengerti dia pun menyuruh Laras mandi, malam yang sangat panjang sekali bagi Laras sementara Alex pun pulang ke rumah disana dia merasa sangat sedikit lega karna melihat adik tersayang nya.
"Abang, makasih yah udah buat dia menderita." ucap Lexa memeluk Alex.
Alex pun tersenyum sementara Lexa memandang Alex seperti berubah sekali entah apa yang menganggu pikiran nya itu.
"Abang sakit." ucap Lexa yang melihat wajah Abang nya seperti ada masalah.
"Tidak Abang cuma lelah yaudah Lex, Abang mau mandi dulu." ucap Alex dia pun masuk ke kamarnya.
"Ada apa dengan Abang Alex." ucap Lexa.
Pagi hari Laras pun bangun semalam dia tidak bisa tidur pikiran nya terganggu sekali sementara sebentar lagi dia akan KKN.
"Kamu tidak mau bangun." ucap Sonya yang melihat Laras masih santai tiduran.
Mereka pun pergi ke kampus bersama sama sambil bercanda saat sampai dikampus Laras melihat Lexa yang diantar oleh Abang nya langkah Laras terhenti seakan dia ingin menghentikan waktu yang terus berputar pada nya.
"Laras." panggil Sonya yang melihat Laras diam saja tak berjalan.
"Son, seperti aku gak enak badan." ucap Laras.
Sonya pun terlihat khawatir dia langsung memegang dahi Laras tapi tidak demam sebenarnya ada masalah apa dengan Laras kenapa wajahnya terlihat sangat pucat sekali.
"Yaudah, hati hati dijalan, Ohh yah ini kuncinya." ucap Sonya memberikan kunci kosannya dengan cepat Laras meraih kunci itu.
Sementara Alex sudah melihat nya dia tersenyum karna tingkah Laras yang lucu menurut nya.
Lexa saat melihat Abang nya tersenyum entah untuk siapa itu dia merasa di abaikan dengan Abang nya.
"Abang." panggil Lexa membuat Alex tersadar dia pun menatap Lexa heran kenapa belum pergi.
__ADS_1
"Ada apa Lexa sayang." ucap Alex menatap adik kesayangan nya.
"Abang lihatin apa sih, awas yah kalo naksir sama temen seangkatan Lexa." ancam Lexa seakan lampu merah bagi Alex.
"Kau fikir Abang mu selera dengan gadis ingusan kayak kamu." ledek Alex yang membuat Lexa manyunkan bibir.
"Abang." ucap Lexa sebal.
Dia pun pergi meninggalkan Abang nya yang tertawa karna tingkah manja Lexa saat Lexa akan melangkah masuk dia bertemu Bayu yang berdiri mondar mandir.
"Jangan bilang kau menunggu gadis gembel itu." ucap Lexa wajahnya terlihat marah sekali.
Bayu pun pergi meninggalkan Lexa acuh dengan perkataan nya Alex yang melihat Bayu mengacuhkan adiknya pun keluar dari mobil nya dia pun berjalan cepat dan menarik bahu Bayu.
Alex meninju nya hingga berdarah dan Bayu tergelatak jatuh ketanah meringis kesakitan tapi dia bangun suasana kampus yang tadi sangat sejuk santai damai kini menjadi ricuh bahkan para mahasiswa itu keluar dari gedung melihat dua sultan sedang berantem.
"Sekali lagi kau berkata seenaknya dengan Lexa, aku jamin perusahaan Bokap elo akan bangkrut." ancam Alex dia pergi sementara Lexa menatap Abang Alex.
"Abang." panggil Lexa dia menatap Abang nya kecewa.
"Kenapa Abang memukul nya." ucap Lexa tak menerima Bayu dipukul seperti itu.
"Dia pantas di pukul Lex." ucap Alex dia benar benar tak habis pikir dengan sikap adiknya itu.
"Tapi." belum sempat Lexa berbicara Alex menatap Lexa.
"Jangan memaksa perasaan Lexa, dia cowok yang tidak pantas di cintai." ucap Alex lalu meninggalkan Lexa.
Lexa menatap Alex sepertinya Alex berubah sekali dia tidak pernah berbicara tinggi atau melarang nya tapi tadi dia melarang nya bahkan seakan sangat membenci Bayu dari sorot mata nya.
Kiky yang melihat Bayu dalam keadaan babak belur pun dia membangunkan Bayu sementara Bayu menghapus darah yang keluar dari bibirnya.
Lexa pun menghampiri Bayu dia sangat khawatir dia melihat Bayu duduk di taman bersama Kiky.
"Bay, sini aku bantu obatin." ucap Lexa dia membuka obat merah dan menaruhnya di kapas.
Saat ingin mengobati lukanya Bayu menepis tangan Lexa kasar dia menatap Lexa penuh dengan amarah.
__ADS_1
"Kau lihat apa yang dilakukan Abang mu. jadi berhenti perduli pada ku, kau itu hanya perempuan manja dan sombong pantas untuk disakiti." ucap Bayu berdiri meninggalkan Lexa yang terdiam.
Kiky yang melihat Lexa hampir menangis tak tega tapi dia mengikuti Bayu pergi meninggalkan Lexa sendiri di taman air mata Lexa jatuh dia menangis benar dengan perkataan Bayu.