
Di kamar Laras masih memikirkan perubahan Lexa dia tampak kurus dan seperti tertekan tapi entah apa yang menekan nya.
Hembusan nafas berat Laras terasa begitu berat Alex masuk ke kamar nya dia habis keluar melihat Laras terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Apa yang kamu pikirkan." suara Alex membuat Laras tersadar dari lamunan nya.
"Tidak." ucap Laras dia membenarkan posisi duduk nya.
Alex duduk disamping Laras dia lalu terbaring di samping Laras dengan paha Laras sebagai bantal nya.
"Kamu memikirkan ku." tanya Alex menatap wajah Laras.
Laras mengeleng dengan cepat Alex pun bangun dari tidur nya dia menatap Laras dengan serius.
"Kamu tidak sedang memikirkan kabur dari ku." ucap Alex nada bicara nya sudah marah.
"Berhenti berfikir aku kabur dari mu." ucap Laras mulai kesal dengan perkataan Alex.
"Lalu kenapa." ucap Alex bertanya pada akhir nya.
"Lexa banyak berubah yah." ucapan Laras tadi membuat alis Alex mengkerut.
"Lexa, kau memikirkan Lexa." ucap Alex seakan tak percaya dengan perkataan Laras barusan.
"Yah kenapa, tidak boleh." ucap Laras menatap Alex.
Alex langsung mencium bibir Laras yang terlihat seksi itu karna tindakan Alex yang tiba tiba pada dirinya Laras sedikit kaget.
"Berhenti memikirkan nya kamu hanya boleh memikirkan ku." ucap Alex setelah mencium Laras.
Bagaimana dia masih bersikap santai seperti itu setelah melakukan hal kurang ajar ini. Laras.
"Kamu kenapa." tanya Alex melihat wajah Laras tampak pucat.
"Tidak, aku cuma kaget aja." ucap Laras dia mengalihkan mata nya melihat keluar jendela.
Saat itu Bi iim mengetuk pintu kamar Alex dengan pelan dan sopan mereka berdua yang ada di kamar mata mereka langsung menuju pintu itu.
"Siapa." ucap Alex dengan keras.
"Tuan, Ini Bi iim makanan nya sudah siap." ucap Bi iim dari luar pintu.
"Nanti saya kesitu." ucap Alex lagi.
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan dari Tuan nya Bi Iim langsung kembali lagi ke dapur mengerjakan tugas nya.
"Ayo makan." ajak Alex dia lalu menarik tangan Laras.
Mau tidak mau Laras pun mengikuti nya tarik kan tangan Alex mereka sekarang sudah ada di meja makan.
"Silahkan Tuan." ucap Bi Iim menarik bangku Alex.
Alex pun duduk dengan begitu santai nya sekali sementara Laras dia melihat Alex yang tidak sopan pada orang Tua.
Setelah selesai makan Laras langsung membantu Bi Iim tapi tangan nya di tahan Alex mata mereka bertatapan.
"Sudah ku bilang, itu tugas Bi iim." ucap Alex dengan nada tinggi.
Laras pun menatap Alex dengan wajah sedikit kesal sementara Bi iim menyuruh Laras jangan membantu nya.
"Nona biar saya aja, lebih baik Nona temanin Tuan Alex." ucap Bi iim dengan sopan dan tak lupa dia dengan senyum lima watt nya.
Laras yang mendengar ucapan Bi iim hanya mengangguk lalu melangkah pergi dari situ ketika Alex memanggil nya Laras tidak menyahut sama sekali.
Alex mengejar Laras sambil berlari kecil Laras melangkah agak cepat menuju luar pintu dengan kesal Laras pun lalu duduk di teras depan rumah Alex yang sudah di siap kan kursi.
"Maaf." ucap Alex dia langsung duduk di samping Laras.
"Aku tidak mau kamu capek." suara Alex kembali terdengar.
Mendengar ucapan Alex barusan sesungguhnya hati Laras sangat bahagia sekali tapi dia sudah terlanjur marah karna sikap Alex itu.
"Walaupun niat mu baik tapi kamu juga harus menghormati orang tua." ucap Laras dia kini menatap Alex.
"Itu kan memang tugas Bi iim." ucap Alex masih tak mau ngalah.
Laras tak meladeni Alex bagi nya lebih baik diam ketimbang ngomong sama orang kurang sehat.
Alex yang melihat Laras hanya diam begitu saja dia menatap wajah cantik Laras dengan senyum Alex berkata.
"Baik lah, aku akan menghormati nya." ucap Alex akhirnya mengalah juga.
Senyum dari wajah Laras terlihat saat Alex mengalah pada nya melihat wajah Laras yang tidak marah lagi membuat Alex senang.
"Aku harap ke depan nya kamu jangan pernah senyum ke semua orang termasuk ke Bi iim." ucap Alex.
Laras yang mendengar pertanyaan Alex barusan terlonjat kaget sekali karna ucapan nya barusan itu.
__ADS_1
"Kau kira aku angry birds." ucap Laras dengan wajah sedikit marah.
"Iyah, kamu itu angry birds jadi jangan pernah senyum ke orang karna hanya aku yang bisa menikmati senyum cantik mu." ucap Alex tangan dia mengelus pipi Laras yang chabby.
"Cantik kan aku atau Lexa." ucap Laras dengan mata masih menatap Alex.
"Cantik kan kamu kan kamu istri ku." ucap Alex dia sambil senyum di bibir nya.
"Hahahaha, ternyata Tuan Alex bisa juga yah ngegombal." ucap Laras dia mengalih kan pandangan nya ke depan senyum nya tak pernah lepas dari bibir mungil Laras itu.
Alex pun ikut tersenyum dia masih menatap Laras dengan penuh cinta tak jauh dari mereka Bi Iim melihat Tuan Alex yang bahagia berbeda dari sebelum nya dia sekarang berubah total semenjak kedatangan Nona Laras.
Semoga Tuan dan Nona selalu bersama sama. Bi iim.
Sementara itu di rumah Lexa dia sedang menangis terbaring di kamar nya air mata nya sudah kering tapi rasa sakit di hati nya masih terukir dengan sangat jelas.
"Aww." ringis Lexa dia memegangi perut nya terasa sakit sekali.
Dengan menahan rasa sakit Lexa mengambil handphone nya dia lalu menghubungi Alex tapi mata nya terlalu mengantuk benda pipih itu pun terjatuh di lantai.
Bayu yang mendengar benda terjatuh dari kamar Lexa berlari masuk ke dalam kamar Lexa saat melihat Lexa tergeletak di tanah wajah Bayu sangat kaget dia pun langsung meraih tubuh Lexa dengan khawatir.
Bayu membawa Lexa ke rumah sakit sementara itu Alex di kamar nya dia akan mau tidur saat melihat handphone nya panggilan tak terjawab darl Lexa.
Laras yang melihat Alex menatap handphone nya sambil melamun pun menepuk pundak Alex dengan pelan.
"Ada apa." tanya Laras dengan wajah serius.
"Lexa menelvon ku tadi." ucap Alex wajah nya terlihat khawatir.
"Telvon balik Lexa." ucap Laras.
"Kamu tidak marah." tanya Alex memastikan kembali.
"Hahahaha, sudah lah jangan banyak becanda." ucap Laras dengan masih tersenyum.
"Baik lah." ucap Alex.
Alex langsung menelvon Lexa satu kali tak di jawab Alex menghubungi nya kembali tapi tak di jawab Lexa.
Melihat wajah Alex yang sangat khawatir Laras pun kembali menepuk bahu Alex dengan wajah khawatir juga.
"Sebaik nya kita pergi ke rumah Lexa, perasaan ku tak tenang." ucap Alex kepada Laras.
__ADS_1
Laras pun mengangguk dan mengikuti langkah kaki Alex mereka melangkah dengan cepat menuju bagasi mobil.