
Laras berlari kesana kemari mencari Bayu tapi tidak ada sama sekali batang hidung nya wajah Laras terlihat sedih sekali Alex melihat Laras dari jauh.
"Laras apa yang kamu lakukan." ucap Laras memukul kepala nya.
Saat Laras melihat jam di tangan nya betapa kaget sekali dia sudah malam Laras pun pergi dari situ dengan terburu buru.
Laras pulang ke kosan disana Sonya sudah menunggu nya dengan wajah cemas dan khawatir begitu melihat Laras dia langsung berlari ke arah Laras dan memeluk nya dengan erat.
"Laras kamu habis kemana." tanya Sonya dengan wajah masih khawatir.
"Maaf yah aku tadi habis selesain tugas laporan ku yang menumpuk ohh yah handphone ku pun lobet jadi aku tidak memberi tau mu." ucap Laras dengan senyum.
Sonya yang melihat Laras seperti tidak apa apa bahkan tidak terluka atau pun menangis itu membuat Sonya sedikit tenang dia menyuruh Laras masuk karna di luar dingin sekali.
"Kamu dari tadi nungguin aku." tanya Laras dia sudah masuk ke kosan.
"Yah, karna aku tuh khawatir banget sama kamu tapi kamu bener kan tidak apa apa." ucap Sonya dengan serius.
"Yah enggak lah emang gue harus kenapa." tanya balik Laras dan membuat Sonya tersenyum Laras sama sekali tidak sedih.
Alex dia masih di luar kosan Laras dia menatap agak lama lalu meninggalkan tempat itu dan pulang kerumah.
Diperjalanan Alex mengingat wajah Laras dia pun terdiam tiba tiba handphone nya berbunyi Lexa sudah memanggil sedari tadi.
"Abang." teriak Lexa dari suara seberang sana.
"Kenapa." tanya Alex sedikit kesal.
"Abang kemana aja sih, Lexa kan besok mau menikah kenapa Abang tidak mengangkat telfon Lexa sebenarnya Abang kenapa." tanya Lexa dengan suara cerewet nya.
"Abang habis selesain tugas kantor." ucap Alex males.
"Abang kan bisa nanti lagian itu kantor Abang." ucap Lexa dengan sedikit senyum.
Tapi ucapan Lexa justru membuat marah Alex dia kesal sekali dengan omongan Lexa seakan dia tidak perduli dengan dirinya.
"Kau kira kantor ku mainan berhenti mengangguk ku aku sibuk." ucap Alex kesal dia langsung menutup telfon nya.
Sementara Lexa dia kaget dengan Abang nya baru kali ini Abang nya berbicara seperti itu.
__ADS_1
"Abang kenapa." ucap Lexa dia seperti akan menangis.
Lexa duduk di dalam kamar nya mengingat ucapan Alex tadi di telfon tadi wajah Lexa tampak murung sekali.
Tok tok tok.
Pintu kamar Lexa ada yang mengetuk Lexa pun membuka pintu itu dengan malas sekali di luar Bi iim dengan senyum ceria dia langsung memeluk Lexa.
"Non, ini kado dari Bibi buat pernikahan Non." ucap Bi iim memberikan sebuah kado dengan di baluk kertas kado berwarna pink.
Sangat indah dan cantik sekali senyum Lexa melebar dia langsung memeluk Bi Iim tiba tiba air mata nya terjatuh.
"Non jangan menangis nanti besok mata nya bengkak." ucap Bi iim dia lalu melepaskan pelukan Lexa dan mengapus air mata Lexa.
"Bi iim membuat Lexa terharu makasih Bi." ucap Lexa dengan senyum.
"Bi boleh Lexa buka sekarang." tanya Lexa pada Bi iim.
"Silahkan Non." ucap Bi Iim dengan senyum.
Lexa pun membuka kado itu dengan sangat hati hati Bi Iim yang melihat Lexa sangat bahagia sekali mendapat kado dari Bi Iim Walau tak seberapa harga nya tapi Lexa sangat bahagia.
"Aku suka Bi dengan selimut ini." ucap Lexa.
Mengingat selama ini Bi Iim mengurus semua keperluan Lexa dari kecil sampai sekarang.
"Lexa janji Bi akan sering sering ke sini." ucap Lexa dengan senyum.
Alex mendengar ucapan mereka berdua mereka tak sadar kalo Alex sudah datang dari tadi.
Alex pun lalu masuk ke kamar nya dan menuju kamar mandi dia ingin merendam tubuh nya dengan air hangat kepala nya terasa sangat penat sekali.
Sudah dua puluh menit Alex merendam tubuhnya memejam kan mata mengingat orang orang yang harus dia lindungi Lexa dan Laras dua orang itu sangat istimewa bagi Alex tapi mereka sama sekali tidak akur.
"Abang sudah pulang." ucap Lexa dari luar.
"Yah." teriak Alex dari dalam kamar mandi.
"Lexa tunggu Abang di bawah." ucap Lexa lalu pergi meninggalkan kamar Alex.
__ADS_1
Alex pun lalu bangun dari rendaman nya dia lalu membilas sabun yang masih menempel pada tubuh nya setelah selesai Alex keluar dia menuju ruang baju nya.
Setelah selesai dengan aktifitas di kamar nya itu Alex keluar tak lupa dia membawa sesuatu buat Lexa di sana Lexa sudah menunggu dengan senyum yang sangat ceria sekali.
"Abang." Lexa langsung memeluk Alex.
"Maafin Lexa yah karna ucapan Lexa di telfon Lexa benar benar tak bermaksud berkata seperti itu." ucap Lexa sambil menatap wajah Alex.
"Maafin Abang juga karna sudah berbicara kasar." ucap Alex dengan senyum.
"Tidak sama sekali Bang, Lexa tau Abang sangat lelah jadi Abang berbicara seperti itu." ucap Lexa.
"Nie." ucap Alex memberi kan sebuah kotak periasan dengan sangat cantik sekali.
Wajah Lexa berbinar sangat senang karna melihat kotak itu didalam nya tertulis nama nya dengan ukiran berlian.
"Abang memang yang terbaik." ucap Lexa lalu memeluk kembali Alex.
Senyum Alex melebar mungkin ini akan menjadi terakhir dirinya melindungi Lexa karna Lexa sudah berkeluarga setelah pernikahan besok.
"Abang makan yuk." ajak Lexa dengan senyum.
Lexa langsung menarik tangan Alex dengan semangat dia pun menyuruh Bi iim membuat Ramen karna ingin sekali memakan ramen dengan Abang nya.
"Silah Tuan." ucap Bi Iim saat ramen nya sudah jadi.
Lexa membuka tutup panci itu dengan wajah sangat bahagia sekali karna terakhir kali dia makan ramen dengan Abang nya ketika waktu SMA.
"Abang sudah lama sekali yah kita tidak makan bersama bersama seperti ini." ucap Lexa air mata nya kembali terjatuh.
"Kamu kenapa." ucap Alex saat melihat Lexa menangis.
"Seperti nya sangat bahagia kalo Papah dan Mamah bisa melihat Lexa menikah besok." ucap Lexa.
Alex terdiam dengan ucapan Lexa dia lalu menatap Lexa yang seperti akan menangis Bi iim juga terlihat sedih.
"Lexa ada Abang yang selalu Lexa andal kan." ucap Alex.
Senyum Lexa mengembang melihat tingkah Alex barusan dia pun meraih tangan Alex.
__ADS_1
"Iyah Abang ku." ucap Lexa dia mencubit pipi Alex dengan keras sekali.
Alex pun pura pura kesakitan akibatan cubitan Lexa itu Bi iim tersenyum melihat mereka berdua mungkin besok dia tidak akan bisa melihat mereka seperti itu lagi karna Lexa mau pun Alex pun akan mempunyai tujuan yang berbeda.