Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 45 ketauan.


__ADS_3

Kini Laras dan Lexa menjadi sangat dekat bahkan melebihi sahabat, Lexa sudah menganggap Laras menjadi kakak ipar terbaik nya.


Alex pun sebelum pulang dari kantor nya dia pergi menuju rumah Bayu, dengan amarah yang memuncak.


Mobil Alex pun melaju dengan kecepatan tinggi karna Alex meminta Vando cepat menuju rumah Bayu, rumah yang Alex beri sebagai hadiah pernikahan mereka.


Mobil pun berhenti tepat di depan rumah mewah dan megah itu, satpam yang mengenali mobil itu pun langsung membuka kan gerbang nya dengan cepat.


Mobil masuk di halaman rumah Bayu, Alex turun sebelum Vando membuka kan mobil nya itu dia sudah menahan amarah sejak tadi.


Saat Alex akan masuk dia mendengar suara tawa dari dalam rumah itu karna penasaran Alex pun mengintip dari pintu yang tak terkunci itu.


"Dasar lelaki bajingan." ucap Alex dia langsung memukul Bayu yang sedang bercumbu dengan perempuan lain.


Vando yang melihat hal itu pun dia membiar kan Alex memukuli nya karna hati Vando juga sangat sakit sekali melihat Bayu seperti itu.


Alex melempar sebuah kertas ke muka Bayu, Bayu hanya menatap kertas itu dengan senyum di bibir nya.


"Kau kira aku tidak tau kelakuan busuk mu." ucap Alex dia masih mencengkram kerah baju Bayu.


"Itu pembalasan karna sudah menghancurkan Laras." ucap Bayu menatap Alex dengan tajam.


Alex terdiam mendengar ucapan Bayu benar apa kata Bayu tapi itu dulu sebelum aku mencintai nya.


"Kau tau, hati ku sakit melihat kelakuan bejat mu itu. Kau tau Laras segala nya bagi ku tapi kamu rampas semua nya demi adik cengeng mu itu." ucap Bayu menatap Alex.


Sebuah tinjuan melayang di muka Bayu, Alex menatap nya marah karna Bayu berbicara yang tidak mengenakan hati nya.


"Karna Lexa sangat mencintai mu dengan tulus, kau tau Lexa selalu membangga bangga kan mu, aku tidak pernah melihat Lexa sebahagia itu ketika kamu bersama nya." ucap Alex wajah nya masih serius.


"Tapi aku hanya menganggap Lexa tak lebih dari teman ku, kenapa dia malah membuat orang di cintai nya menderita." ucap Bayu lagi.


"Berhenti beralasan, karna kamu merasa tertekan dengan cinta Lexa itu lebih baik kalian bercerai." ucap Alex dia melepaskan tangan nya.


Bayu terdiam dia menatap Alex dengan wajah ragu, entah kenapa hati nya sakit mendengar kata Cerai dari mulut Alex.

__ADS_1


"Tanda tangani surat itu." ucap Alex dia menatap Bayu.


"Van, urus dia untuk menanda tangani surat perceraian aku malas menatap nya." ucap Alex dia pun pergi keluar dari ruangan itu dengan hati sakit.


Bayu menatap surat yang ada di depan nya itu dengan serius sekali, tangan Bayu mengambil kertas itu dia mengeja tulisan di dalam surat itu.


"Aku tidak bisa menceraikan nya ketika dia sedang mengandung anak ku." ucap Bayu masih menatap surat itu.


"Kamu tidak pantas menjadi ayah bagi anak Lexa." ucap Vando dengan tinggi.


"Kenapa kamu marah, aku yang harus nentuin perceraian ini bukan kamu atau pun Alex, karna aku yang menikah." ucap Bayu menatap tajam Vando.


"Tanda tangani atau kau akan hancur." ucap Vando.


Vando sedari tadi menahan tangan nya supaya tidak memukul Bayu tapi seperti nya Bayu membuat amarah Vando meningkat.


"Urusin saja masalah mu." ucap Bayu menatap Vando serius sekali.


Sebuah pukulan dari tangan Vando mengenai wajah Bayu, Bayu yang tidak terima di pukul Vando pun kini kembali memukul nya.


Suasana kian memanas sekali, sementara Alex di luar rumah itu menunggu Vando dari tadi tapi tidak ada batang hidung nya dia kekuar dari dalam rumah Bayu.


"Kalian sedang apa." ucap Alex berteriak pada Vando dan Bayu disitu.


"Tuan." ucap Vando dia langsung berdiri tegak sementara Bayu dia menatap Vando dengan senyum sinis.


Alex menatap Vando dengan marah sekali baru kali ini Vando tidak mendengar kan perintah nya itu.


"Vando, ikut saya." ucap Alex dengan wajah marah sekali melihat Vando.


Tanpa dua kali perintah dari Alex itu Vando melangkah mengikuti langkah kaki Alex mereka keluar dari rumah itu, Alex menyuruh Vando masuk ke dalam mobil mereka pun pergi dari situ.


"Kau mencintai Lexa." tanya Alex pada Vando.


Mendengar ucapan Alex barusan Vando terdiam dia kaget dan takut menyelimuti hati nya karna perasaan ini.

__ADS_1


"Tidak Tuan." ucap Vando dengan pelan.


Alex menatap Vando serius sekali dari spion di depan Vando, sementara Vando berusaha menutupi hati nya ini.


"Kau kira aku bodoh." ucap Alex lagi dengan nada tinggi.


"Tuan." panggil Vando sambil berusaha fokus menyetir.


Alex menunggu omongan dari Vando serta alasan tapi sulit sekali bagi Vando mengatakan hal itu.


"Kau tau Lexa mencintai lelaki brengsek itu, dan kenapa kamu tidak mengakui perasaan mu dulu sebelum masalah ini terjadi." ucap Alex berbicara sedikit marah.


Apa Tuan Alex menyetujui nya. Vando.


"Tuan anda salah memahami perasaan saya ke pada Lexa, saya tak lebih menganggap nya Nona saya." ucap Vando mencoba berbohong.


"Sudah lah Van, aku tau kamu berbohong aku juga tau kamu mencintai Lexa dari dulu." ucap Alex dengan santai.


Mendengar ucapan dari Tuan Alex, wajah Vando seketika langsung memerah seperti kepiting rebus.


"Tuan, bagaimana anda tau." ucap Vando akhir nya mengalah.


"Dari semua sikap mu ke Lexa, aku juga tau kamu mengawasi Lexa selama ini saat hari di pernikahan Lexa aku melihat mu paling murung." ucap Alex lagi.


"Tuan." ucap Vando dia tidak berfikir karna Tuan nya sudah mengetahuinya.


"Van, aku tidak memandang orang dari material jadi beritau Lexa sejujur nya tentang perasaan kamu pada nya." ucap Alex dengan santai tapi mengena di hati Vando.


Vando seperti sedang berfikir tentang ucapan dari Tuan nya itu, walau Vando mengerti akan ucapan Alex tapi dirinya sadar siapa lah Vando hanya seorang bawaan.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang di perjalanan Vando tidak fokus karna ucapan Tuan Alex yang selalu berputar putar di otak nya.


Mobil sampai di depan Rumah Alex, Vando turun dari mobil nya dia pun langsung membuka pintu mobil Alex dengan cepat Alex keluar dari dalam mobil itu.


"Van, pikirkan baik baik ucapan ku tadi karna itu demi masa depan mu juga jangan selalu mentingin aku." ucap Alex sambil menepuk bahu Vando.

__ADS_1


"Baik Tuan." ucap Vando dengan menunduk.


Alex pun masuk ke rumah nya sementara Vando dia kembali lagi masuk ke mobil hati nya benar benar gelisah sekali.


__ADS_2