
Alex langsung mencari Laras di seluruh semua ruangan tapi tidak ada Alex pun mengambil handphone nya dan menghubungi Vando.
"Laras kabur sekarang juga cari dia sampai ketemu." ucap Alex dengan marah sekali.
Vando yang mendengar pun seakan telinga nya ingin meledak karna teriak kan Alex barusan itu.
"Baik Tuan saya akan secepat nya menemukan Nona Laras." ucap Vando dengan tegas.
Alex langsung mematikan telvon nya dia pun menghirup udara dengan kasar dan langsung duduk di sofa ruang tamu.
Tak lama setelah itu mobil berhenti tepat di depan mobil Alex mereka turun dari dalam mobil sambil membawa belanjaan di tangan seseorang penjaga langsung meraih bawaan itu dengan cepat.
"Nona biar saya yang membawa nya." ucap penjaga itu.
Laras pun melepas kan tangan nya dan memberikan nya kepada pria itu mereka lalu masuk kedalam rumah Alex begitu juga dengan Bi iim.
Alex yang melihat Laras datang dengan Bi iim langsung menatap nya marah sekali dia berjalan ke arah Laras dan menarik tangan nya membawa Laras ke kamar nya dengan cepat.
Bi iim menatap kepergian Alex yang terlihat sangat marah sekali membuat hati Bi iim terasa tidak tenang dan bersalah karna membiar kan Laras ikut dengan nya.
"Kamu habis kemana." ucap Alex menatap Laras.
"Kamu tidak liat aku membawa banyak belanjaan." ucap Laras dengan wajah tenang.
"Aku kan bilang jangan pergi dari rumah ini." ucap Alex suara nya sudah meninggi.
"Tapi aku hanya berbelanja itu pun dengan Bi iim." ucap Laras mengelak karna dia sama sekali tak berniat kabur.
"Setidak nya beri tau aku dulu." ucap Alex amarah nya masih memuncak.
Laras melepas tangan Alex karna sakit di genggam Alex dengan kencang menyisa kan bekas merah.
"Kamu menyakiti ku Lex." ucap Laras dia menatap Alex.
Mendengar ucapan Laras barusan Alex terdiam dia merasa bersalah karna menarik paksa tangan Laras.
"Aku hanya takut kehilangan mu." ucap Alex suara nya sudah mulai lembut.
"Maaf membuat mu khawatir." ucap Laras.
Alex langsung memeluk Laras dengan erat sekali sementara Laras membiarkan nya Bi iim yang mendengar perkataan mereka dari luar pintu pun tenang.
__ADS_1
"Bi iim." teriak dari pintu luar rumah Alex.
Bi Iim langsung melangkah keluar menuju asa suara itu saat sudah sampai Bi iim kaget sekali siapa yang memanggil nya tadi.
"Non Lexa." ucap Bi iim melihat Lexa berdiri dengan senyum.
"Bi, Abang kemana." ucap Lexa saat melihat Bi Iim masih berdiri tak menyuruh Lexa masuk.
"Eh ada Non." ucap Bi Iim dia membuka pintu nya dengan lebar.
Lexa masuk dengan perasaan gembira sekali dia pun melihat sekeliling rumah itu tempat dulu sebelum dia menikah senyum di bibir Lexa hilang.
"Non tunggu disini biar Bi Iim panggil Tuan Alex sebentar." ucap Bi iim menyuruh Lexa duduk.
"Oke Bi." ucap Lexa dia pun langsung duduk di sofa itu.
Bi iim menuju kamar Alex dengan cepat dia pun sampai dan mengetuk pintu Alex dengan pelan.
"Tuan, Non Lexa datang." ucap Bi iim dari luar pintu.
Alex dan Laras yang masih berpelukan melepas pelukan nya mendengar ucapan Bi iim barusan itu terlihat jelas sekali wajah Laras tampak panik.
"Kamu istri ku jadi tetap lah tenang Lexa sekarang sudah berubah." ucap Alex memberi tau Laras.
"Laras." ucap Lexa gugup.
Laras hanya tersenyum Alex menyuruh Lexa duduk kembali tak lama Bi Iim datang membawa minuman dan buah.
"Minum lah Lex." ucap Alex menyuruh Lexa.
Lexa mengangguk dia lalu mengambil gelas berisi minuman itu Lexa pun meneguk sedikit sementara Laras jantung nya sudah tak karuan.
"Abang ketemu Laras dimana." tanya Lexa.
"Di proyek yang akan Abang buat." ucap Alex dengan santai.
"Laras, maafin saya mungkin saya sudah terlambat mengatakan kata itu tapi saya benar benar menyesal." ucap Lexa menatap Laras.
Ucapan Lexa barusan itu ada sedikit hati terasa tenang sekali dengan senyum Laras pun mengangguk.
"Aku sudah memaafkan." ucap Laras dia juga tersenyum.
__ADS_1
"Aku harap kalian bahagia selalu Laras jangan pernah tinggal kan Abang." ucap Lexa seakan berpesan untuk terakhir kalinya.
"Lexa ada masalah." tanya Alex dia tidak pernah melihat Lexa seperti itu.
Lexa pun mengeleng dengan cepat mendengar perkataan Alex barusan itu tapi berbeda dengan Laras dia tau perasaan Lexa dari tatapan mata seduh itu.
"Abang, Lexa pamit pulang dulu yah." ucap Lexa dengan senyum.
"Kenapa sebentar." tanya Laras.
"Aku tidak mau ganggu waktu kalian." ucap Lexa dengan senyum.
"Kalo begitu hati hati di jalan yah Lexa." ucap Alex dengan senyum di bibir nya.
Lexa pun keluar dari rumah Alex dengan perasaan sangat bahagia karna melihat binar binar kebahagian dari mata Abang nya.
Lexa pun pulang kerumah nya rumah pemberian Alex saat dirinya menikah dengan Bayu kini pernikahan mereka di ambang kehancuran.
"Dari mana." ucap suara itu menghentikan langkah kaki Lexa.
"Aku bilang dari mana." teriak kan suara itu memenuhi ruangan itu.
"Bayu aku habis ke rumah Abang." ucap Lexa dia memberanikan diri menatap Bayu.
Plak.
Sebuah tamparan yang sangat keras mengenai wajah mulus Lexa dia terjatuh di lantai air mata nya menangis tak tertahan.
"Aku sudah bilang berapa kali berhenti menemui nya." ucap Bayu berteriak.
"Kenapa kamu terus memukul ku, padahal aku hanya ingin mengetahui keadaan Abang ku." ucap Lexa dia sudah tidak tahan dengan sikap Bayu yang selalu keras kepada nya.
Bukan nya Bayu meminta maaf mendengar ucapan Lexa barusan itu dia mencengkram pipi Lexa dengan kuat sekali terlihat air mata Lexa terjatuh di sudut mata nya.
"Karna kamu orang yang ku cintai menderita, kamu masih tanya kenapa aku bersikap kayak gini." ucap Bayu lalu melepas kan tangan nya.
"Aku sudah meminta maaf apa itu kurang." ucap Lexa dia menatap Bayu.
"Kata maaf mu itu tidak bisa merubah apa pun." ucap Bayu dia langsung meninggalkan Lexa.
Lexa menatap kepergian Bayu dengan tatapan sedih sekali air mata Lexa masih membanjiri pipi nya yang mulai tirus tidak berisi seperti waktu dulu.
__ADS_1
Lexa pun bangun dia masuk ke kamar nya dengan langkah berat sementara Bayu dia pergi dari rumah menuju club sudah kebiasaan Bayu semenjak Laras pergi dirinya menjadi kacau.
Mobil pun melaju dengan kencang menerobos kendaraan lain yang menghalangi jalan nya Bayu mengendarai nya dengan cepat.