Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 37 Suami.


__ADS_3

Alex membawa teh itu keluar dia menaruh nya di meja begitu saja Alex pun masuk kembali saat melihat ke dapur tak ada Laras wajah Alex panik dia langsung berlari masuk ke kamar di sana Laras sedang merapihkan tempat tidur.


"Kenapa." tanya Laras yang melihat wajah Alex terlihat panik.


Alex langsung memeluk nya Laras di wajahnya terlihat kaget sekali tadi sementara Laras terlihat bingung.


"Berhenti membuat ku khawatir." ucap Alex dia menatap wajah Laras dengan hangat.


"Kenapa khawatir pada gadis rendahan seperti ku." ucap Laras dia melepas kan pelukan Alex.


Laras pun hendak keluar tapi Alex kembali memeluk nya seperti mimpi hidup nya ini dia bisa melihat orang yang sangat Alex cintai.


"Laras." panggilan dari luar rumah nya dengan suara tinggi.


Laras melepas pelukan Alex dan keluar dari kamar nya menuju pintu itu Laras pun membuka nya dengan cepat.


"Damar." ucap Laras kaget.


Damar langsung memegang tangan Laras dia menatap nya dengan hangat sekali sementara Alex yang melihat dari dalem pun berlari keluar.


"Jangan menyentuh istri ku." ucap Alex dia pun melepas tangan Damar dari Laras.


Wajah Damar kaget dengan ucapan Pria yang ada di hadapan nya ini Vando yang baru mendengar keributan pun langsung berlari ke arah Tuan nya.


"Tuan Alex ada apa." ucap Vando wajah nya terlihat panik sekali.


Alex menarik tangan nya Laras dan menaruh nya di belakang dirinya sementara Damar menatap Laras tak mengerti dengan semua ini.


"Laras sebenarnya ada apa." ucap Damar wajah nya benar benar terlihat bingung sekali.


"Lebih baik anda pergi dari sini karna Tuan dan Nona kami tidak ingin di ganggu." ucap Vando dia menarik tangan Damar.


"Lepas." ucap Damar terlihat marah sekali.


Laras yang baru melihat Damar marah pun menatap nya dengan wajah khawatir karna Alex tak akan membiarkan Damar begitu saja.


"Damar dia suami ku jadi lebih baik Pak Damar pergi saja saya akan mengurus masalah saya sendiri." ucap Laras dia berusaha sesopan mungkin.


"Baik, maaf saya menganggu." ucap Damar dia langsung pergi dari situ.

__ADS_1


Walau pun Damar sudah pergi rasa bersalah menyelimuti hati Laras dia harus nya tidak berbicara seperti itu tapi mau bagaimana lagi karna Laras tau sikap Alex.


"Apa yang kamu pikirkan." ucap Alex yang sedari tadi melihat wajah Laras.


"Lebih baik kamu pulang ke tempat asal mu." ucap Laras dia pun mendorong Alex yang di depan nya.


"Tidak aku bilang tidak yah tidak." ucap Alex dia sudah menumbuhkan tanduk nya.


"Seterah." ucap Laras dia langsung masuk ke kamar nya dan mengunci pintu nya dari dalam.


"Laras." panggil Alex dia mengedor gedor pintu kosan Laras.


Tapi tak ada sahutan dari Laras sementara Laras di dalam kosan sedang mondar mandir memikirkan cara supaya Alex bisa pulang ke rumah nya.


"Akan ku dobrak yah pintu ini." ucap Alex dia sudah mulai kesal sekali.


Mendengar teriak kan Alex seperti itu dengan cepat Laras membuka pintu kosan nya dia melihat Alex yang sudah mau mendobrak pintu kosan nya.


"Akhirnya keluar juga." ucap Alex dia menatap Laras dengan tajam.


"Vando bawa Laras ke mobil." ucap Alex nada nya sudah mulai tinggi.


"Alex kamu apa apaan sih." ucap Laras saat Vando mau membawa nya.


Mobil pun berjalan meninggal kan kosan Laras para tetangga yang melihat nya pun hanya diam ingin menolong tapi Vando mengancam mereka.


Mau tidak mau semua orang hanya diam menonton mereka yang mencoba membawa Laras pergi sementara itu Sonya sedang ada di jalan menuju kosan nya karna tempat dia bekerja cukup jauh dari kosan nya.


Di dalam mobil Alex, Laras menatap Alex yang senyum senyum bahagia karna berhasil membawa Laras sementara Laras dia sedang berfikir.


Handphone. Laras.


"Kamu lagi mikirin cara untuk kabur." ucap Alex menatap Laras.


"Tidak." ucap Laras mengeleng.


"Diam mu itu membuat ku khawatir." ucap Alex.


"Pak Alex yang terhormat kenapa anda membawa ku pergi." ucap Laras dia sudah mulai kesal dengan sikap Alex.

__ADS_1


"Karna kau istri ku." ucap Alex dia mengatakan kata istri ku begitu tulus.


Wajah Laras melihat ke arah yang lain nya tidak mau melihat wajah Alex yang seperti itu Vando yang melihat dari spion depan pun hanya diam terpaku tapi di hati nya Vando tersenyum.


Sonya sudah ada di kosan dia mencari cari Laras tapi tidak ada di kosan nya melihat handphone Laras ada di kamar nya membuat Sonya tidak tenang.


Sonya pun keluar dari kosan dengan wajah panik dia menanyakan keberadaan Laras semua tetangga menjawab nya.


"Bu lihat Laras enggak." ucap Sonya saat melihat para ibu ibu duduk tak jauh dari kosan nya.


"Neng tadi Neng Laras di bawa sama seorang pria dia ngaku nya suami Neng Laras dan Neng Laras pun membenarkan nya." ucap salah satu ibu ibu yang ada disitu.


Wajah Sonya kaget dan bingung sebenarnya apa yang di pikirkan Laras sampe berbicara seperti itu.


"Yaudah Bu makasih kalo begitu saya pergi dulu." ucap Sonya dengan senyum.


Sonya pun pulang ke kosan nya dia menatap sekeliling nya tiba tiba air mata nya terjatuh memikirkan nasib Laras.


"Kamu dimana Laras." ucap Sonya.


Tiba tiba pintu kosan nya ada yang mengetuk mata Sonya menatap pintu itu sebentar sebelum dia bangun.


"Kamu siapa." ucap Sonya saat melihat pria di depan nya ini.


"Aku Damar teman rekan kerja nya Laras di sekolah." ucap Damar dengan sopan.


Sekilas Sonya pernah melihat nya tapi memori Sonya penuh sekali dia mencoba mengingat kembali.


"Ohh kamu cowok waktu kami mau lari pagi." ucap Sonya sambil tangan nya menunjuk.


"Ternyata ingatan anda tajam juga." ucap Damar sedikit terhibur dengan tingkah Sonya yang lucu menurut nya.


"Aku tidak sedang becanda, mau apa kamu kesini." ucap Sonya dia wajah nya mulai kembali murung.


"Ohh yah aku kesini mau ngasih tau kamu apa benar Laras sudah menikah dengan lelaki tadi." ucap Damar dia wajah nya mulai serius sekali.


"Kamu lihat Laras." ucap Sonya dia menatap Damar serius sekali.


"Yah, dan aku tidak bisa menghentikan mereka karna Laras berbicara seperti itu." ucap Damar lagi wajah nya mulai murung.

__ADS_1


"Yah dia suaminya kalo begitu aku mau pergi dulu." ucap Sonya dia langsung menutup pintu kosan itu.


Damar yang masih ada di luar pun terkaget karna dengan tiba tiba Sonya menutup pintu nya.


__ADS_2