Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 47 Hati Yang Aneh.


__ADS_3

Mata Vando terlelap karna kelelahan entah lamunan nya sampai mana mentari pagi pun menyimpan kamar Vando karna memikirkan semalam ucapan Alex baru kali ini dia sampai telat dengan semua tugas nya itu.


Sebuah benda pipih di samping nya berbunyi mata Vando langsung menatap benda pipih tersebut dengan wajah sangat kaget tertulis di layar nya Tuan Muda Alex.


"Yah Tuan." ucap Vando yang sudah mengangkat telvon nya itu.


"Kamu sedang ada dimana, lihat ini jam berapa. kau membuat ku menunggu." suara omelan kesal Alex terdengar.


"Maaf Tuan saya kesiangan." ucap Vando jujur.


"Kok bisa." ucap Alex dengan sedikit kaget.


Tuan saya juga manusia. Vando.


"Iyah Tuan." ucap Vando dengan pelan.


"Ya sudah aku kasih waktu kamu 20 menit." ucap Alex dia langsung menutup telvon nya dengan cepat.


Vando yang sudah menerima tinta itu langsung bergegas mandi dan menuju kerumah Alex dengan cepat sekali.


Sementara itu di rumah Alex mereka sedang makan dengan santai Laras memasak pagi pagi sekali untuk Lexa dan Alex, Bi Iim sangat senang sekali melihat majikan nya sekarang lebih manusiawi berkat kedatangan Laras.


Sementara itu mobil Vando sudah terparkir di depan rumah Alex dengan tergesa gesa Vando langsung masuk kerumah itu.


"Tuan." ucap Vando saat melihat Alex yang santai makan.


"Van sini makan dulu, Istri tersayang ku memasakan nas goreng." ucap Alex sambil tak lupa tersenyum.


"Baik Tuan." ucap Vando dia langsung duduk di depan Alex karna Alex yang menyuruh nya.


Saat mereka sedang asik makan dengan sangat santai dan penuh dengan kebahagian sekali Alex berkata dengan santai nya.


"Lexa, Vando ganteng juga yah ternyata." ucap Alex dia dengan santai nya sekali.


Uhuk uhuk uhuk.


Lexa langsung menyerah kan minuman itu ke Vando dengan cepat Vando langsung meraih nya dengan cepat dia sangat kaget dengan ucapan Tuan nya barusan.


Tuan Alex seperti nya Anda kurang jatah yah semalam. Vando.


"Kamu kenapa sampai batuk begitu." ucap Alex lagi dia menahan tawa nya.

__ADS_1


Lexa menatap Vando begitu juga Laras dan Bi iim mereka saling menatap Vando karna sikap Vando berubah seperti manusia begitu saja.


"Tidak Tuan, hanya kaget saja tumben Tuan banyak bicara." ucap Vando dengan santai.


"Sialan." ucap Alex dia melempar buah yang ada di depan nya itu.


"Makasih Tuan, ternyata buah ini sangat manis." ucap Vando yang menerima lemparan itu.


"Buah itu untuk ibu hamil." ucap Alex dengan santai.


Seketika Vando langsung memuntahkan nya dengan cepat mendengar ucapan Alex barusan seperti nya Tuan nya ingin sekali mengurusi masalah pribadinya.


"Alex." ucap Laras.


Alex melihat Laras yang mengeleng itu tanda nya berhenti melakukan hal seperti itu, Lexa menatap Abang nya seperti ada sesuatu di sembunyi kan nya.


"Maaf sayang." ucap Alex dia langsung mencium Laras di situ.


Lexa yang melihat mereka hati nya merasa sangat bahagia sekali saat mereka sedang asik makan di luar rumah ada suara ribut ribut, semakin lama semakin keras.


"Lexa keluar." teriak sebuah suara di liar rumah nya.


Mereka yang ada di dalam saling menatap dengan wajah serius sekali Alex berdiri hendak keluar tapi dia berhenti.


Lexa terdiam Laras langsung meraih tangan Lexa menyuruh nya kembali duduk sementara Alex dan Vando mereka keluar dari dalam rumah.


Disana Bayu berdiri beberapa penjaga menahan Bayu masuk saat Alex datang penjaga itu menunduk hormat dan melepaskan Bayu.


"Ngapain kamu kesini." ucap Alex.


"Lexa mana." teriak Bayu.


Dihati aku. Vando.


"Tidak ada disini." ucap Alex dengan wajah serius sekali.


"Kamu itu hanya sekedar kakak bagi nya tapi Lexa dia adalah istri ku sudah sepantas nya aku bersikap seperti ini dan kalian tidak berhak mencampuri urusan rumah tangga ku." ucap Bayu.


"Kamu tau arti istri dihidup mu tapi kamu malah menyakiti hati dan juga fisik nya apa itu pantas di sebut suami." ucap Alex lagi.


Vando mengepalkan tangan nya menahan geram sekali mendengar ucapan Bayu barusan dengan enteng nya dia mengaku suami Lexa.

__ADS_1


Bayu terdiam mendengar ucapan Alex itu ucapan nya begitu menancap di hati nya tapi sekarang telah berubah Lexa sedang mengandung anak nya.


"Beri aku kesempatan." ucap Bayu lagi dia seperti memohon dengan wajah seperti mengenaskan.


"TIDAK, aku tidak akan memberi mu sedikit pun kesempatan. kau tau Lexa dengan tulus nya mencintai mu tapi apa kamu malah menyakiti nya, sekarang juga pergi dari sini aku muak melihat wajah mu." ucap Alex mengepalkan tangan.


"Vando usir dia dari sini, kalo masih membantah dan melawan pukul dia." ucap Alex dia langsung masuk ke dalam rumah lagi.


Vando pun seperti mendapatkan hadiah menerima tugas dari Alex barusan tangan nya sudah gatal sedari tadi ingin memukul wajah nya itu.


"Alex tunggu." ucap Bayu hendak masuk.


Tapi tangan Vando berhasil menahan nya Vando pun langsung memukul Bayu hingga terpental beberapa langkah Vando berdiri dengan wajah menyeramkan.


"Pergi dari sini kalo nyawa mu cuma satu." ucap Vando nada bicara kalem tapi terdengar menakutkan.


Tapi Bayu menanggapi nya dengan tersenyum sinis mendengar ucapan Vando itu.


"Kalian tidak berhak ikut campur dalam rumah tangga ku, dan aku tidak takut dengan ancaman mu itu." ucap Bayu dia berdiri.


Vando langsung meraih kerah baju Bayu dengan kasar dan mengenggam nya dengan wajah memandang Bayu sangat dekat sekali.


"Aku berhak melindungi orang yang aku cintai." ucap Vando lalu dia melepaskan tangan nya dengan kasar.


Bayu terdiam mendengar ucapan Vando barusan itu dia tertegun hati nya seperti ada yang aneh ketika Vando mengatakan itu.


"Pergi dari sini karna aku tidak mau mengotori tangan ku dengan memukul lelaki pengecut macam kamu." ucap Vando lagi.


Tangan Vando mengerakan mengusir Bayu mata Vando melirik Penjaga yang di belakang Bayu penjaga yang mengerti arti lirikan Bayu itu langsung meraih tangan Bayu.


"Lepas kau tidak tau siapa aku." ucap Bayu.


"Iyah kami tau kok anda itu mantan suami Nona Lexa." ucap salah satu penjaga yang memegang tangan Bayu.


"Kau." ucap Bayu dengan wajah marah sekali.


Sementara Vando tersenyum sinis mendengar ucapan penjaga nya itu seperti mengatakan bagus kerja mu.


Tanpa menunggu lama lagi Penjaga itu langsung menarik tangan Bayu dengan paksa Bayu pun mau tidak mau dia mengikuti irama langkah lelaki yang menyeret nya dengan kasar.


"Silahkan Tuan." ucap Penjaga itu dengan sopan.

__ADS_1


"Awas kalian." ucap Bayu menatap tajam kedua pria itu.


Lalu Bayu pun pergi dari depan gerbang rumah Alex dengan dendam di hati nya yang membara seperti api.


__ADS_2