Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 18 Amarah Alex.


__ADS_3

"Bay, kau mau membawa ku kemana." ucap Laras mulai panik sekali saat Bayu melajukan mobil nya cepat.


Bayu masih tak meladeni Laras dia membawa mobil nya dengan cepat sementara Laras dia mulai ke takutan dengan sikap Bayu yang menurut nya beda.


"Berhenti atau aku akan melompat." ancam Laras.


"Silahkan, karna pintu nya sudah aku kunci." ucap Bayu lagi.


Laras pun terdiam melihat sekeliling seperti nya dia pernah melintasi jalan ini tapi dimana, tiba tiba ingatan nya teringat saat Bayu menyatakan cinta nya ketika dulu SMA sedang berkemah disini.


"Bay." ucap Laras menatap Bayu.


"Kau mulai tak asing dengan jalan ini." ucap Bayu kini mulai berbicara.


Sementara Laras tidak bisa menyembunyikan perasaan hatinya dia benar benar ingin memberi tau Bayu atas keadaan nya yang mungkin Bayu sendiri akan jijik jika tau dirinya sudah kotor.


Air mata pun terjatuh dengan sendiri nya, sementara Bayu dia mulai gusar sekali hatinya seperti disayat pisau yang tajam tapi tak berdarah itu yang dia rasakan sekarang.


"Bay, aku mau pulang." ucap Laras lagi dia tidak mau meneteskan air mata di depan Bayu.


"Temenin aku makan." ucap Bayu menatap Laras.


Laras terdiam lalu berfikir sejenak mungkin tidak apa apa, Laras pun mengangguk Bayu pun melanjutkan perjalanan nya.


Bayu pun memarkirkan mobil nya di cafe deket dengan SMA nya, Laras yang turun dari mobil pun kaget biasa nya dirinya bercanda ria dengan Bayu di cafe ini.


Kenapa kamu membawa ku ke masa lalu Bay. Laras.


"Ayo." ajak Bayu mengandeng tangan Laras, Laras pun membiarkan nya.


Dia duduk di tempat biasa pojok, entah kenapa hati nya terasa sakit sekali Laras pun mengalihkan pandangan nya tak mau air mata nya terjatuh.


"Laras." Bayu memegang tangan Laras.


Laras berusaha untuk tidak memikirkan perasaan nya tapi seperti nya salah dirinya masih sangat mencintai Bayu.


"Mau kah kita mengulangi lagi, seperti dulu bercanda ria, tertawa saat kita bersama." ucap Bayu.


Laras terdiam tak bisa berkata diri nya merasa sangat kotor sekali, Laras pun melepas tangan Bayu.


"Bay, kata nya makan." ucap Laras mengalihkan pembicaraan.


Bayu pun menepukan tangan nya, karyawan yang ada di cafe itu keluar sambil membawa es cream kesukaan Laras.

__ADS_1


Betapa kaget sekali Laras saat melihat hal itu dia hampir terkejut karna kaget sementara Bayu tersenyum semoga rencana nya berhasil.


Es cream pun di taruh di meja depan Laras, Bayu menatap Laras dengan senyum dan menyuruh nya makan, sementara Laras terlihat ragu dengan tindakan Bayu.


Ragu ragu Laras mengambil sendok dia pun menyuap kan sesendok es cream yang terasa nikmat itu di mulut nya.


Baru empat suapan tiba tiba ada yang aneh dari es cream nya seperti ada sesuatu Laras pun mengambil benda itu dari mulut nya.


"Cincin." ucap Laras menatap cincin itu yang terlihat sangat bagus sekali.


"maukah kamu menikah dengan ku." ucap Bayu, mata Laras kaget sekali dia sampai membesar.


"Bay, berhenti bercanda." ucap Laras mulai emosi.


"Tidak Laras, aku beneran aku mau kita memulai dari awal dan aku pastiin keluarga ku akan menerima mu sepenuh nya." ucap Bayu dia sambil memegang tangan Laras.


Laras terdiam air mata nya yang tadi sempat dia tahan kini menetes, kalo dulu dia bakal berkata iya, tapi sekarang berbeda.


"Laras, kamu kenapa." ucap Bayu saat Laras menangis.


Laras pun mengapus air mata nya dia langsung mengalihkan mata nya melihat yang lain berusaha tidak menangis lagi.


"Kasih cincin ini pada Lexa, aku tak pantas menerima nya." ucap Laras dia berdiri sementara Bayu menatap Laras bingung.


Ucapan Bayu barusan membuat Laras kian berat melepaskan nya dia benar benar tidak bisa mengatakan, dirinya yang sudah kotor.


"Beri aku alasan supaya aku bisa melepas mu." ucap Bayu kali ini dia menatap wajah Laras.


"Aku gak bisa." ucap Laras dia berlari keluar dari cafe itu dengan air mata.


Bayu mengejar Laras, dan akhir nya berhasil juga dia pun menahan tangan Laras menyuruh nya diam.


"Baik, aku terima keputusan mu tapi aku butuh waktu tuk melupakan mu." ucap Bayu.


Perkataan Bayu barusan entah kenapa membuat nya seperti makan buah simalakama, Laras menatap wajah Bayu ingin sekali dia menceritakan tapi mulut ini terasa terkunci.


"Bay, ayo pulang." ucap Laras dia tak menjawab omongan Bayu tiba tiba perkataan nya keluar begitu saja.


Tapi Bayu pun menuju mobil nya, Laras pun mengikuti nya dari belakang dia pun naik mobil Bayu, saat di perjalanan mereka hanya diam membisu tak mengucapkan satu kata pun termasuk Bayu.


Mobil pun berhenti di depan kosan Laras, saat Laras baru sadar Bayu tidak tau kalo dirinya sudah tidak ngkos di situ, wajah Laras semakin panik.


"Bay, sampai sini saja." ucap Laras.

__ADS_1


Bayu pun menghentikan mobil nya Laras pun turun dari mobil Bayu, Bayu meninggalkan Laras yang masih berdiri mematung menunggu nya pergi.


Bayu pun pergi dari tempat itu, saat di perjalanan handphone Bayu ada yang menelvon dengan cepat Bayu mengangkat nya.


"Iyah Mah." ucap Bayu.


"Baik, saya akan ke rumah sakit sekarang." ucap Bayu dia mematikan telvon nya.


Mobil Bayu melaju kencang, Laras pun keluar dari jalan itu, dia menghentikan taksi yang melintas di depan nya.


Di perjalanan Laras mengutuki diri nya yang bodoh kenapa pergi dengan Bayu tidak mengenal waktu sama sekali bahkan pulang pun sampai larut malam.


Taksi pun berhenti di gerbang rumah Alex, Laras kemudian turun dari taksi itu dia masuk ke gerbang itu dengan perasaan takut saat melihat bagasi tidak ada mobil Alex dia bersyukur sekali.


Langkah kaki pun masuk ke rumah Alex saat Laras melewati ruang tamu itu Alex sedang duduk dengan wajah marah sekali melihat Laras.


"Lihat, jam berapa kamu pulang." ucap Alex mata nya masih menatap tajam Laras.


Dengan sangat kaget Laras berusaha menutupi kegugupan nya, itu dengan membenarkan tas nya.


"Aku tadi ada kelas sore." bohong Laras pada Alex yang masih menatap nya tajam sekali.


"Kau kira aku tidak tau." ucap Alex itu dia melangkah mendekati Laras dengan wajah marah sekali.


"Maaf Tuan." ucap Laras dia menunduk takut.


"Kau tau Lexa, sedang terbaring sakit tapi kau malah asik asik kan dengan calon suami nya." ucap Alex sudah sangat marah


"Maaf Tuan." ucap Laras dengan menunduk.


"Maaf. Kau tau adik ku sakit karna ulah kalian, masih bisa kau mengucapkan kata maaf." ucap Alex.


"Dasar wanita murahan, pergi kamu dari sini, Aku tak sudi melihat wajah murahan seperti diri mu." Alex dengan nada tinggi.


"Kau kira aku mau disini, baik jika itu keinginan mu, Aku akan pergi dari sini dan ingat aku bukan wanita murahan seperti ucapan mu, lihat lah dirimu yang duluan menempel pada ku, kau kira aku sudi tidak sama sekali." ucap Laras.


Plak.


Tamparan keras mengenai pipi Laras.


"PERGI WANITA MURAHAN." suara Alex memenuhi ruangan nya.


Laras pun berdiri dia masih memegang pipi nya dan menatap Alex dengan tajam hatinya sungguh sakit sekali dengan perkataan nya.

__ADS_1


__ADS_2