
Sebuah ketukan pintu membuat Laras kaget dia pun menatap pintu itu dengan wajah merona mendengar suara di balik pintu itu.
"Sayang aku mau mandi, kenapa di kunci." ucap Alex dia juga sama merona nya.
"Aku malu, tunggu malu ku reda dulu baru aku bukain pintu." ucap Laras dari dalam sana.
"Yaudah aku ke kamar mandi bawah aja." teriak Alex sambil menunggu jawaban Laras.
Laras yang berdiri di depan pintu pun kaget mendengar jawaban Alex, dengan cepat Laras membuka pintu nya dan Alex berdiri tersenyum pada Laras yang berhasil dijahilinya.
Sebuah pelukan mendarat di tubuh Laras Alex memeluk nya dengan erat sekali Laras hanya terpaku diam senyum di bibir nya terukir dengan manis sekali.
"Mengemaskan sekali seperti bayi." ucap Alex masih tersenyum melihat tingkah Laras yang malu malu.
"Aku gak sabar ingin mempunyai anak dari kamu." ucap Alex sambil memeluk Laras.
Mendengar ucapan Alex barusan ada perasaan sedih di hatinya, tapi Laras mencoba menepis nya dengan senyum mungkin belum saat nya dirinya mengandung.
"Maaf aku belum bisa memberi mu seorang anak." ucap Laras wajah nya menatap lekat Alex.
"Tidak apa apa, mungkin belum saat nya. sudahlah jangan di masukan kehati yang terpenting kita bisa memulainya." ucap Alex dengan alis di angkat satu.
"Maksud kamu apa." ucap Laras tak mengerti.
Tatapan nakal dari mata Alex langsung terbaca Laras dengan cepat Laras menahan tubuh Alex sambil tersenyum manis.
"Tahan, mandi dulu geh bau." ucap Laras sambil menutupi hidung nya.
"Yah." ucap Alex sambil menunjukan raut wajah kecewa.
Alex pun langsung berhambur pergi ke kamar mandi dengan semangat sekali wajah nya benar benar bahagia, sementara Laras dia pun langsung menuju dapur ingin membuat nasi goreng spesial.
Laras pun menatap dapur dengan wajah sedikit sedih karna bayangan nya langsung tertuju pada awal dirinya datang ketempat itu dengan cepat Laras menepis semua kenangan lama itu.
"Seperti nya membuat nasi goreng spesial enak juga." ucap Laras.
__ADS_1
Laras pun mengambil bahan bahan dari dalam lemari es yang isi bahan bahan nya sudah di penuhi semua kebutuhan membuat nasi goreng.
Sementara itu di rumah sakit Vando menatap wajah Lexa yang masih tertidur dengan sangat pulas nya sekali.
Ingin rasa nya Vando memeluk tubuh lemah yang ada di hadapan nya itu mendekap nya dengan erat dan tidak ingin membuat nya menangis.
Karna tak sanggup melihat keadaan Lexa seperti itu, Vando pun hendak keluar dari ruangan itu tapi tangan nya langsung di tahan Lexa yang menatap dirinya dengan lemah sekali.
Vando melihat mata Lexa yang menatap nya itu ada perasaan yang tak bisa dia katakan hati nya sangat tersayat sekali.
"Apa kau mencintai ku." ucap Lexa dengan suara lemah sekali.
Vando hanya tertegun mendengar ucapan Lexa barusan dia hanya terdiam entah harus menjawab apa Vando semakin bimbang akan jawaban dirinya sendiri.
"Apa kau mencintai ku." ucap Lexa lagi mata nya masih fokus menatap wajah Vando yang tak bergeming.
"Nona, sebaik nya anda istirahat." ucap Vando dia langsung menepis tangan Lexa dengan halus.
Mata Lexa menatap tangan yang baru di tepis Vando ada senyum sedih menatap tangan nya sendiri.
Vando yang tak bisa mengelak lagi pun kini kembali menatap wajah perempuan yang sangat dia cintai itu dengan lembut menatap nya dengan penuh kasih sayang.
"Aku yang tak pantas untuk mu Nona, saya sadar hanya bawahan sementara Nona bagi saya hanya atasan yang tak sepatut nya aku menaruh hati kepada anda Nona." ucap Vando menjelaskan dengan nada bicara yang bergetar.
Lexa melepaskan genggam tangan nya dia meraih tangan Vando dengan perlahan dan menatap wajah nya dengan sorot mata menyayat hati Vando.
"Berarti tugas mu hanya melindungi ku, menjaga ku dan tidak membuat ku terluka." tanya Lexa dengan masih menatap Vando.
"Iyah Nona." ucap Vando mata nya berusaha mengalihkan pandangan dari wajah Lexa.
"Bohong." ucap Lexa sambil tersenyum dengan sinis membuat Vando kembali menatap Lexa.
"Aku tidak berbohong." bantah Vando.
Itu tugas ku sebagaian. lanjut Vando di dalam hati nya.
__ADS_1
"Lalu kenapa sekarang kamu lalai dengan tugas mu, kau lalai dalam menjaga, melindungi ku." ucap Lexa tinggi hampir saja Lexa membentak.
"Ini semua karna kamu, kalo saja kamu tidak lalai melindungi ku. aku tidak pernah merasa seperti ini jadi janda dan sekarang aku mengandung." ucap Lexa sebuah perkataan penuh penyesalan.
Lexa pun menumpahkan air mata nya yang sudah lama sekali dia bendung kini tangan Lexa menutupi wajah nya yang masih menangis.
"Maafkan saya Nona." ucap Vando berusaha tegar.
"Pergilah aku tak akan menahan mu lagi." ucap Lexa dia pun menghapus air mata nya dan kembali berbaring membelakangi Vando.
Vando terdiam dia menatap rambut Lexa yang terurai rapih sementara pemilik nya di bawah sana sedang menangis menahan sesak di hati nya.
"Maafkan aku Nona." ucap Vando sekali lagi tapi tak ada sahutan dari Lexa.
Vando pun keluar dari ruangan Lexa dia berhenti di depan pintu ruangan Lexa memukul mukul dada nya yang terasa sesak sekali andai saja dia melarang Lexa menikah dengan lelaki brengsek itu tapi percuma saja dirinya melarang Lexa waktu itu karna Vando sadar dia hanya seorang ajudan.
Kini penyesalan datang di akhir, Vando fikir Lexa akan bahagia bersama Bayu lelaki yang selama ini dia cintai tapi takdir berkata lain.
Setelah kepergian Vando, Lexa bangun dari tidur nya dia menatap dinding yang ada di depan nya itu dengan tatapan kosong sekali.
Tangan lembut Lexa mengelus perut nya yang mulai membuncit ada gerakan kecil dari dalam perut nya, tiba tiba Lexa tersenyum.
"Mamah akan menjaga mu nak." ucap Lexa sambil mengelus perut nya.
Vando yang melihat dari luar pintu pun menatap Lexa dengan sedih harus nya dia mengatakan kalo dirinya sangat mencintai nya.
Karna tak tahan dengan pemandangan di depan Vando pun langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Lexa.
"Aku sangat mencintai mu, Nona Alexa izinkan aku mewarnai hidup mu." ucap Vando dengan masih menatap wajah Lexa yang kaget karna kedatangan nya.
"Apa kamu menerima semua keadaan ku sekarang, bahkan aku sedang mengandung." ucap Lexa suara nya hampir menangis.
"Aku mecintai mu tulus, bukan karna dirimu siapa. jika Nona tidak keberatan aku mau menjadi Ayah dari anak Nona yang masih di dalam kandungan." ucap Vando serius.
Lexa pun mengangguk dia tidak ingin anak nya lahir tanpa sesosok ayah di samping nya tanpa mereka sadari Bayu berdiri di depan pintu ruangan Lexa.
__ADS_1