Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 27 Cinta mulai tumbuh.


__ADS_3

Alex pun mengambil menu itu dia lalu menyuruh pelayan itu memberikan semua menu yang paling mahal di restoran itu dan menyuruh nya cepat.


Ting.


Bunyi pesan masuk dari Sonya yang menunggu Laras dari tadi karna bentar lagu akan masuk.


Laras kamu dimana, aku sudah makan duluan habis nya kamu lama. isi pesan singkat Sonya.


Laras pun hendak membalas sms dari Sonya tapi handphone nya langsung di ambil Alex dengan cepat.


"Pak handphone saya." ucap Laras menatap Alex dengan kesal.


Alex langsung memeriksa handphone Laras takut Bimo yang menghubungi nya saat membuka pesan dari Sonya wajah Alex sedikit senang dia bahkan tersenyum.


"Nie." Alex pun memberikan kembali handphone nya yang diambil tadi.


Saat itu pelayan datang dengan membawa banyak sekali makanan Laras yang tadi memesan menu itu tidak ada di pesanan nya.


"Maaf mba seperti nya ini bukan pesanan saya." ucap Laras pada pelayan itu.


"Iyah mba, tapi ini pesanan Pak Alex." ucap pelayan itu dengan sopan.


Laras melihat Alex wajah nya sangat kesal sementara Alex menatap nya dengan senyuman di bibir nya.


Kalo tau gini jangan tanya menu apa. Laras.


"Kamu terlihat kesal." ucap Alex seakan tidak mengetahui alesan nya kesal.


"Tidak Pak sama sekali tidak." ucap Laras dengan senyum.


"Ayoo makan." ucap Alex dengan semangat Alex pun mengambil makanan.


Laras pun mengambil sendok dan menyantap makanan di depan nya dengan kesal saat sudah memasukan nya di dalam mulut rasa kesal itu hilang lenyap.


"Emmm, ini enak banget." ucap Laras dia pun kembali memasukan makanan itu kemulut nya.


Alex yang melihat nya pun tersenyum bahagia Laras sangat menikmati makanan nya sampai tidak menghiraukan Alex yang di depan nya terus menatap nya dengan senyum.


"Pak." panggil Laras lagi.


"Yah." ucap Alex menatap Laras.


"Kenapa tidak di makan." ucap Laras saat melihat makanan di piring Alex masih utuh.


"Melihat kamu makan aja bikin aku kenyang." ucap Alex mata nya masih menatap Laras.

__ADS_1


Dia kira aku makanan bikin kenyang perut orang. Laras.


Karna terus di liatin seperti itu membuat Laras kesal dia pun berhenti makan dan melihat ke arah Alex dengan mata marah.


"udah kenyang." ucap Alex lagi.


Laras melihat makanan di depan nya masih banyak tapi Laras tak perdulikan ucapan Alex dia pun lanjut makan.


"Astaga." ucap Laras saat melihat jam di tangan nya.


"Kenapa." ucap Alex menatap Laras dengan kaget.


"Pak istirahat sudah selesai dari tadi." ucap Laras dia pun bersiap siap.


"Habiskan dulu." ucap Alex menahan Laras yang sudah berdiri dari tadi.


Laras melihat makanan di piring nya yang sudah kosong sementara makanan di piring Alex masih utuh.


"Ada juga Pak Alex, yang harus habiskan lihat tuh piring saya sudah kosong." ucap Laras dengan cepat.


Laras pun menaruh uang di meja itu saat itu Alex menatap nya dia menyuruh Laras tidak usah membayar nya.


"Biar saya aja." ucap Alex pada Laras.


"Maaf pak saya bisa bayar sendiri." ucap Laras.


Saat melihat angkot yang berjalan di depan Laras pun berteriak dan angkot nya berhenti di depan nya sementara Alex dia baru keluar dari restoran itu saat melihat Laras tidak ada di mobil wajah Alex marah.


"Berani sekali dia pergi tanpa seizin ku." ucap Alex marah sekali dia pun memukul setir mobil nya.


Laras sudah sampai di kantor Alex saat Laras sedang berjalan semua karyawan menunduk sopan pada Laras.


Ini nie efek ucapan dari Alex. Laras.


Saat itu Bimo melihat Laras yang akan masuk ke lift dia pun berlari mengejar Laras.


"Laras." panggil Bimo dengan keras sekali.


Laras yang di panggil pun berhenti melangkah dia menunggu Bimo yang tak jauh dari nya.


"Apa benar kamu istri nya Pak Alex." ucap Bimo dengan wajah yang sedikit tak percaya.


Laras terdiam dia harus berbicara apa dengan orang yang di hadapan nya ini sementara Bimo menunggu jawaban Laras yang sangat lama sekali.


"Emm, gini." ucap Laras gugup.

__ADS_1


"Yah dia istriku." suara yang tak asing bagi mereka berdua dan mereka pun langsung melihat ke sumber suara itu.


Bimo menatap Alex wajah nya seperti kecewa Laras bisa melihat dari mata nya sementara Alex langsung memeluk Laras dari belakang padahal di situ sangat ramai.


"Sayang." ucap Alex.


Semua karyawan yang mendengar nya pun seperti tersentak kaget dengan ucapan Alex biasa nya dia selalu tegas tapi tadi dia berbicara sangat manja sekali.


Bimo melihat Alex yang memeluk Laras sementara Laras sangat kaget sekali dengan tingkah Alex itu.


"Kalo begitu saya permisi dulu Pak." ucap Bimo melangkah meninggalkan mereka berdua.


Alex tak menjawab atau pun menoleh ke Bimo dia hanya nemplok di Laras saja seperti tersadar Laras pun melepaskan tangan Alex yang memeluk nya.


"Maaf Pak." ucap Laras.


Laras pun meninggalkan Alex dia berlari ke arah toilet wajah nya benar benar merah sekali seperti kepiting rebus sementara Alex terlihat bahagia karna sudah menyingkirkan saingan nya.


"Kenapa dengan Alex sih bikin jantung mau jatuh aja." ucap Laras.


Dia pun lalu mencuci mukanya menghilangkan rasa itu setelah selesai Laras melihat ke cermin yang ada di depan menatap pantulan dirinya.


"Laras fokus pada tujuan mu yang pertama." ucap Laras setelah lega dia pun keluar dari kamar mandi.


Saat sudah ada di depan pintu ruangan Alex sebelum masuk Laras pun menghirup udara dengan banyak lalu menetralkan dirinya.


"Kamu pasti bisa Laras." ucap Laras.


Laras pun membuka pintu lalu disana sudah ada Alex yang sangat fokus sekali di laptop nya dengan pelan sekali Laras menutup pintu nya.


"Habis dari mana." suara itu menghentikan langkah Laras yang sedang berjalan ke arah tempat kerja nya.


"Ke kamar mandi Pak." ucap Laras sesopan mungkin.


Alex pun menghentikan mengetik di laptop nya dan menatap Laras tajam lalu berdiri mendekati Laras.


"Aku mau kamu pulang ke rumah ku." ucapan Alex membuat Laras kaget sekali.


"Pak." ucap Laras.


"Tidak ada alasan apa pun karna kau sudah tanda tangan di kertas ini." ucap Alex lalu menaruh kertas nya di meja Laras.


Laras terdiam menatap kertas yang ada di depan nya itu sementara Ales dia menatap Laras dengan tajam.


"Kalo kamu tidak mau menyelesaikan kontrak ini kamu akan tau sendiri akibat nya." ucap Alex di telinga Laras.

__ADS_1


Laras terdiam seribu bahasa dia bahkan baru saja bisa terbebas dari monster sekarang dirinya terjebak.


__ADS_2