Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 38 Menyatakan perasaan.


__ADS_3

Alex terus menatap Laras yang tertidur dengan sangat lelap nya senyum Alex mengembang sekali.


"Tuan kita mau kemana hotel atau rumah." ucap Vando dengan pelan sekali.


"Rumah kau tidak lihat istri ku tertidur begitu." ucap Alex dengan kesal.


"Maaf Tuan." ucap Vando dia melanjutkan menyetir ke rumah Tuan nya.


Sonya sedang menatap layar ponsel nya foto berdua dengan Laras sahabat yang sekarang entah kemana pergi nya.


"Apa aku harus kembali ke tempat itu, tapi aku disini sudah mempunyai pekerjaan dan tidak enak jika aku pergi begitu saja." ucap Sonya dia mondar mandir dengan memikirkan masalah ini.


Saat sedang memikirkan pintu kosan nya kembali di ketuk dengan cepat Sonya membuka pintu kosan nya.


"Herman." ucap Sonya kaget.


Herman langsung memeluk Sonya dengan erat dia sangat khawatir sekali mendengar gosip para tetangga nya.


"Kamu tidak apa apa." ucap Herman dengan wajah khawatir sekali.


Sonya mengeleng sejujurnya Sonya mulai membuka hati untuk Herman tapi dia takut keluarga nya tak merestui nya seperti cinta pertama nya.


"Syukurlah." ucap Herman wajah nya mulai tenang.


Herman baru menyadari dirinya masih memeluk Sonya dia dengan cepat melepas kan nya takut Sonya marah.


"Maaf aku sangat khawatir jadi aku hilang kendali." ucap Herman dia tidak berani menatap mata Sonya.


"Herman." ucap Sonya dia menatap Herman.


Herman yang nama ny di panggil dengan lembut pun kembali menatap Sonya dengan lembut.


"Son aku minta maaf tapi tolong jangan menghindari ku jangan marah pada ku karna aku, aku sangat mencintai mu." ucap Herman akhirnya perkataan yang selama ini dia tahan pun keluar begitu muda nya.


Wajah Sonya cukup tenang mendengar pengakuan Herman entah kenapa hati nya begitu bahagia sekali.


"Apa orang tua mu merestui hubungan kita." tanya Sonya pada Herman.


"Pasti nya karna ini pilihan ku." ucap Herman dengan cepat.


Senyum Sonya berdebar dengan kencang kemudian Sonya mengangguk kan kepala dia menerima cinta tulus dari Herman.


Betapa bahagia sekali wajah Herman saat Sonya menerima nya karna selama ini Sonya selalu menghindari nya hanya lewat Laras dia memberikan sesuatu pada Sonya.


Herman langsung memeluk Sonya dengan erat dan bahagia sekali sementara Sonya dia membalas pelukan hangat Herman.


"Makasih sudah menerima hati ku." ucap Herman dia mengecup kening Sonya dengan lembut.


Sepertinya aku harus bertahan Laras semoga kamu bahagia dengan pilihan mu. Sonya.


Laras terbangun di kamar yang menurut nya asing dia melihat sekeliling sungguh mewah dan sangat anggun berbeda dengan kosan nya.


Dari pintu kamar mandi Alex keluar dia melihat Laras lalu tersenyum pada nya sementara Laras terlihat bingung sekali kenapa bisa nyampai disini.


"Aku dimana." ucap Laras seakan baru sadar.


"Kamu di kamar ku." ucap Alex.

__ADS_1


Tok tok tok.


Pintu kamar Alex ada yang mengetuk mereka pun bersamaan melihat ke arah pintu itu.


"Tuan ini saya Bi Iim." ucap Bi Iim dengan sopan.


Alex melangkah menuju pintu itu dengan santai dia membuka pintu itu dia melihat Bi Iim menunduk saat Alex membuka nya.


"Tuan makanan nya sudah siap." ucap Bi iim lagi.


"Baik Bi nanti saya kesitu Bi Iim balik aja ke kamar Bi Iim." ucap Alex dengan senyum.


"Baik Tuan." ucap Bi Iim.


Sekilas saat Bi Iim balik dia melihat Laras yang sedang duduk di ranjang Alex wajah Bi Iim terlihat kaget tapi dia tidak berani bertanya pada Alex.


Pintu pun di tutup oleh Alex dia melihat ke arah Laras yang masih menatap nya dengan tatapan serius.


"Aku tunggu di ruang makan." ucap Alex dia pergi keluar dengan santai sementara Laras dia terdiam.


Laras pun masuk ke kamar mandi dia membersihkan diri nya saat sudah selesai dia memakai pakaian yang di siap kan Alex untuk nya.


Laras pun keluar dari kamar Alex dia sedikit ragu menuju ruang makan tapi hati dan tindakan nya berbeda Laras terus melnagkah tak memperdulikan hati nya.


"Aku baru saja ingin kembali ke kamar menjemput kamu." ucap Alex dia kembali duduk di bangku nya.


Laras hanya tersenyum menanggapi ucapan Alex sekilas Laras melihat sekeliling ruangan ini sama seperti dulu waktu dirinya datang kesini.


"Kenapa diam." ucap Alex saat melihat Laras hanya diam terpaku.


"Maaf." ucap Laras dia melangkah mendekati kursi dia pun duduk.


"Makasih." ucap Laras dia mengambil sendok nya.


"Aku sekarang akan berangkat ke kantor karna ada meeting yang tidak bisa di wakil kan jadi aku mohon jangan pergi dari sini." ucap Alex menatap Laras serius.


"Kenapa." ucap Laras menatap Alex.


"Kenapa kamu melakukan ini pada ku kenapa kamu tega menikahi ku hanya ingin membuat adik mu bahagia, andai dulu kamu bersikap baik pada ku mungkin aku juga akan membuka hati untuk mu." ucap Laras dengan pelan.


"Aku minta maaf untuk masalah itu karna aku dulu memegang janji dan prinsip untuk membuat Lexa bahagia tanpa aku sadari aku mulai menyukai mu dan mengesampingkan perasaan ku." ucap Alex dengan jujur.


Laras mencoba mendengarkan nya sangat serius sementara Alex dia menatap Laras dengan serius.


"Aku tau perbuatan dulu ku sangat keterlaluan pada mu bahkan sangat kejam tapi izinkan aku menebus semua kesalahanku dulu dengan cara membahagiakan mu." ucap Alex dia serius dengan ucapan nya.


Air mata Laras terjatuh mendengar ucapan Alex barusan itu sejujur nya selama dia di kampung itu Laras sudah mulai membuka hatinya untuk Alex tapi dirinya sendiri tidak menyadari.


Melihat Laras menangis Alex langsung menuju ke Laras dia megang tangan nya dengan lembut.


"Maaf karna aku dulu sangat jahat." ucap Alex dia memeluk Laras.


Laras menangis dia sungguh bahagia dengan ucapan Alex itu pengakuan yang selama ini ingin dia dengar bukan paksaan dan tekanan.


"Aku janji akan melindungi mu." ucap Alex dia masih memeluk Laras.


"Lindungi lah aku cintai lah aku seperti perkataan mu barusan itu karna aku butuh bukti bukan janji." ucap Laras dengan lembut.

__ADS_1


Alex yang mendengar ucapan Laras barusan melepas pelukan nya dia menatap wajah Laras dengan lembut mencari sebuah kebohongan tapi tidak ada di mata nya.


Senyum Alex mengembang mendengar ucapan Laras barusan itu Alex langsung mencium bibir Laras dengan lembut hati nya sungguh bahagia sekali.


Laras pun membalas ciuman Alex hatinya sudah sepenuh nya untuk Alex berbeda dari setahun yang lalu hatinya masih terbagi.




Hay Para pembaca setia Boneka Tuan Kaya.



Author mohon maaf kalo alur nya agak berliku karna memang seperti itu cerita Author yang buat karna belum selesai jadi mohon bersabar yah.



Author juga ingin memberitahu pada para pembaca yang setia pada BTK ini kalo Author akan Up pada hari Sabtu dan Minggu jadi mohon bersabar 😊.



Jangan sedih yah Author juga bakal banyak Up nya di hari itu dan mohon dukung Author yah.



Vote



Like



Komen



Dari kalian sangat Author harapan kan karna itu obat Author bersemangat menulis 🙊🙊🙊.



Ohh yah jangan lupa ikuti ig Author juga yah.



ig : Aamaminah45.



Aku tunggu follow dari kalian 😍😍😍



Semoga kalian selalu sehat dan di jauhan dari virus yang bernama Corona ini sekian dari Author salam manis untuk kalian.


__ADS_1


👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋


__ADS_2