
Alex sedang mandi sementara Laras yang sedari tadi penasaran dengan pemberian Vivian pun dengan cepat membuka kotak itu, betapa terkejut sekali wajah Laras saat melihat tulisan dalam surat itu.
Aldo. Laras.
"Apa isi nya." ucap Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Laras pun kaget dia langsung menutup kembali kotak itu dan berdiri dengan jantung yang masih berdetak kencang berusaha menutupi rasa kaget nya.
"Tidak ada." ucap Laras tertunduk.
Alex menatap wajah Laras dengan hati kesal sekali berani sekali dia berbohong di depan nya jelas jelas tadi Laras habis melihat pemberian Vivian.
"Besok aku akan pecat Vivian." ucap Alex dia pun langsung pergi dari kamar nya.
Laras yang mendengar ucapan Alex barusan pun mengejar Alex dan berhasil meraih tangan Alex tepat di depan kamar nya.
"Jangan, Vivian tidak tau menahu tentang kotak itu dan kotak itu." Laras terdiam dia menatap Alex.
"Dia adalah Kak Aldo, dia dulu kakak Laras di panti asuhan entah kenapa dia sekarang mencari aku." ucap Laras menjelaskan.
"Kalo kamu tidak mau Vivian dipecat jangan terima pemberian apa pun dari cowok termasuk Aldo, entah kakak angkat kamu atau enggak aku tak peduli." ucap Alex lalu mengempaskan tangan Laras dengan kasar.
"Sayang, kamu imut deh kalo lagi cemburu." ucap Laras dengan senyum diwajahnya.
Alex pun menghentikan langkahnya dia berbalik menatap Laras yang sedang tersenyum manis padanya, entah kenapa hatinya tiba tiba lupa akan cemburunya barusan itu.
Laras meraih tangan Alex dengan lembut dan meletakan nya didadanya mata mereka saling beradu menyiratkan tanda cinta satu sama lain.
"Percayalah aku hanya mencintai mu tak ada yang lain." ucap Laras menyakinkan Alex.
Alex pun meraih tangan tubuh Laras dan memeluk nya dengan erat sekali seakan tidak ingin melepaskan nya sedetik pun.
Prangg.
Sebuah benda jatuh dari lantai bawah, Alex dan Laras pun melepaskan pelukan nya mereka saling menatap lalu berhambur menuju suara benda jatuh tadi.
__ADS_1
"Lexaaa." teriak Alex tinggi sampai mengema ke seluruh ruangan tamu.
"Alex disini Lexa." panggil Laras dengan wajah ketakutan karna melihat darah keluar dari kaki Lexa.
Alex dengan cepat sekali berhambur ke arah Laras dan mendapati Lexa yang sedang terbaring tak berdaya.
Dengan cepat Alex membawa Lexa kerumah sakit, sesampainya disana Lexa langsung dibawah keruang operasi dengan cepat dokter menanggani lexa.
Sementara itu di luar ruangan Alex dan Laras yang menunggu Lexa nampak sangat khawatir sekali mereka saling menatap pintu ruangan Lexa satu jam telah berlalu seorang Dokter keluar dari ruangan itu.
"Dok, bagaimana keadaan adik saya." ucap Alex dengan gemetar.
"Syukurlah Tuan Alex datang tepat waktu seandainya telat beberapa menit lagi nyawa Nona Lexa tidak dapat diselamatkan." ucap dokter itu.
"Bagaimana dengan janin nya dok." ucap Laras yang sedari tadi hanya diam.
"Maaf, Tuan dan Nona. Janin yang ada di perut Non Lexa keguguran karna pengaruh obat." ucap Dokter itu.
Alex yang mendengar ucapan dokter pun hanya terdiam dia menatap pintu ruangan Lexa, dengan wajah sedih sementara Laras meneteskan air mata.
Inikah yang kamu inginkan Lex. Alex.
"Kenapa." ucap Alex menahan amarah.
"Kenapa hal mengerikan itu menimpa Lexa, KENAPA." teriak Alex dia terjatuh dilantai sambil menangis.
Laras pun memeluk Alex dia melihat Suaminya yang gagah kini terpuruk rapuh begitu sangat menyayangi Lexa sekali sekarang Laras sadar kenapa dulu Alex melakukan hal itu kepada dirinya.
"Kamu harus kuat, jangan menghakimi Lexa dia juga tidak mau seperti ini mungkin ada alasan kenapa Lexa harus melakukan hal keji ini." ucap Laras sambil memeluk Alex yang masih menangis dipelukan nya.
Drag drag drag.
Suara orang yang berlari ke arah Alex dan Laras dia berhenti ketika melihat Alex dan Laras ada di depan pintu itu, Alex menatap pria itu dengan amarah sekali Alex pun berdiri dan meraih kerah bajunya dan dihimpitkan ke tembok.
"Karna kamu Lexa keguguran, ini semua karna kamu." teriak Alex didepan wajah Bayu.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyuruh Lexa sedikit pun untuk mengugurkan janin itu justru aku ingin memperbaiki semua kesalahan ku selama ini kepada Lexa." teriak Bayu tak mau kalah.
"Memperbaiki, kau fikir aku bodoh." ucap Alex masih dengan nada tinggi.
"CUKUUP, berhenti. kalo kalian masih ingin berantem silahkan keluar jangan disini ini rumah sakit bukan taman bermain, kasian Lexa dia belum sadarkan diri kalian malah berantem." ucap Laras melerai.
Alex dengan cepat melepaskan tangan nya dengan kasar sekali, sementara Bayu membenarkan kerah bajunya yang berantakan suasana pun kembali hening sunyi.
Malam pun datang tapi Lexa belum sadarkan diri, sementara diluar ruangan Lexa, Bayu Laras dan Alex, kini mereka saling duduk berdampingan Laras ditengah supaya tidak terjadi keributan seperti tadi siang.
"Kenapa, kamu menodai Laras dan memfitnah Laras seolah olah dia perempuan tidak pantes untuk ku." sebuah suara membuyarkan lamunan Laras dan Alex.
Laras menatap Bayu yang kini menatap nya lekat sekali ada sepercik rasa sedih karna tak bisa melindungi dirinya, sementara Alex menatap Laras yang sedang menatap Bayu.
"Karna aku mencintai." ucap Alex matanya masih menatap tajam ke Laras.
Mendengar ucapan Alex barusan itu Laras langsung melihat wajah Alex dengan serius dan berusaha tenang sekali ada sepercik rasa bahagia ketika Alex mengatakan barusan itu.
Mencintai. Laras.
Senyum Laras terukir walau tidak lebar tapi kali ini Laras benar benar tersentuh dengan ucapan Alex barusan itu.
"Alasan yang tak masuk akal." ucap Bayu lagi.
"Sudahlah, aku bilang berhenti aku Capek lihat kalian berantem mulu kayak tom and jerry tau enggak." ucap Laras terlihat sekali wajah nya kesal.
"Kok kamu yang terlihat sewot harus nya aku yang terlihat sewot." ucap Alex menatap Laras.
"Tau aahhh." ucap Laras berdiri.
"Lanjutkan pertengkaran kalian aku bosan sedari tadi hanya menonton kalian saja." ucap Laras saat akan pergi.
Alex dan Bayu pun menatap kepergian Laras entah kenapa Laras terlihat imut sekali bersikap seperti barusan itu, Laras pun menuju cafe yang ada di dekat rumah sakit sedari tadi Laras menahan haus dan lapar.
"Lebih baik menunggu disini ketimbang melihat dua setan aduh bacot, tapi kalo difikir fikir mereka terlihat serasi." ucap Laras sambil nyerocos sendiri sementara mulutnya penuh dengan makanan.
__ADS_1
"Laras, ini kamu kan." sebuah suara dari arah belakang punggung Laras.
Laras pun menatap lelaki yang hampir mendekatinya itu kaget bercampur bahagia sekali langkah lelaki itu pun sedikit di percepat agar sampai di meja Laras.