Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 59


__ADS_3

"Dia pembunuh." ucap Lexa lalu kembali tak sadarkan diri nya.


Laras yang menyadari tangan Lexa melepaskan genggaman nya itu kaget dan dan langsung menarik tangan lexa.


"Lexa bangun." teriak Laras dengan wajah ketakutan sekali.


pembunuh Apa yang dimaksud lexa. Laras.


Sebuah pintu langsung terbuka, mata Laras menatap pria itu walau lelaki itu tak asing tapi Laras agak takut melihat nya entah kenapa.


"Lexa apa sudah sadar." tanya Bayu menatap Laras yang tampak bengong saja.


Pembunuh. Laras.


Kata kata dari mulut Lexa barusan terus berputar putar diotak nya saat Bayu akan melangkah mendekati Laras, Laras berteriak dan menghentikan Bayu.


"Berhenti, kamu tau kan Alex tidak mengizinkan kamu melihat Lexa." ucap Laras dengan nada tinggi.


"Hahaha." sebuah suara keluar dari mulut Bayu.


Betapa kaget sekali Laras mendengar dan melihat sikap Bayu berperan menjadi Antagonis sementara Aldo dia menatap Laras dengan sedih karna dia benar benar tidak tau akal licik Bayu.


"Bayu kenapa kamu bisa masuk." ucap Laras gemetar sementara Bayu terus melangkah mendekati Laras.


Laras mundur perlahan lahan dia benar benar takut dengan kondisi suasana ini, Aldo yang ada di belakang Bayu tampak terlihat biasa aja seakan dia tidak perduli dengan apa yang ada di depan nya itu.


"Aku masih mencintai mu." ucap Bayu penuh dengan ketulusan.


"Bayu, hentikan aku sudah mencintai yang lain." teriak Laras dengan hati sangat marah sekali.


"Kamu tau betapa aku sangat marah benci menahan sakit hati atas apa yang Alex lakukan padamu, kamu tidak lupakan bagaimana Alex menodai mu." ucap Bayu mengingatkan.


Laras terdiam, ucapan Bayu barusan itu benar benar membuat nya mengingat masa lalu yang kelam hanya air mata yang keluar dari sudut mata nya yang indah.


"Itu dulu sebelum aku mengenal nya lebih dalam, sekarang aku sudah bahagia Bay. Alex mencintai ku dengan tulus begitu juga aku Bay." ucap Laras dengan gemetar.


Praanggg.


Bayu melempar Vas bunga yang ada disamping nya hingga hampir mengenai wajah Laras, Laras kaget sekali dia menatap Vas bunga yang hancur berkeping keping di bawah kakinya itu.


"Itu dirimu dulu kamu ingat, sekarang waktunya kamu balas dendam atas apa yang pernah mereka lakukan pada mu." ucap Bayu dengan kesal.

__ADS_1


Bruggg.


Alex memukul Bayu dari belakang dengan keras sekali betapa kaget sekali Laras mengetahui ada Alex di belakang Bayu.


"Nyali mu sungguh berani." ucap Alex dengan wajah masih marah.


"Kenapa saya harus takut kepadamu Tuan Alex." ucap Bayu dia berdiri dari lantai karna bekas pukulan Alex barusan itu.


Alex mengepalkan tangan nya kuat sekali, saat akan hendak memukul Bayu, Lexa sadar dia menatap ruangan nya remang remang mata Lexa beradu pandang dengan mata Alex.


"Abang." panggil Lexa lemah hanya air mata yang menyatakan betapa sakit sekali hatinya.


"Keluarga Bayu Pembunuh orang tua kita." ucap Lexa dengan amarah memuncak dihatinya.


Mendengar ucapan lemah Lexa barusan itu membuat Alex geram dia hendak memukul Bayu tapi di pukul oleh Aldo.


Bruukk.


"Abang." Teriak Lexa.


Tubuh Alex terjatuh tak sadarkan diri Aldo memukul kepala nya dengan kencang sekali, Laras pun langsung berhambur menuju tubuh Suaminya yang terkapar tak berdaya.


"Kak Aldo kenapa memukul Alex, apa salah nya." bentak Laras dengan wajah marah sekali.


"Karna dia telah menyakiti orang yang aku sayang." ucap Aldo dengan wajah penuh amarah.


"Kak, aku mohon jangan seperti ini." ucap Laras dengan sangat sedih air mata nya masih mengalir dengan deras sekali.


Lexa pun melepas Selang Oksigen nya lalu berhambur menuju tubuh Alex yang sedang tertidur pulas.


"Abang, Bang bangun Lexa minta maaf Bang." tangis Lexa meledak dengan keras.


Lexa pun menatap Bayu dengan wajah marah Lexa dengan cepat menghampiri Bayu hendak membunuh Bayu tapi Bayu dengan cepat mendorong tubuh Lexa dengan keras sekali hingga Lexa membentur tembok.


"Lexa." teriak Laras.


Laras langsung berhambur memeluk tubuh Lexa dengan kencang sekali, tangan Lexa mengeluarkan darah.


"Lexa, kamu tidak apa apa." ucap Laras.


Lexa meraih tangan Laras dengan lembut ingin mengatakan sesuatu tapi Bayu langsung meraih tangan Laras menyeret nya dengan kasar.

__ADS_1


"Bayu lepas." ucap Laras dengan kencang.


"Kamu hanyalah milik ku." ucap Bayu menatap wajah Laras dengan wajah sangat menakutkan untuk dilihat.


"Tidak Bayu, aku sekarang sudah punya Suami jadi berhenti mencintai ku, aku mohon Bayu." ucap Laras air mata nya masih terjatuh dengan deras dipipinya.


Saat Bayu hendak mencium Laras Alex tersadar langsung saja bangun dan menarik tangan Bayu yang memegang tangan Laras.


Brugg.


Tubuh Bayu terjatuh Alex langsung meraih Laras dan menghampiri Lexa rahang Alex mengeras karna melihat adik tersayang nya terluka.


"Dek, kamu tidak apa apa." ucap Alex membangunkan Lexa.


"Abang." ucap Lexa dia langsung berhambur memeluk Alex dengan kencang sekali.


"Abang, dia lelaki brengsek dia membunuh orang tua kita dan juga membunuh orang tua Laras dan dia juga yang membunuh janin di perut ku." ucap Lexa sambil menangis dengan deras sekali.


Laras yang mendengar ucapan Lexa barusan itu menatap wajah Bayu dengan amarah, Laras pun langsung menghampiri Bayu dan mencengkram dengan erat sekali kerah baju nya.


"Apa benar yang dikatakan Lexa barusan itu." tanya Laras memastikan wajah nya masih menunjukan amarah sementara Bayu hanya terdiam Laras terus menekan nya.


Aldo yang melihat Bayu diam saja pun membela Bayu dengan cepat tangan Laras, Aldo singkirkan dari hadapan Bayu.


"Bukan dia yang membunuh nya tapi kedua orang tua nya." ucap Aldo bersuara.


"Jadi, selama ini kalian berdua sudah tau, tapi kenapa kalian tega membohongi ku seperti ini." ucap Laras dengan air mata terurai deras sekali.


Alex dan Lexa pun saling menatap tak percaya dengan ucapan lelaki itu barusan padahal mereka saling menyayangi tapi tega menyembunyikan sesuatu dari Laras.


Alex yang tak tahan dengan tangisan Laras yang menyayat hati pun langsung menghajar Aldo hingga terjatuh Bayu hendak membantu tapi Alex sudah marah, hingga terjadi perkelahian antara Alex dan Bayu sementara Aldo dia memeggangi mulut nya yang keluar darah akibat pukulan dari Alex.


Brukk.


Tubuh Bayu terpental beberapa meter hampir mengenai pintu keluar ruangan itu Alex mengatur nafas nya dengan benar menatap Bayu dan Aldo yang sudah babak belur.


Pintu ruangan Lexa terbuka Vando dan kedua polisi berdiri di depan dengan wajah marah sekali Alex pun menatap Vando.


"Bawa mereka sekarang juga." ucap Vando kepada kedua polisi itu.


Dengan cepat mereka membawa kedua pria itu Alex menghampiri Laras dan memeluk nya dengan erat sementara Vando dia menghampiri Lexa.

__ADS_1


__ADS_2