Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 21 Salah masuk tempat magang


__ADS_3

Laras pun turun dari taksi itu dengan langkah cepat memasuki kamar nya dia lalu mengunci pintu nya, tak berapa lama Alex mengetuk getuk pintu Laras dengan keras karna Laras tak membuka nya.


"Laras buka." ucap Alex dia emosi.


Laras yang di dalam kamar tak meladeni nya dia mengambil handuk dan mandi karna tak ada sahutan dari Laras, Alex pun melangkah ke kamar nya dengan kesal sekali.


"Abang." ucap Lexa menatap Abang nya yang tadi habis mengetuk ngetuk kamar Laras.


"Lexa, bukan nya Abang bilang jangan pulang biar Abang yang menjemput." ucap Alex.


"Lexa sudah mendingan Bang." ucap Lexa.


"Abang tadi ngapain ke kamar Laras." tanya Lexa.


"Abang melihat nya pulang malam, Abang fikir dia tidak tau nya dia sudah tidur." bohong Alex.


"Ohh, Bang biarkan saja dia nanti kalo buat ulah dirumah kita, potong aja gaji nya." ucap Lexa lagi.


Alex hanya mengangguk dan melangkah pergi menuju kamar nya dengan langkah berat sekali.


Laras telah selesai mandi dia pun tak mendengar ketukan pintu di luar, Laras merasa tenang dia membuka Laptop nya.


"Mula hari ini aku akan fokus dengan KKN." ucap Laras semangat.


Pagi hari Laras bangun pagi pagi dia pun membantu menyiapkan sarapan dan bekal untuk dirinya setelah selesai dia mandi dan langsung pergi pagi pagi.


Bi iim yang baru bangun melihat sarapan sudah tersaji pun merasa sangat bersalah karna ke siangan tidur nya.


Alex sudah rapih dengan jas nya sementara Lexa sudah rapih sekali dia bahkan sudah fresh sekali.


"Non Lexa, bagaimana keadaan nya." ucap Bi iim.


"Alhamdulillah Bi, Lexa sudah agak mendingan." ucap Lexa sambil tersenyum.


Alex melihat ke kamar Laras dengan mata nya Lega melihat Bi iim, tapi perempuan gembel itu tidak ada tadi nya Lexa mau menyuruh nyuruh nya.


"Bi, gembel itu kemana." ucap Lexa.


"Neng Laras, sudah berangkat kuliah Non." ucap Bi iim.


"Ohh." ucap Lexa lagi.


"Lexa, Abang antar yah." ucap Alex.

__ADS_1


Lexa mengangguk mereka pun makan dengan lahap karna masakan nya sangat enak.


Sementara Laras dia sudah ada di kantin dia makan bekal nya dengan lahap suasana masih sepi sekali, sebenar nya Laras sudah tidak ada kelas tapi dia tetap berangkat ke kampus karna malas melihat Lelaki kurang ajar itu.


Mobil Alex berhenti di depan Kampus Lexa dia melihat sekeliling tapi tak menemukan Laras, Lexa yang melihat Abang nya kebingungan menepuk bahunya.


"Bang, Abang kenapa." ucap Lexa menatap Abang nya.


"Tidak Lex, Abang sudah sangat lama sekali tak melihat kampus ini." ucap Alex berbohong.


"Uhk Abang aku kira kenapa." ucap Lexa memukul Alex.


"Yaudah Bang, Lexa turun dulu." ucap Lexa tapi tangan nya di tahan Alex.


"Abang mau pernikahan kalian dipercepat hari ini Abang akan pergi ke rumah Bayu." ucap Alex.


Wajah Lexa berbinar dengan indah sekali dia baru kali ini Alex mengizinkan nya biasa nya menyuruh nya sampai selesai kuliah dulu.


"Abang yakin." tanya Lexa pada Alex.


Alex mengelus rambut adik nya Lexa pun turun dari mobil Alex dengan semangat sekali.


Lex, Abang tidak mau kamu sakit hati lebih baik Abang yang sakit hati. Alex.


Mobil Alex meninggalkan kampus Lexa, Laras yang melihat dari jauh pun merasa bisa bernafas lega karna Alex sudah pergi dia pun menelvon Sonya menyuruh nya ke perpus.


Tak lama Sonya datang dia mengangetkan Laras yang fokus menatap Layar laptop nya itu.


"Dor." ucap Sonya.


"Son Son, sini deh lihat aku menemukan tempat KKN yang bagus." ucap Laras.


Sonya melihat yang di tunjuk Laras mata Sonya membelalak kaget itu kan perusahaan ternama bahkan masuk kerja aja seleksi nya ketat sementara dirinya hanya numpang KKN.


"Laras, cari yang sedang sedang saja aku takut di tolak." ucap Sonya ragu.


"Di tolak, lihat lah di perusahaan ini bahkan menerima mahasiswa KKN dan memberinya gaji seperti karyawan nya." ucap Laras lagi.


Sonya yang mendengar ucapan Laras kembali melihat baik baik, dia hanya melihat logo perusahaan nya saja.


"Ohh Iyaa, Laras dia memberi kita hak yang istimewa." ucap Sonya mata nya berbinar binar.


"Yaudah sekarang juga kita kesana." ucap Laras.

__ADS_1


Sonya mengangguk Lalu mereka pergi dari perpus itu menuju perusahaan yang dia incar untuk KKN.


Laras menaikih motor scoopy Sonya sementara Sonya yang menyetir, perjalanan mereka cukup dekat sekali dengan kampus nya sehingga tak memakan waktu lama.


Mereka memarkirkan motor nya di parkiran perusahaan mereka pun masuk ke perusahan itu Laras dan Sonya memandang takjub karna bangunan nya yang terlihat mewah serta kokoh.


"Permisi mbak ada yang bisa saya bantu." ucap seorang wanita.


"Mbak, kalo mau mengajukan magang di perusahan ini, syarat nya apa aja." ucap Laras dengan lembut.


"Ohh mbak bisa meninggalkan formulir disitu nanti perusahan akan menghubungi nya." ucap Karyawan itu.


Laras dan Sonya pun mengambil lembaran formulir itu dan menulis indentitas nya dengan sangat hati hati.


"Laras kamu sudah selesai." ucap Sonya.


Laras pun mengangguk dan menaruh formulir nya di karyawan tadi mereka lalu keluar dari tempat itu.


"Laras, nanti selesai kuliah aku ingin kerja di perusahaan itu, udah mah AC nya ini tuh berasa banget sampai ke dalem dalem." cerocos Sonya.


"Iyah Son, aku juga berfikir seperti itu." Laras ikut menimpalinya.


Sementara di ruang perdir paling atas formulir yang di tulis Laras datang, dia langsung membuka nya.


"Ternyata anak magang itu, istri ku sendiri." ucap Alex dia tersenyum.


"Vando, terima mereka cuma dua orang ini." ucap Alex.


"Tapi lima puluh yang lain di tolak." tanya Vando karna pasti sangat melelahkan untuk keduanya.


"Terima setengah nya, pokoknya tahun ini anak magang harus sedikit tapi yang dua ini harua di terima." melempar formulir itu dengan cepat Vando mengambil nya.


"Baik Tuan." ucap Vando.


Dia meninggalkan Alex yang tampak senyum senyum sendiri, Vando merasa sangat kasihan pada Laras dia yakin Tuan nya akan menyiksa nya kembali.


Non, kenapa kamu malah milih magang disini. Vando.


Sementara Laras dan Sonya dia mampir di warung yang biasa mereka makan hati nya sungguh berbunga bunga baru menaruh formulir nya saja gimana kalo kerja pikiran mereka hanyut pada masing masing.


"Son, kayak nya aku bakalan betah nie." senyum Laras mengembang.


"Iyah Laras, nanti semoga saja kita di bagian yang sama." ucap Sonya sambil berdua.

__ADS_1


"Semoga saja." ucap Laras.


Dia tersenyum mengembang mengalahkan sinar matahari yang cerah ini, mereka pun lalu menyantap makanan yang di pesan nya tadi.


__ADS_2