Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 26 Terbongkar.


__ADS_3

Hidup nya benar benar sangat sial sekali Laras Seperti terbelegu dia benar benar sudah tidak bisa kuat dengan hidup nya yang selalu sulit.


"Kamu ternyata disini." suara itu mengangetkan Laras.


Dia melihat Sonya yang tampak senyum senyum bahagia berbeda dengan dirinya yang mendapat kan tempat magang yang salah.


"Kamu kenapa." tanya Sonya saat melihat Laras tak bersemangat tampak murung sekali.


"Tidak apa apa, Kalo kamu kenapa senyum senyum gitu." ucap Laras menatap Sonya dengan wajah pura pura bahagia.


"Aku lagi seneng aja." ucap Sonya dia mengambil gelas dan menuangkan air dingin ke gelas nya.


Laras pun memandang Sonya betapa beruntung sekali yah hidup Sonya dia sangat bahagia sekali.


"Yaudah yah aku mau masuk dulu." ucap Sonya setelah minum.


Laras mengangguk dan dia melihat Sonya yang pergi meninggalkan dirinya sendiri Laras pun menghembuskan nafas nya berat tiba tiba seseorang masuk.


"Kamu sedang apa disini." tanya pria itu.


"Ehh, Yah aku lagi minum." ucap Laras gugup.


Bukan kah dia pria yang di tabrak tadi pagi. Laras.


"Kamu anak magang." tanya nya lagi.


"Yah." ucap Laras sedikit senyum.


"Kenalin aku Bimo bagian wakil direktur." ucap Bimo menatap Laras lalu tersenyum.


Laras pun menjabat tangan Bimo dan tersenyum juga dia lalu menaruh gelas nya dan berdiri.


"Mau masuk." tanya Bimo lagi.


"Emm, yah aku udah lama disini Pak." ucap Laras sesopan mungkin.


"Hahahaha, jangan panggil Pak kelihatan Tua sekali panggil saja Bimo." ucap Bimo.


Laras hanya tersenyum dia lalu pamit ingin kembali ke ruangan nya tiba tiba Bimo menaruh gelas dan mengikuti Laras.


"Sekalian bareng aku juga mau ke Pak Alex." ucap Bimo dia di samping ku.


"Yah Pak." ucap Laras agak gugup sekali.


Mereka pun menuju ruangan Alex bersama saat sudah sampai Bimo membuka pintu duluan dia pun menyuruh Laras masuk Alex yang melihat Laras tersenyum kepada Bimo pun marah.

__ADS_1


Alex menatap Bimo dengan wajah menakutkan Bimo yang melihat wajah Alex berubah pun menunduk.


"Maaf Pak salah lancang main masuk aja." ucap Bimo sopan.


"Ada perlu apa." tanya Alex pada Bimo wajah nya tak berubah sedikit pun dia masih marah.


Laras yang mau melangkah ke kursi nya ikut berdiri di belakang Bimo mungkin Alex marah karna dirinya terlalu lama di dapur fikir Laras.


"Pak maaf saya tadi habis ke kamar mandi sebentar." ucap Laras.


Alex kini menatap tajam Laras dia menyuruh nya untuk duduk di tempat kerja nya sementara itu Alex menyuruh Bimo menunggu.


"Silahkan bawa berkas berkas nya yang perlu saya tanda tangani." ucap Alex menatap Bimo.


"Baik Pak Alex." ucap Bimo dia pun pergi dari ruangan kerja Alex.


Saat Bimo sudah pergi kini suasana ruangan itu mencekam sekali bagi Laras dia melirik sekilas Alex yang masih menatap nya tajam.


"Emmm." senyum Laras melebar saat dia bertatapan dengan Alex.


Tiba tiba handphone Laras berbunyi Sonya menelvon nya dengan cepat Laras mengangkat telvon Sonya.


"Iyah Son." ucap Laras sesekali mata nya melirik Alex yang sangat fokus menatap layar laptop nya.


"Iyah nanti kasih tau aja tempat nya." ucap Laras lagi dengan senyum.


"Kamu mau kemana." tanya Alex yang melihat Laras sudah berdiri dan merapihkan tempat kerja nya.


"Maaf Pak sekarang jam istirahat saya mau makan dulu." ucap Laras.


Alex pun berdiri kini dia menatap Laras tajam sekali langkah Laras terhenti karna ucapan Alex.


"Aku ikut." ucap Alex dia lalu memakai jas nya dan berjalan keluar.


Laras yang melihat nya pun menatap Alex dengan kesal seperti nya dia ingin merantai nya sampai di tempat KKN.


Alex keluar dari ruangan nya menuju lif yang khusus untuk dirinya sementara Laras berdiam diri di depan lif.


"Kamu tidak mau masuk." ucap Alex yang sudah masuk di dalam lif.


"Tapi Pak, itu kan." belum sempat Laras bicara tangan nya langsung di tarik Alex.


Itu kan lif khusus Bapak, terus bagaimana pendapat karyawan yang lain. Laras.


Laras pun tak bisa berkata dia hanya terdiam di samping Alex sambil melihat di dalam lif itu.

__ADS_1


Ternyata beda yah kalo orang berharta melakukan apa pun sesuka hati. Laras.


Pintu lif pun ke buka Alex keluar lebih dahulu sementara Laras dia menunggu Alex jauh baru keluar semua karyawanyang melihat Laras keluar dari lif khusus pun menatap nya dengan tatapan aneh.


"Bu lain kali jangan naik lif ini." tegur seorang pegawai di belakang Laras.


"Ohh yah." jawab Laras dengan wajah menunduk.


Tiba tiba tangan Alex menarik tangan Laras dia pun menatap perempuan tadi yang mengatai Laras.


"Dia istri saya berani sekali kamu berbicara tidak sopan seperti itu." ucap Alex dengan wajah marah.


Karyawan tadi yang menegur Laras pun menunduk dan menatap lantai dia benar benar bodoh tidak mengetahui istri bos nya .


"Maaf Pak, saya tidak tau kalo Bu Laras istri Bapak." ucap Karyawan itu sambil menunduk.


Semua orang yang ada di situ mendengar perdebatan mereka semua nya pun melihat Laras anak magang itu ternyata istri bos nya.


"Lain kali kalo saya lihat kamu tidak sopan pada nya awas aja." ucap Alex.


Lalu Alex menarik tangan Laras keluar dari situ semua karyawan melihat Laras dari belakang dengan wajah iri dan kaget karna selama ini tidak ada pemberitahuan bahwa Alex menikah.


Saat sudah di dalam mobil Laras menatap Alex dengan marah dia bahkan sudah menyebarkan status nya.


"Kau gila yah." ucap Laras menatap Alex dengan wajah marah.


"Aku lebih gila kalo kamu bersama lelaki lain." ucap Alex tak kalah tinggi.


"Aku sudah bilang sama kamu berhenti menganggu hidup ku." ucap Laras tajam.


Alex pun meraih tangan Laras dia lalu mencium Laras sementara Laras berusaha menolak nya.


"Kau gila." ucap Laras mendorong tubuh Alex.


Alex pun tak meladeni dia pun menyala kan mobil nya dan pergi dari kantor nya sementara Laras masih menatap kesal Alex.


Kesempatan untuk pergi dari hadapan Alex pun akan sia sia karna Alex saat ini sudah menaruh hati pada Laras.


Mobil Alex berhenti di restoran tempat makan para karyawan banyak yang mengenali Alex karna restoran ini juga punya Alex.


"Silahkan." seorang pelayan restoran pun menyerah kan menu nya.


"Pilih lah." ucap Alex menyodor kan pada Laras.


Laras ingin sempat menolak tapi dia tidak berani jadi dengan terpaksa Laras memilih dia pun memilih menu yang harga nya sangat rendah sekali.

__ADS_1


Alex yang melihat pun kaget begitu juga pelayan nya yang menulis menu Laras dia sempat bengong.


__ADS_2