Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 33 Perasaan gundah


__ADS_3

Lexa setelah mengantar Nessa keluar cafe dia masuk kembali ke meja tadi dia pun meminum Vanilla Free tea itu dengan air mata orang yang selalu menemani diri nya telah pergi entah kapan dia akan kembali.


Sementara itu disebuah desa yang sangat terpencil jauh dari kota Sonya dan Laras hidup dengan damai sekali berkali kali dia tersenyum.


"Laras seperti nya aku betah tinggal disini." ucap Sonya dengan senyum.


"Aku juga walau pun kuliah aku harus terhenti." ucap Laras sedikit sedih.


"Aku juga Laras tapi yah sudah lah kita bisa melanjutkan nanti sekarang hidup kita mulai dari lembar baru lagi." ucap Sonya dengan senyum nya yang manis.


Mereka di desa terpencil menjadi guru untuk anak anak yang tidak mampu bersekolah karna kekurangan biaya.


Dengan hati sangat damai Laras mengajari mereka sementara Sonya dia menjadi perawat di posyandu walau gaji nya tak seberapa itu sangat cukup sekali buat dirinya bertahan hidup sementara Laras dia hanya di bayar seikhlas nya saja walau begitu hidup Laras dan Sonya merasa tenang sekali.


"Bu Laras ini Pak Damar dia akan menjadi relawan untuk sekolah disini menggantikan Pak Bagus." ucap Bu Nartih.


Laras pun menyalami Pak Damar dengan sopan sekali sambil tersenyum begitu juga Pak Damar baru kali ini melihat wanita secantik Laras.


"Laras." ucap Laras dengan senyum.


"Damar mahasiswa akhir." ucap Damar sambil tersenyum.


"Pak Damar, kalo Pak Damar masih belum mengerti nanti silahkan tanya pada Bu Laras kalo begitu sama permisi." ucap Bu Nartih dia selaku kepala sekolah.


Laras pun melanjutkan pekerjaan nya memberi nilai pada anak murid nya sementara Damar dia menatap Laras tak henti henti nya seperti peri cantik tak bersayap datang di hadapan nya.


Karna terus di lihatin oleh Damar seperti itu Laras pun menatap Damar dengan senyum membuat Damar tersipu malu.


"Maaf Pak ada yang salah dengan wajah saya." ucap Laras dengan senyum.


"Tidak Bu, Bu Laras cantik pisan mirip peri." ucap Damar dengan jujur nya.


Laras hanya senyum menanggapi ucapan Damar dia tidak tau harus berbicara apa lagi karna sudah sangat sering dirinya di katakan cantik.

__ADS_1


Bel pulang pun berbunyi Laras memasukan semua semua peralatan nya ke dalam tas dia pun keluar dari kantor nya saat sedang berjalan Damar berlari ke arah Laras.


"Bu Laras." ucap Damar dari arah belakang Laras yang di panggil pun melihat ke belakang.


"Ohh yah Pak Damar ada apa." tanya Laras dengan sopan saat melihat wajah Damar bermandi keringat karna berlarian mengejar nya.


"Bu Laras mau pulang kemana biar saya antar." ucap Damar dengan senyum secara bunga matahari.


"Tidak Pak lagian kosan saya dekat dari disini." ucap Laras dengan senyum halus menolak tawaran Damar.


Terlihat gurat wajah kecewa dari mata Damar tapi itu tidak membuat Laras kasian dia tidak ingin berurusan dengan lelaki lain.


"Kalo begitu saya pergi dulu Pak permisi." ucap Laras dia melangkah duluan meninggalkan Pak Damar dengan senyum di paksa.


Laras pun berjalan di bawah ternik matahari dengan tenang sekali walau panas nya menyengat di kulit nya tak menghalangi semangat Laras sedikit pun.


Tak lama Laras sampai di kosan nya di sana sebuah motor Ninja terparkir dikosan nya dan seorang lelaki paru baya duduk di depan kosan nya.


"Ehh Pak Herman." ucap Laras dia dengan senyum.


"Ohh tadi dia bilang sama saya dia lembur Pak." bohong Laras dengan senyum.


"Ohh kalo begitu saya titip ini buat Dokter Sonya." ucap Herman memberikan sebuah bungkusan kecil.


Laras menerima nya dengan sopan dia lalu tersenyum kepada Herman begitu juga Herman dia balik senyum.


"Nanti saya akan sampai kan." ucap Laras.


Herman pun pergi dari kosan Laras tak lama kemudian Sonya keluar dari kosan nya dengan wajah kesal sekali.


"Kenapa sih tuh orang gangguin hidup gue melulu." ucap Sonya wajah nya terlihat sekali dia marah.


"Kamu tuh maka nya nolak dia secara halus, nie." ucap Laras dia memberikan bungkusan dari Damar ke Sonya.

__ADS_1


Laras pun masuk dan duduk di sofa Sonya mengikuti nya dari arah belakang dengan mencium cium bungkusan itu.


"Laras aku bagi dua yah." ucap Sonya dia masuk ke dapur mengambil piring dan sendok.


Laras tersenyum dengan tingkah Sonya seperti kucing malu malu tapi mau tapi sama orang nya dia ifil banget.


"Kenapa kamu tidak mencoba menerima Herman seperti nya dia sangat mencintai kamu dengan tulus sekali." ucap Laras sambil menyantap makanan yang di bawah Damar tadi.


"Sebenarnya aku juga tidak tega melihat Damar di cuekin seperti itu tapi aku sadar Laras aku hanya lah wanita miskin sementara Damar dia anak dari Lurah di kampung sini." ucap Sonya di wajah nya terlihat sekali kalo dia sangat murung.


Laras pun mengerti dengan pikiran Sonya karna dulu dia juga perjalanan cinta nya seperti itu putus di tengah jalan.


"Maaf yah Son aku mengungkit masa lalu kamu lagi padahal aku hanya ingin melihat kamu bahagia itu aja." ucap Laras dengan senyum.


"Tidak apa Laras sudah jangan di bahas lagi aku hanya ingin makan nasi padang ini dengan tenang." ucap Sonya sambil becanda.


Mereka pun makan nasi padang dengan lahap sekali setelah selesai Laras mandi sementara Sonya dia menyelesaikan menjahit karna penghasilan tambahan nya dari menjahit begitu juga Laras.


Malam pun hujan sangat deras sekali bahkan mati lampu sejak sore tadi pagi hatinya Laras bangun dia melihat tanaman kesayangan nya di pot nya yang terlihat sangat segar sekali.


"Kamu udah bangun Laras." ucap Sonya.


Laras terlihat kaget dengan ucapan Sonya barusan karna dia melamun Laras pun menatap Sonya dengan senyum.


"Dingin banget yah disini." ucap Sonya lagi.


"Kamu tidak dingin." ucap Sonya dia duduk di bangku depan teras nya Laras pun ikut duduk.


"Tidak Son, seperti nya lari pagi bagus untuk cuaca hari ini." ucap Laras pada Sonya.


"Jangan yang aneh aneh Laras lihat lah jalanan becek terkena air hujan semalam." ucap Sonya menunjuk tanah yang basah.


"Ayo lah." rengek Laras pada Sonya yang menyelimuti tubuh nya dengan selimut.

__ADS_1


"Oke oke aku ganti baju dulu." ucap Sonya akhirnya dia pun masuk ke dalam kosan lagi.


Laras tersenyum menatap punggung Sonya yang menjauh hilang masuk ke kamar nya Laras pun menunggu Sonya di luar Kosan nya menatap langit yang masih gelap.


__ADS_2