Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 36 Pertemuan yang tidak disengaja.


__ADS_3

Keesokan hari nya Alex bangun pagi sekali bahkan sebelum Vando bangun Alex sudah bangun dia merasa sangat tenang sekali di hotel ini entah kenapa.


Vando bangun dari tidur nya dia melihat Alex yang sedang duduk menikmati sarapan pagi betapa kaget sekali wajah Vando dia langsung berdiri.


"Tuan Maaf saya bangun nya telat." ucap Vando mengutuki diri nya.


"Tidak lanjutkan saja aku mau lihat pemandangan dari kamar mu." ucap Alex dia menuju balkon nya.


Vando kaget dengan ucapan Alex barusan tapi dia tidak menjawab nya dia meminta izin untuk mandi sebentar Alex lagi lagi mengizinkan nya.


Karna takut Alex berubah pikiran Vando masuk ke kamar mandi nya dengan cepat dan mandi sementara Alex dia melihat pemandangan pedesaan dengan suasana sejuk sekali menerpa kulit nya.


Jam tujuh pagi Alex dan Vando pergi dari hotel itu menuju tempat pembangunan moll mereka pun akhirnya sampai di sebuah sekolah yang terlihat usang dan kumuh.


Berkali kali Alex bersin bersin dia memang alergi debu seorang lelaki datang dengan berlari dia menyambut Alex sementara Vando dia berdiri di belakang Alex.


"Tuan." ucap mandor itu dengan gugup.


"Di mana gadis itu." ucap Alex wajah nya sudah terlihat geram.


"Ikuti saya Tuan." ucap Mandor itu lagi.


Semua guru di situ berkumpul di ruangan nya karna bos pembangunan moll sudah datang tapi Laras belum datang karna dia mengantar Sonya sebentar semua guru sudah ketakutan karna Laras belum datang.


Telvon Laras berdering dengan cepat Laras mengangkat telvon nya dengan kaget sekali Laras menerima kabar berita tersebut.


"Saya akan kesitu." ucap Laras dia pun mematikan telvon nya dan berlari menuju sekolah nya karna tidak jauh dari kosan nya.


Nafas Laras tersegal segal karna berlari dari kosan ke sekolah nya keringat berjatuhan di ruangan kepala sekolah seorang lelaki tampan sekali sedang memarahi guru guru itu.


Laras pun membuka pintu ruangan itu dengan keras dan menatap lelaki itu dengan tajam betapa kaget sekali wajah Laras begitu juga Alex saat melihat perempuan yang selalu dia rindukan dan mencari cari selama setahun ini.


"Laras." Alex yang tadi nya marah pun berlari menuju Laras dan memeluk nya dengan erat.


Semua orang yang disitu tadi nya sangat takut kini kebingungan bahkan mandor tadi yang ingin membuat gadis itu menderita kini menatap nya takut.


Laras melepas pelukan Alex dia benar benar kaget sekali wajah nya pucat sekali Laras pun mundur dia hendak berlari dari situ tapi tangan Alex memegang nya dengan sangat erat.


"Berhenti menjauhi ku." ucap Alex.


Vando yang tak mengira gadis yang menolak pembangunan itu adalah Laras dia menatap mandor itu dengan tajam.

__ADS_1


"Maaf." ucap Laras dia mendorong Alex dan berlari keluar dari ruangan itu.


Alex mengejar nya Laras berlari keluar dari sekolahan nya dengan menangis sementara Alex masih mengejar nya Vando mengikuti Tuan nya.


"Sial." ucap Alex dia kehilangan Laras.


Laras pun pulang ke kosan nya hati nya benar benar berdebar sekali Laras langsung menelvon Sonya.


"Laras kamu kenapa." ucap Sonya saat mendengarkan suara Laras yang sedang menangis.


"Son, Alex bos dari pembangunan moll itu." ucap Laras dengan suara nya terbaik bata.


"Apa." teriak Sonya tak kalah kaget sekali.


Tiba tiba pintu Laras ada yang mengetuk nya dengan cepat Laras mematikan telvon nya dia membuka pintu itu.


"Alex." ucap Laras dia pun langsung menutup pintu nya tapi Alex menahan nya.


Karna tenaga Laras kecil membuat Alex bisa masuk dia menutup pintu kosan Laras wajah nya menatap Laras.


"Laras aku sangat merindukan mu." ucap Alex dia langsung memeluk Laras yang menolak nya.


Sementara Vando dia berada di luar kosan Laras dengan melihat sekeliling nya mandor nya juga mengikuti nya.


Hal yang harus nya tak terjadi pun terjadi lah mereka melakukan hal itu di kamar Laras sementara Vando dan Mandor nya berjaga di tempat lain agak jauh dari kosan Laras.


"Laras aku sangat merindukan mu." ucap Alex dia memeluk tubuh Laras.


"Aku mohon pergi lah." ucap Laras dia terlihat kesal karna sikap Alex barusan.


Tapi Alex malah memeluk erat tubuh Laras dia tidak ingin melepas kan nya Laras bangun dari tempat tidur nya tapi lagi lagi Alex menahan tangan nya.


"Aku tak akan membiarkan mu pergi lagi." ucap Alex dia berkali kali mengulang perkataan itu.


"Jadi ikut lah dengan ku." ucap Alex memohon pada Laras.


"Aku sudah bahagia disini jadi ku mohon jangan mengusir kehidupan ku lagi." ucap Laras dia menyelimuti tubuh nya.


"Kalo itu keinginan mu aku akan mengusur tempat ini beserta kosan ini." ucap Alex nada bicara nya sudah tinggi.


Wajah Laras kaget dengan ucapan Alex barusan itu dia menatap Alex dengan marah sekali.

__ADS_1


"Silahkan aku tak perduli." ucap Laras.


Alex mengambil handphone nya dari saku celana nya menelvon Vando dengan cepat Laras tak meladeni nya.


"Van, gusur kampung di dekat moll dan kosan ini besok." ucap Alex.


Wajah Laras mulai panik dia menatap Alex yang masih menelvon Vando, Laras langsung menarik handphone nya dan membuang nya kelantai.


"Kau gila yah." ucap Laras dengan marah kali ini wajah nya terlihat kesal.


"Aku gila karna dirimu jadi turuti apa yang aku mau kalo kamu tidak mau melihat mereka menderita." ucap Alex menatap Laras.


Telvon Vando belum di matikan dan Vando hanya mendengarkan nya dari luar karna telvon Tuan Alex tak di matikan.


"Kau benar benar bukan manusia Tuan Alex yang berhati iblis." ucap Laras dia melangkah pergi dari kamar nya.


Alex berlari mengejar Laras dia menarik tangan nya dan langsung memeluk nya dari belakang.


"Jangan tinggalkan aku." ucap Alex dia masih memeluk tubuh Laras.


Laras pun terdiam sejujurnya dia sangat merindukan Alex apa dirinya sangat egois sekali yah fikir Laras.


"Lex aku mau buat kan kamu teh jadi tolong lepaskan aku." ucap Laras.


Alex sedikit ragu tapi dia melepaskan nya Laras pun menuju dapur nya Alex mengikuti nya dari belakang dia melihat Laras sangat santai sekali membuat teh.


"Untuk siapa banyak sekali." ucap Alex saat melihat Laras membuat tiga gelas.


"Kamu dan kedua pelayan mu." ucap Laras.


"Biarkan dia aku tak suka kau membuat kan untuk nya juga." ucap Alex dia terlihat kesal.


Laras pun hendak keluar tapi Alex menghalangi nya dia menatap Laras dengan wajah agak kesal.


"Kau mau memberi teh dengan pakaian dalam mu kelihatan." ucap Alex.


Laras baru menyadari karna ulah Alex tadi dia lupa mengancing kembali kancing di baju nya Laras pun menaruh gelas itu dan mengancing baju nya.


"Awas minggir." ucap Laras dia sudah rapih.


"Biar aku saja." ucap Alex dia mengambil nampan di tangan Laras.

__ADS_1


Laras pun memandangi punggung Alex yang keluar dari kosan nya sementara Laras dia mengutuki dirinya karna bodoh sekali.


__ADS_2