
Setelah kejadian di rumah Lexa kini Laras sering banyak diam tak seperti biasanya dan itu membuat Alex sedikit resah hingga malam tiba Alex pun memberanikan diri bertanya pada Laras.
"Sayang kamu sakit." tanya Alex di tempat tidur.
Laras hanya mengeleng dan meraih sprei nya dan menutupi tubuhnya hingga sampai leher, Alex yang merasa di acuh kan Laras pun meraih sprei Laras.
"Sayang kamu kenapa." tanya Alex dengan lembut.
"Aku ngantuk mau tidur." ucap Laras tidak bergemi sedikit pun dari tempat nya.
Alex pun mengecek dahi Laras takut kenapa kenapa tapi setelah di cek pun tidak ada tanda tanda demam.
Alex langsung memeluk tubuh Laras dari belakang dengan erat sekali Alex menguasai tubuh nya itu.
"Alex lepasin." ucap Laras yang merasa sangat risih.
"Kamu cemburu yah." ledek Alex dengan masih memeluk.
"Hahahaha cemburu apaan tuh cemburu." ucap Laras pura pura mengelak.
"Terus kenapa kalo tidak cemburu." pancing Alex.
Laras pun diam tak menjawab mungkin sekarang wajah nya sudah seperti kepiting di rebus.
Tok tok tok.
Sebuah ketukan pintu kamar Alex membuat dua orang di dalam nya seketika terlonjak kaget sekali Laras yang tadi tidur kini bangun dan menatap pintu itu dengan wajah kaget.
"Siapa." ucap Alex suara nya sudah meninggi.
"Tuan saya Bi Iim." ucap Bi Iim takut takut.
"Bi Iim ngapain dia kesini." ucap Alex bertanya pada diri sendiri.
Tidak menunggu lama lagi Alex pun turun dari ranjang nya menuju pintu kamar nya dengan cepat Alex membuka pintu nya terlihat sekali wajah Bi Iim seperti orang ketakutan.
"Ada apa Bi." tanya Alex kali ini lembut.
"Tuan, Non Lexa Tuan." ucap Bi Iim dengan wajah cemas.
"Lexa kenapa Bi." ucap Alex dengan wajah kaget.
__ADS_1
Dari dalam Laras yang mendengar percakapan Alex dan Bi Iim pun turun dari ranjang nya saat akan keluar Alex dan Bi Iim sudah pergi duluan meninggalkan Laras.
Laras yang menatap kepergian suaminya itu ada sedikit hati tergores entah apa intinya ada perasaan tak enak yang menganjal di hatinya.
Alex kini sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama Bi Iim di dalam perjalanan Alex terus memarahi Bi Iim karna keteledoran nya membuat Lexa sakit.
"Kenapa Lexa sampai pingsan seperti itu Bi." ucap Alex yang sedari tadi menahan pertanyaan itu.
"Tuan, maafin Bi Iim. seharusnya Bi Iim lebih teliti lagi dalam menjaga Non Lexa." ucap Bi Iim merasa sangat bersalah sekali dari keriput diujung mata nya keluar air bening.
"Sudahlah Bi, Lexa yang tidak mempunyai semangat hidup." ucap Alex dengan nada sedih.
Sementara itu Laras menelvon Alex tapi berkali kali Alex tak menjawab nya karna fokus menyetir.
"Sebenarnya ada apa sih." ucap Laras mulai kesal.
Laras pun keluar dari kamar nya menuju ruang tamu berharap Alex cepat datang hingga Laras terlelap karna mengantuk di sofa.
Alex dan Bi Iim pun sudah sampai di rumah sakit dengan langkah cepat sekali Alex menuju ruangan Lexa, disana Lexa masih terbaring lemah serta selang infus yang menempel di tubuh nya.
"Lexa." ucap Alex sedih.
"Abang." ucap Lexa dengan suara lemah.
"Bagaimana keadaan mu dek." ucap Alex sambil mengelus kepala Lexa lembut.
Lexa menangis menatap wajah Abang nya yang sangat khawatir sekali pada nya, dengan sekuat tenaga Lexa berusaha duduk.
"Abang, Mba Laras dimana." tanya Lexa yang tak melihat Laras.
Alex baru tersadar, Alex pun langsung mengambil handphone yang ada di saku nya dengan cepat Alex melihat.
"Astaga, Abang lupa tidak memberi tau nya." ucap Alex dengan wajah bersalah.
"Pulang lah Bang, lagian Lexa cuma kurang cairan aja." ucap Lexa menyuruh Alex pulang.
"Tidak Lexa, Abang tidak akan pernah meninggalkan mu. dan pasti nya Laras juga mengerti keadaan nya." ucap Alex berusaha menenangkan Lexa.
Lexa pun hanya mengangguk lemah sekali, Bi Iim yang berdiri di luar pintu pun menangis melihat keadaan Nona nya seperti itu.
"Maafin Bi Iim Non." ucap Bi Iim sambil menangis.
__ADS_1
Pagi hari pun telah datang, sinar dari luar membuat Laras terbangun dari tidur nya dengan wajah khas bangun tidur Laras pun menatap sekeliling nya.
"Alex." panggil Laras menatap sekeliling.
Tak ada sahutan dari nama yang di panggil hanya kesunyian yang ada di ruangan mewah itu, Laras pun menghembuskan nafas nya berat.
Laras berdiri sambil melihat handphone nya saat ada pesan dari Alex dengan cepat Laras membuka pesan itu betapa kaget sekali saat melihat isi pesan itu.
"Astagfirullah." ucap Laras hampir saja menjatuhkan handphone nya.
Dengan langkah cepat Laras memasuki kamarnya dia akan pergi ke rumah sakit dimana Alex memberi tau alamat rumah sakit nya.
Setelah selesai membersihkan diri Laras pun langsung keluar menuju rumah sakit dengan menggunakan taksi, saat sedang menunggu taksi sebuah mobil berhenti di depan Laras.
"Bayu." ucap Laras saat orang yang menyetir mobil itu membuka kaca nya.
Bayu turun dari mobil nya dengan sedikit berlari Bayu menghampiri Laras yang masih terkejut karna kedatangan nya.
"Laras aku mohon beri tau aku dimana Lexa." ucap Bayu memohon pada Laras.
Laras terdiam mendengar ucapan Bayu, Laras menatap mata Bayu yang tampak lelah seperti tak pernah tidur.
"Bayu, aku tidak tau harus berbicara apa karna aku tidak tau Lexa ada dimana jadi jangan ganggu aku." ucap Laras.
Saat Laras hendak melangkah tangan nya di tahan Bayu dengan erat Bayu memegang tangan Laras, sementara Laras berusaha melepaskan genggaman tangan Bayu.
"Kalo kamu mau aku lupain kamu kasih tau aku dimana Lexa." ucap Bayu suara nya mulai meninggi.
Laras yang mendengar ucapan Bayu barusan pun menatap nya dengan ragu sekali Bayu terus menatap lekat Laras tanpa mereka sadari seseorang sedang menfotoi mereka.
Senyum jahat dari wanita itu pun melebar karna sudah mendapatkan kartu As untuk dirinya tanpa lama lama wanita itu pun pergi dari situ.
"Aku akan bantu kamu, tapi lepasin dulu tangan ku." pinta Laras pada Bayu dengan nada kesal.
Bayu yang melihat wajah Laras nampak kesal pun langsung melepaskan nya dengan cepat kini mereka terdiam saling canggung.
"Bayu aku akan kasih tau kamu dimana Lexa tapi kamu janji harus membahagiakan nya." ucap Laras lagi seperti masih ragu pada Bayu.
"Kamu kenal aku sudah berapa lama." tanya Bayu tanpa mengalihkan pandangan dari wajah Laras.
Laras terdiam dia memang sudah mengetahui sikap Bayu pada dirinya tapi Laras juga mengetahui bahwa Bayu selalu menyakiti Lexa.
__ADS_1