
Lexa pun berjalan menjauh dari rumah Bayu dia sambil menangis air mata nya terjatuh ke pipi nya, malam hari suasana gelap dan sunyi angin dingin menerpa kulit nya tapi Lexa tak menghiraukan nya.
Tante Risma. Lexa.
Sebenarnya ada apa dengan Mamahnya kenapa seperti nya mereka menyembunyikan sesuatu darinya langkah Lexa pun berhenti karna rintihkan hujan mengenai kulit nya.
Lexa pun melihat ke atas dia tersenyum mengingat semua kenangan bersama mamah nya ingatan nya melayang di saat kecil dirinya sedang menunggu mamah nya yang belum menjemput nya.
"Lexa kecil." ledek Abang Alex dia berdiri tak jauh dari Lexa menatap nya tersenyum.
"Abang, Mamah kemana." ucap Lexa menatap Abang nya.
"Ikut." ucap Alex.
Dia menarik tangan Lexa yang munggil itu dan membawa nya ke taman saat hampir sampai Alex menyuruh Lexa menutup mata nya dia pun berjalan dengan mata tertutup sementara Alex di samping nya menuntun nya dengan hati hati.
Saat membuka mata nya gerimis datang membuat sebuah pesta yang tadi nya meriah menjadi kacau, Lexa menatap Mamah nya masih berdiri bersama kue di tangan nya sementara Ayah nya masih setia di samping Mamah nya.
Walau gerimis menghalangi kejutan nya tapi itu tidak membuat Lexa kecewa justru dia tertawa senang sekali karna baru pertama kali dirinya merasakan air hujan dan ini membuat nya tersenyum.
Tiba tiba lamunan itu hilang bagai di telan hujan yang menimpa nya saat ini Lexa berlari menuju tempat halte.
Di sana Lexa menangis sendiri entah kenapa perkataan Bayu itu membuat nya merindukan orang tua nya, tiba tiba seseorang memberinya jaket ke tubuh Lexa.
"Bayu." ucap Lexa saat melihat siapa yang ada di belakang nya.
Bayu memberinya jaketnya, Lalu duduk di samping Lexa sementara Lexa menatap nya heran tapi saat melihat bibir Bayu berdarah Lexa pun menyentuh nya.
"Kamu tidak apa apa." ucap Lexa khawatir sekali dengan Bayu.
Bayu menatap Lexa, dia selalu mengkhawatir kan dirinya padahal Bayu tidak apa apa.
"Aww." ringis Bayu saat Lexa menyentuh nya.
Lexa pun membuka tas nya, Bayu melihat Lexa sedang mencari sesuatu saat udah ketemu dia menatap Bayu.
"Mungkin ini sedikit perih tapi tahan yah." ucap Lexa dia mengobati bibir Bayu yang berdarah.
Bayu menatap Lexa, dia benar benar tidak ingin membuat nya menangis tapi hatinya tidak bisa membohongi perasaan nya bahwa dirinya tidak mencintai Lexa.
"Lex." ucap Bayu menatap Lexa.
"Bay, aku gak mau mendengar hal menyakitkan." ucap Lexa menatap Bayu.
__ADS_1
Bayu pun terdiam menatap Lexa entah kenapa hatinya merasa sakit sekali sementara Lexa mengalihkan pandangan nya.
"Makasih." ucap Bayu lagi.
Lexa kembali melihat Bayu dia bahkan tak berfikir Bayu mengatakan kata terima kasih kepada dirinya.
"Untuk." ucap Lexa.
"Untuk semua nya, dan maaf aku sering sekali melukai mu." ucap Bayu lagi.
"Ohh." ucap Lexa.
Dia pun berdiri karna badan nya merasa tidak enak sekali, Bayu pun ikut bangun dari duduk nya.
"Ayo." ucap Bayu.
Dia menarik tangan Lexa dan membawa nya ke mobil nya sementara Lexa, seperti Bayu berubah sekali dengan cepat entah apa yang merubah nya.
Di perjalanan Lexa dan Bayu terdiam sunyi yang mereka dengar, mobil pun melaju kencang membawa mereka ke rumah Lexa di sana penjaga langsung membuka nya saat melihat Nona nya.
"Makasih Bay, sudah repot repot mengantar ku." ucap Lexa hendak masuk tapi Bayu menahan nya saat itu Laras melihat nya.
"Aku janji akan membahagiakan mu." ucap Bayu dia tersenyum pada Lexa.
Sementara Bayu dia pergi dari rumah Lexa dengan hati bersalah karna dia sendiri tidak bisa membohongi perasaan nya tapi dia harus melakukan nya.
Laras masuk dengan pakaian basah dia pun langsung mandi dan tidur di kamar nya Bi Iim yang mengetuk ngetuk pintu Lexa itu sama sekali tidak ada sahutan.
Alex datang ke rumah malam sekali karna pekerjaan nya menumpuk, saat akan masuk ke kamar dia melihat Bi iim memanggil nya dengan wajah khawatir sekali.
"Tuan, Nona belum makan." ucap Bi Iim.
Wajah Alex cemas dia pun menaruh jas dan tas nya di sofa ruang tamu dan berlari menaikih tangga menuju kamar Lexa, beberapa kali Alex mengetuk nya tapi Lexa seperti tidak mendengarkan nya.
Alex pun menerobos masuk ke kamar Lexa dia melihat Lexa sedang mengigil kedinginan Alex berlari berhambur memeriksa dahi Lexa, badan nya sangat panas sekali.
"Bi, siapkan mobil." ucap Alex kepada Bi Iim.
Bi Iim pun menelvon Vando, dengan cepat dia langsung menyiapkan mobil sementara Alex dia menyelimuti tubuh Lexa dan membopong nya.
Dia pun pergi keluar dengan wajah sangat khawatir Vando saat melihat Tuan nya bersama Adiknya langsung membuka kan pintu mobil dan menutup nya dia membawa mobil itu dengan kencang sekali.
"Van, cepat." ucap Alex wajah nya sudah memerah menahan tangis.
__ADS_1
"Abang." panggil Lexa saat mata nya melihat wajah Abang nya yang selalu menemani nya.
"Lexa, kenapa gak bilang sama Abang kalo Lexa sakit." ucap Alex berbicara lembut.
Vando yang melihat dari spion pun merasa bersalah karna tidak bisa mengawasi Lexa dengan baik.
"Bang, maafin Lexa yah kalo Lexa sering membuat Abang repot." ucap Lexa air mata nya terjatuh.
"Kamu ngomong apa sih, Van cepat." ucap Alex dia sungguh tidak mau membuat adiknya menderita.
Mereka pun sampai dirumah sakit Dokter langsung membawa Lexa sementara Alex mengacak rambutnya dia tidak mau kehilangan Lexa.
Setelah Dokter sudah selesai memeriksa Lexa, dia keluar disana Alex langsung menemui Dokter itu.
"Dok, gimana keadaan Adik saya." ucap Alex.
"Dia tidak apa apa, cuma demam karna tubuh pasien sangat lemah sepertinya pasien kehujanan." ucap Dokter itu.
"Makasih Dok." ucap Alex dia langsung masuk ke ruangan Lexa disana Lexa sedang berbaring.
Alex pun duduk di kursi samping Lexa, dan mengenggam tangan adiknya dengan erat sementara Vando berdiri tak jauh dari Alex.
"Tuan, sebaiknya Tuan istirahat biar saya yang menjaga Nona Muda." ucap Vando.
Alex terdiam dia benar benar tidak ingin meninggalkan Lexa tapi badan nya sangat lelah sekali.
"Ambilkan aku selimut di mobil, kamu juga harus istirahat." ucap Alex.
Vando pun mengangguk dan melangkah pergi dari situ menuju mobil saat Vando pergi Lexa terbangun dia menatap Abang nya yang sangat khawatir pada nya.
"Lexa, gimana keadaan mu de." ucap Alex dengan senyum hangat.
"Agak mendingan Bang." ucap Lexa menatap Abang nya dia pun mengelus wajah Alex.
"Abang." ucap Lexa menatap Alex.
"Yah de." ucap Alex.
"Abang, aku gak mau Abang mencintai Laras." ucap Lexa menatap Alex air mata nya terjatuh.
Perkataan Lexa membuat Alex terdiam apa yang harus dia kata kan, sementara hatinya berkata lain.
"Abang." ucap Lexa lagi.
__ADS_1
Alex mengangguk tidak bisa menjawab dia pun mengelus rambut Lexa dengan lembut dan menyuruh nya tidur.