Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 43 Keadaan Lexa.


__ADS_3

Alex masuk ke ruangan Lexa dia melihat Lexa yang terbaring lemas air mata Alex terjatuh, Alex meraih tangan Lexa dengan lembut.


"Lexa ini Abang." ucap Alex air mata nya jatuh mengenai tangan Lexa.


Lexa pun membuka mata nya dengan perlahan dia melihat Alex di samping nya sambil menangis.


Tangan lemah Lexa meraih tangan Alex yang menunduk menangis air mata Lexa terjatuh di pipi nya.


"Abang." suara Lexa begitu lemas sekali.


Alex yang mendengar ucapan Lexa pun menatap Lexa dia menatap Lexa dengan hangat.


"Lexa bagaimana keadaan nya, apa masih ada yang sakit." ucap Alex.


Laras yang melihat pemandangan itu pun berusaha tidak meneteskan air mata sementara Vando dia terus menatap Lexa tangan nya mengepal kuat.


"Lexa sayang Abang." ucap Lexa dia menangis.


Alex memeluk nya dengan pelan menenangkan Lexa melihat Lexa seperti itu membuat Vando tak tahan dia pun mengalihkan pandangan nya ke luar jendela.


Pintu ruangan terbuka Dokter masuk ke dalam dia memberi tau bahwa Lexa sudah boleh pulang karna tidak baik ibu hamil terlalu lama di rumah sakit.


"Vando siap kan Mobil biar aku yang membawa Lexa." ucap Alex.


Vando pun keluar dari ruangan itu dengan hati hati Alex membawa Lexa dari ruangan itu Laras mengikuti di belakang nya.


Sebuah tangan menahan Laras sementara Alex dia sudah duluan keluar betapa kaget sekali Laras saat siapa yang menahan tangan nya.


"Bayu." ucap Laras dia dengan wajah kaget.


"Laras." ucap Bayu.


Bayu langsung memeluk Laras dengan erat Laras melepaskan pelukan Bayu dengan kesal.


"Bayu, jaga sikap mu pada ku." ucap Laras dia sangat marah.


"Laras, aku sangat merindukan mu selama ini rasa cinta ku kepada mu tak pernah pudar dan aku tau kamu masih sangat mencintai ku kan." ucap Bayu menatap Laras.


"Kamu salah Bay, rasa cinta itu sudah hilang sedari dulu. Aku sama sekali tak sedikit pun mempunyai rasa itu." ucap Laras dia hendak pergi tapi Bayu kembali menahan nya.


"Jangan bohongi perasaan mu Laras." ucap Bayu menatap Laras.

__ADS_1


"Membohongi, kau fikir aku wanita apaan. dulu kemana kamu saat aku menjelaskan semua kesalahan pahaman kau menuduh ku wanita murahan, sekarang kau datang dengan meminta cinta yang sudah hilang entah kemana, dengar baik baik aku mencintai suami ku melebihi diri ku sendiri." ucap Laras.


Wajah Bayu terlihat marah sekali mendengar ucapan Laras barusan saat Bayu ingin memeluk Laras suara keras datang memenuhi ruangan itu.


"Dasar lelaki brengsek." sebuah pukulan melayang di wajah Bayu.


"Alex." ucap Laras histeris.


Laras menahan Alex membuat keributan sementara Bayu sudah terjatuh terluka di lantai dengan bibir berdarah.


"Sekali lagi kamu menyentuh ujung kulit istri ku, aku jamin keluarga mu akan hancur." ucap Alex dengan marah.


Alex langsung meraih tangan Laras meninggalkan Bayu yang terluka sementara itu di dalam mobil Vando dia melihat terus ke arah Lexa dengan wajah khawatir.


"Nona, apa ada yang sakit." tanya Vando dia melihat Lexa berkali kali mengeryit kan dahi.


Lexa mengeleng dia hanya lelah saja Vando pun tertunduk diam dia tidak tahan melihat Lexa seperti itu, lebih baik melihat Lexa dengan orang lain bahagia ketimbang melihat nya terluka.


Alex pun melepaskan tangan nya di koridor rumah sakit dia menatap Laras serius sekali wajah nya sudah tidak semarah tadi.


"Alex." ucap Laras menatap Alex karna dia hanya diam saja memandang nya.


Sebuah ciuman lembut Alex berikan pada Laras dia mencium Laras, Laras pun menerima nya dengan tulus.


Rasa bahagia di hati Laras menyelimuti nya mereka pun keluar menuju mobil nya di sana Vando sudah berdiri menunggu Alex datang.


Alex langsung masuk ke dalam mobil nya dengan hati bahagia sekali mereka lalu pergi dari rumah sakit itu.


Lexa di dalam perjalanan hanya tidur saja sementara Vando dia membawa mobil dengan hati hati sekali takut membuat Lexa sakit.


Tak lama mereka sampai di rumah Alex, Bi iim yang sudah mendengar berita dari Vando pun menyambut Nona muda nya dengan wajah senang dan khawatir.


Vando membuka kan pintu untuk Alex, sementara itu Lexa di tuntun oleh Laras karna dia tidak mau di gendong Alex.


Mereka semua masuk Laras pun menduduk kan Lexa dengan pelan sekali Laras pun duduk di samping Lexa.


"Lexa, aku buat kan jus alpukat yah." ucap Laras lembut.


"Makasih, maaf merepotkan." ucap Lexa dengan suara lemas.


"Tidak sama sekali." ucap Laras dia berdiri dari duduk nya.

__ADS_1


Alex pun melihat Laras yang tulus membuat jus untuk Lexa senyum nya terukir di bibir nya.


Di dapur Laras membuka kulkas dia mengambil buah alpukat dan madu tak lama Bi Iim datang ke dapur.


"Nona biar saya bantu." ucap Bi Iim dengan senyum.


Laras pun mengangguk membiarkan Bi Iim membantu nya saat itu Alex datang ke dapur.


"Tuan." ucap Bi Iim menunduk hormat.


"Bi temani Lexa biar saya dan Laras yang membuat jus." ucap Alex menyuruh Bi iim.


Bi Iim menunduk hormat dan pergi tinggal lah mereka berdua Alex langsung memeluk Laras dari belakang.


"Makasih sudah mau memaafkan adik ku." ucap Alex pada Laras.


"Makasih juga sudah mencintai ku." ucap Laras dia membalikan badan nya menghadap Alex.


Sebuah ciuman mendarat di bibir Alex, Laras mencium Alex dengan lembut melihat Laras seperti itu Alex membalas nya.


Setelah merasa puas Alex melepas kan ciuman nya dia lalu mengelus pipi Laras dengan lembut.


"Temani aku hingga ajal menjemput." ucap Alex pada Laras.


Laras pun mengangguk dengan senyum di wajah nya yang lebar sekali dia lalu kembali membuat jus alpukat itu dengan bahagia.


"Sini aku yang bawa." ucap Alex saat jus nya sudah jadi.


Laras pun mengangguk dan menyerah kan jus itu kepada Alex dengan senyum, Lalu mereka keluar dari dapur bersama sama Vando yang melihat Alex membawa gelas pun hendak meraih nya tapi tangan Alex menyuruh nya diam di tempat.


"Jus alpukat bagus untuk Bumil." ucap Alex pada Lexa dengan senyum.


Mendengar ucapan Alex barusan wajah Lexa kaget karna dia belum tau kalo dirinya sedang hamil.


"Maksud Abang." ucap Lexa tak mengerti.


Semua orang yang mendengar ucapan Lexa barusan itu terkejut kaget termasuk Alex yang ada di depan nya.


"Kau belum tau, bukan nya dokter bilang kamu sedang Hamil." ucap Alex.


Lexa pun terdiam dia mengeleng menanggapi ucapan Alex barusan padahal dirinya ingin berniat cerai dengan Bayu tapi keadaan ini menyudut kan nya.

__ADS_1


Tangan Lexa mengelus perut nya yang tidak buncit perasaan bimbang menyelimuti hati nya.


__ADS_2