Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 46 Masa lalu Vando.


__ADS_3

Lamunan Vando pun melayang dimana dia pertama kali bertemu dengan Lexa, gadis kecil yang manis dan manja Vando begitu menyukai Lexa.


"Tuan ini Vando anak dari pengacara Joy." ucap Tangan kanan Wiliam Alexander.


"Kenapa kamu membawa akar dari penghianat." uca Wiliam ayah Alex.


Vando menatap Wiliam dengan takut berkali kali dia menunduk karna takut bertatapan dengan Wiliam.


"Tuan, Pengacara Joy ingin menebus semua kesalahan nya jadi dia memberi anak nya sebagai penebus atas penghianatan nya." ucap Riko dengan sopan.


"Bunuh dia." ucap Wiliam dia tak melihat mata tak berdosa di depan nya itu.


Tiba tiba seorang gadis kecil berlari mendekati Wiliam dia berteriak sambil membawa es cream, karna ceroboh kaki gadis kecil tersandung batu dan terjatuh ke tanah.


Es Cream yang dia pegang pun mengenai wajah Vando, Wiliam pun kaget dia berlari menuju gadis itu dengan cepat sekali.


"Ayah sakit." tangis gadis itu.


Wiliam langsung mengendong Lexa dengan cepat dia pun menaruh Lexa di kursi bekas nya tadi.


"Sudah tidak apa apa, nanti Ayah akan membelikan es cream lagi." ucap Wiliam dia mengapa air mata Lexa sambil tersenyum.


Dari kejauhan seorang anak lelaki berlari menuju Wiliam dan Lexa nafas nya ngos ngosan karna berlari dengan cepat sekali, Vando menatap Lelaki itu dengan sopan.


"Lexa kamu kenapa." ucap Lelaki itu.


"Abang." ucap Lexa dengan manja.


Tiba tiba hati Vando berdebar dengan kencang sekali melihat wajah Gadis itu wajah nya yang manis serta senyum nya yang menenangkan hati.


"Ayah dia siapa." ucap Alex baru menyadari ada orang asing di rumah nya.


Wiliam melihat yang di tunjuk Alex dia pun menatap Vando dengan marah sekali karna sama sekali tak menuruti perintah nya.


"Dia anak dari penghianat." ucap Wiliam nada bicara nya penuh dengan kebencian.


Alex semakin tak mengerti dengan ucapan Ayah nya itu, Alex pun menghampiri Vando sementara Vando dia menunduk dalam karna takut bertatapan dengan Alex.


"Perkenalkan aku Alex." ucap Alex dia mengulurkan tangan nya.


Vando yang mendengar ucapan Alex itu sedikit bingung tapi dengan cepat Vando menyambut uluran tangan Alex dengan tulus.

__ADS_1


"Riko kamu tidak dengar perintah ku." ucap Wiliam menatap Riko dengan amarah.


"Ayah biar kan dia menjadi teman ku." ucap Lexa dengan cepat.


Kembali lagi mata Vando menatap Lexa, gadis ini bahkan mempunyai sisi baik dari sifat manja nya itu.


"Ayah, walaupun dia anak dari seorang penghianat dia belum tentu seperti ayah nya." ucap Alex memberi tau.


"Justru karna dia masih kecil, Alex kamu belum tau kapan dia menumbuh kan taring nya ketika dewasa nanti." ucap Wiliam menatap Alex.


Alex terdiam dia menatap Vando hatinya mengatakan dia sama sekali tak akan mengkhianati nya.


"Ayah." ucap Lexa menatap Wiliam dengan manja.


Wiliam pun seperti mengerti arti tatapan Lexa itu dia mengelus Lexa dengan lembut sekali.


"Baiklah, Vando mulai sekarang kamu harus menjaga kedua anak ku ingat jangan sampai kamu mengkhianati nya, seperti ayah mu itu. Karna aku tidak akan melepaskan orang yang menyakiti anak ku." ucap Wiliam kepada Vando.


"Baik Tuan." ucap Vando menunduk sopan.


Wiliam pun masih menatap Vando dengan serius sekali dia sebenar nya juga tidak tega membunuh anak sekecil Vando apalagi Vando tergolong pintar dalam segala hal.


Vando pun kembali menatap depan dia langsung kembali menyertir dengan cepat menuju rumah nya karna lamunan itu hati Vando merasa resah dia pun sudah sampai di rumah nya.


Setelah membersihkan badan Vando tiduran dia menatap langit langit lamunan Vando terbayang lagi ketika Tuan Wiliam mengetahui dirinya menyukai Lexa.


"Ngapain kamu liatin Anak saya seperti itu." ucap Wiliam pada Vando.


Vando yang baru menyadari kedatangan Wiliam pun terdiam dia menunduk takut tidak berani menatap Tuan nya.


Sementara itu Lexa dan Alex dia masih asik bermain tak jauh dari Vando mungkin mereka juga tidak mendengar nya.


"Jangan sekali kali kamu menyukai anak ku." ucap Wiliam masih menatap Vando tajam.


"Paham." teriak Wiliam keras sampai Alex dan Lexa pun berhenti bermain dia menatap Ayah nya.


Alex pun menatap Vando yang terlihat ketakutan dengan suara bentakan itu Alex pun menghampiri mereka dengan cepat sambil berlari kecil.


"Ayah kenapa." tanya Alex pada Ayah nya.


"Alex awasi dia karna dia." ucapan Wiliam terhenti sebuah telfon masuk di handphone nya.

__ADS_1


Wiliam pun mengangkat nya denga cepat setelah menerima wajah nya terlihat pucat Alex menghampiri Ayah nya dia memberi nya gelas berisi minum.


"Alex jaga Lexa, Ayah sekarang harus pergi ke jepang karna perusahan kita mengalami kebakaran Mama akan ikut biar Bi Iim yang jaga kalian." ucap Wiliam dia mengelus kepala Alex.


"Ayah." Lexa yang dari kejauhan berlari langsung memeluk Wiliam.


Wiliam pun memeluk putri tersayang nya sangat lama sekali Vando menatap mereka ada perasaan gelisah di hati nya melihat pemandangan di depan nya ini.


"Ayah akan kembali lagi Lexa, Lexa mau apa hadiah dari Ayah." ucap Wiliam menatap Lexa.


"Lexa hanya ingin Ayah dan Mamah cepat pulang." ucap Lexa menatap Ayah nya.


"Tunggu Ayah dan Mamah pulang yah." ucap Wiliam.


Mereka pun langsung pergi hari itu juga karna keadaan sangat mendesak di sana di kamar Lexa menatap Foto dirinya dengan keluarga nya.


"Lexa kamu belum tidur." suara itu tak asing bagi Lexa.


"Abang." panggil Lexa.


Lexa pun berlari ke arah Alex dia langsung memeluk Alex dengan erat air mata nya terjatuh di pelupuk mata nya Alex yang melihat Lexa tiba tiba menangis pun kaget.


"Ada apa." ucap Alex khawatir.


"Abang, Lexa mimpi buruk." ucap Lexa dia masih sambil menangis.


"Mimpi, emang kamu mimpi apa." ucap Alex dia mengelus rambut Lexa.


"Ayah dan Mamah ninggalin Lexa Bang." ucap Lexa suara tangis pun keluar.


Alex kembali memeluk Lexa menenangkan nya kembali supaya bisa tenang Alex membimbing nya ke kasur nya.


"Itu hanya bunga tidur, sudah lah tak perlu di pikirkan. Lebih baik kamu tidur lagi kan besok kata nya ada ujian." ucap Alex dengan wajah senyum.


"Baik Abang, tapi Lexa mau Abang disini temenin Lexa, Lexa takut." ucap Lexa saat Alex hendak pergi.


"Baiklah Abang akan temenin, Abang di sofa itu." tunjuk Alex dengan dagu nya.


"Baik Bang." ucap Lexa.


Dalam suasana malam itu Alex sebenarnya tidak bisa tidur karna memikirkan mimpi Lexa dia hanya menatap adik nya yang tertidur dengan pulas.

__ADS_1


__ADS_2