
Hari yang paling di tunggu Lexa kini akhir nya datang juga hari dirinya akan menjadi milik Bayu seutuh nya Lexa sudah mengenakan gaun pengantin dia sangat cantik dan anggun.
Sementara itu Bayu diruangan nya hati nya terasa sakit sekali karna pernikahan ini mengingat kan dirinya dengan Laras.
Laras sering menceritakan keinginan nya kalo dirinya menikah nanti perkataan Laras masih membekas hangat di ingatan nya tanpa sadari air mata Bayu menetes orang yang merias Bayu pun kaget sekali.
"Maaf Tuan, seperti nya saya memoles bedak sampai mengenai mata." ucap tukang make up itu.
"Tidak apa apa lanjutkan saja." ucap Bayu menyuruh tukang make up itu melanjutkan pekerjaan nya.
Dengan sangat hati hati sekali dia memoles bedak di muka Bayu dari arah luar pintu muncul lah teman Bayu dia tersenyum memandangi Bayu yang sangat tampan seperti pangeran dalam cerita barbie.
"Kenapa murung gitu." ucap Kiky sahabat Bayu.
Bayu hanya tersenyum menanggapi ocehan Kiky itu tiba tiba pintu terbuka Alex masuk menyuruh semua orang untuk keluar dari ruangan ini.
Mereka pun patuh lalu keluar termasuk Kiky walau dia penasaran apa yang akan mereka bicara kan.
"Ada apa menemui ku seperti ini." ucap Bayu menatap Alex sejujur nya ingin sekali dia meninju Alex yang telah mengambil Laras.
"Aku cuma kasih nasehat mau kau turuti itu bagus mau kau tidak turuti pun hak kamu." ucap Alex dia lalu duduk di sofa muka mereka menatap satu sama lain dengan benci.
"Cepat kata kan aku malas melihat muka mu." ucap Bayu memandang yang lain.
"Baik lah adik ipar kesayangan ku." ucap Alex dia berdiri.
"Aku tau apa yang keluarga mu buat pada kedua orang tua ku, dan aku tau itu juga bukan kesalahan mu yang aku mau kau buat Lexa tersenyum dan selalu bahagia karna dia sangat mencintai mu, sedikit saja kau melukai nya dan membuat nya menangis aku pastikan kau beserta keluarga mu akan busuk dan mati mengenaskan." ucap Alex dengan mata tajam.
Bayu yang mendengar ucapan Alex barusan sedikit tercengang dan kaget sekali bagaimana dia tau itu yang di fikirkan Bayu.
"Anggap saja kau sedang menebus kesalahan kedua orang tua mu walau aku sendiri belum bisa memaafkan nya." ucap Alex lalu melangkah pergi meninggalkan Bayu.
Bayu terdiam menatap dirinya dari pantulan cermin betapa menjijikan dirinya itu.
Alex pun menuju ruangan dimana adik nya berada dia membuka pintu melihat Lexa dengan gaun pengantin yang sangat cantik seperti orang yang make nya.
"Abang." ucap Lexa dia langsung memeluk Alex membiarkan Lexa menangis.
__ADS_1
"Kamu cantik Lex seperti Mamah." ujar Alex dia menyentuh pipi Lexa dengan lembut mengapus air mata nya supaya berhenti menangis.
"Bentar lagi Lexa akan berubah status Bang menjadi istri Bayu, Lexa harap Abang bahagia dengan pilihan Abang." ucap Lexa menatap Alex.
"Maksud mu." ucap Alex tak mengerti.
"Lexa ingin Abang menikah dengan Laras supaya dia tidak bisa menganggu Bayu lagi." ucap Lexa menatap Alex.
Senyum Alex mengembang mendengar kan ucapan Lexa dengan mantap Alex mengangguk.
"Baik." ucap Alex.
Acara pun berjalan dengan lancar sekali tanpa ada sedikit pun ganggu sekarang tinggal lah Lexa dan Bayu di kamar hotel yang sudah di siap kan Alex untuk bulan madu adik nya.
"Lexa." panggil Bayu.
"Yah." ucap Lexa dia masih mengenakan gaun pengantin itu begitu juga dengan Bayu dia masih mengenakan jas itu.
"Mau aku bantu melepaskan gaun nya." tanya Bayu menatap Lexa.
Wajah Lexa tersipu malu sekali mendengar ucapan Bayu itu tapi Lexa mengangguk Bayu pun melangkah mendekati Lexa yang duduk di samping ranjang.
"Aku akan melakukan nya sekarang." ucap Bayu.
Wajah Lexa memerah mendengar ucapan Bayu itu betapa sangat bahagia sekali Lexa di perlakukan lembut seperti itu sementara Bayu dia melakukan hal menjijikan ini demi keluarga nya untuk menutupi aib keluarga nya.
Bayu melepaskan jas nya dia pun mematikan lampu nya dan menyala kan lampu tidur nya jantung Lexa berdebar sekali saat Bayu mencium nya.
Malam yang sangat indah bagi Lexa sekarang dia sudah sepenuh nya menjadi milik Bayu begitu juga Bayu dia sudah sepenuh nya menjadi milik Lexa.
"Kau sudah bangun." ujar Bayu saat melihat Lexa bangun.
"Bay maaf aku kesiangan." ucap Lexa saat melihat Bayu sudah rapih dengan baju nya.
"Aku tunggu di restoran bawah." ucap Bayu dengan senyum.
Lexa pun mengangguk Bayu meninggalkan Lexa sendiri di kamar dengan semangat Lexa mandi dia sambil bernyanyi dengan keras betapa bahagia nya semalam.
__ADS_1
Tapi berbeda dengan Bayu semalam dia sangat tersiksa sekali saat Lexa sudah tidur karna kelelahan Bayu menangis di dalam kamar mandi sambil mengosok gosok tubuh nya.
Suara tangisan Bayu tidak terdengar karna dia tidak mau terlihat lemah sementara itu Laras izin tidak masuk ke kantor karna dirinya sedang tidak enak badan.
Alex pun mendengar dari Vando sekretaris nya Laras sakit dia langsung pergi ke kosan Laras sambil membawa buah buahan.
"Laras." ucap Alex dari luar pintu dia mengetuk berkali kali tapi tidak ada yang menjawab nya.
Sementara itu Laras menangis di dalam kamar nya tidak menghiraukan ketukan pintu dari Alex dia tidak ingin melihat muka Alex orang yang telah merengut kesucian nya dan telah menghancurkan mimpinya mimpi bersama Bayu.
Telfon Laras berbunyi berkali kali karna Alex menelfon dengan cepat Laras mengambil handphone nya dan melemparkan nya ke dingding.
Karna Laras tidak menjawab serta tidak aktif nomer nya Alex pun mencari pemilik kosan nya dia akan membeli kosan itu setelah mendapat kunci dari pemilik kosan Alex bisa membuka pintu kosan Laras.
Betapa kaget sekali Laras ketika Alex sudah ada di dalam kamar nya dengan wajah sangat marah sekali.
"Ngapain kamu disini." ucap Laras berteriak pada Alex.
Alex pun mendekati Laras dia langsung memeluk nya wanita yang sudah mencuri hatinya ini dia merindukan Laras sekali.
"Lepas." ucap Laras mendorong Alex.
"Lebih baik Pak Alex keluar dari sini karna saya merasa terganggu." ucap Laras dengan marah.
Alex pun langsung mencium Laras dengan lembut Laras berusaha menolak nya tapi tenaga nya kalah.
"Kau tidak apa apa." ucap Alex saat dia sudah mencium Laras.
"Vando bilang kamu sakit." ucap Alex dia memeriksa dahi Laras dengan tangan nya.
"Aku tidak apa apa Pak hati aku yang sakit jadi tolong pake banget Pak Alex keluar." ucap Laras lagi.
"Tidak kamu itu istri ku jadi tanggung jawab ku." ucap Alex dengan senyum.
Laras menatap Alex dia tidak habis pikir dengan orang di depan nya ini Laras pun hendak pergi tapi tangan nya ditahan.
"Mau kemana." ucap Alex saat melihat Laras pergi.
__ADS_1
"Mau bikin minum buat Pak Alex." ucap Laras.
Laras pun melangkah pergi meninggalkan Alex di kosan sementara Laras dia keluar tidak membeli minum tapi kabur sementara Alex tidak tau Laras kabur.