
Bayu pun keluar dari ruangan Lexa wajah bayu pun berubah menjadi murung sekali Bayu keluar dari rumah sakit menuju mobil nya saat akan pergi Bayu melihat Laras dan Alex yang sedang saling tersenyum.
"Semoga kamu selalu bahagia." ucap Bayu menatap Laras.
Mobil pun pergi dari situ dengan cepat sekali dan berpapasan dengan Vando yang akan ke rumah sakit karna dia mendengar Lexa pingsan.
Vando pun memarkirkan mobil nya di bekas Bayu tadi tanpa menunggu lama lama lagi Vando keluar dari mobil nya.
"Kamu sudah datang." sebuah suara menghentikan langkah Vando.
Vando pun menatap orang itu dengan tersenyum sopan dia pun menghampiri Vando dengan langkah lambat sekali Vando masih fokus menatap kedepan wanita itu.
"Nona." ucap Vando mencegah tangan Nessa yang akan menyentuh wajah nya.
Nessa pun menghentikan tangan nya kini menatap Vando dengan tatapan tajam sekali tapi Vando tak pernah takut tatapan wanita yang ada di depan nya ini.
"Lexa, ada diruangan." ucap Nessa akhirnya.
"Makasih Nona." ucap Vando saat akan melangkah tangan nya di tahan Nessa.
"Jaga dia, aku tidak mau kamu menyakiti dia sedikit pun." pinta Nessa menatap tajam Vando.
"Dengan seluruh jiwa dan raga ku, aku janji akan selalu melindungi Nona Lexa. dan makasih juga sudah merawat nya dengan baik ketika aku pergi." ucap Vando menatap Nessa tak lupa senyum Vando terukir.
"Kalian disini." ucap Alex.
Vando dan Nessa pun menatap ke arah Alex yang disamping nya Laras mengenggam tangan Alex, hati Nessa sedikit gerah padahal tadi Nessa sengaja memprovokasi Alex dan Laras.
"Iyah Tuan." ucap Vando menunduk hormat.
Alex pun melangkah dan menghampiri Vando kali ini Alex menepuk bahu Vando dengan lembut dan itu sontak saja Vando bereaksi kaget.
"Tuan." ucap Vando kembali gugup.
"Jaga Lexa, aku percaya kan Lexa pada mu." ucap Alex dengan senyum.
Vando memberani kan diri menatap Alex dari dalam lubuk hati Alex dia sudah merestui Vando itu juga tergantung Lexa mau atau tidak.
Laras baru tersadar kalo sedari tadi Nessa menatap nya dengan penuh benci dan juga amarah yang memuncak padahal Laras tidak melakukan kesalahan apa pun.
__ADS_1
"Ya sudah, ayo keruangan Lexa Kasian Lexa sendirian." ucap Alex mengajak orang yang ada di situ.
Mereka pun pergi dari situ menuju ruangan Lexa saat akan masuk Nessa menarik tangan Laras sementara Alex dan Vando masuk, dengan cepat Nessa membawa Laras pergi jauh dari ruangan Lexa.
"Nessa ada apa." ucap Laras masih berusaha menutupi keterkejutan nya.
"Pergi dari hidup Alex dan Lexa, karna kamu Lexa menderita sekarang kamu seperti orang bodoh yang masih tidak tau apa pun dan tersenyum dengan sangat ringan nya seperti tak ada beban padahal jelas jelas kamu menghancurkan kehidupan adik ipar mu." ucap Nessa berapi api.
Laras terdiam mendengar semua uraian yang Nessa berikan pada nya, Laras pun menatap Nessa dengan wajah biasa saja seperti tak mendengar kan ucapan Nessa barusan.
"Kau fikir aku bodoh, Kau berpura pura melindungi Lexa padahal kamu hanya iri melihat Alex lebih mencintai ku, lebih peduli pada ku dan kamu memakai cara yang sangat licik tapi kamu harus inget Ness. Cinta itu tidak bisa di paksakan." ucap Laras sambil menatap Nessa tajam.
"Hahaha, kau fikir Alex begitu tergila gila padamu. secantik itu kah dirimu kamu salah besar, lihat ini." Nessa melempar foto sewaktu dirinya dan Alex saat masih remaja.
Laras pun langsung melihat foto itu senyum Laras terukir dengan sinis saat melihat Foto itu.
"Ternyata kamu mempunyai bakat mengedit yah." ucap Laras sedikit menahan tawa.
"Kau." ucap Nessa menunjuk muka Laras geram sekali.
"Bagus kembangkan yah, kalo sudah tidak ada yang di bahas aku mau kembali ke Yayang beb." ucap Laras dengan senyum mengejek.
"Alex." ucap Laras yang sedari tadi menahan air mata kini menetes begitu saja.
Laras juga manusia, dia punya hati ketika orang lain memcelah nya bahkan dengan to dam tau malu orang itu menyuruh nya pergi dari suami sah nya.
"Kamu kenapa." ucap Alex yang melihat Laras meneteskan air mata.
Laras langsung memeluk Alex dengan erat sekali Alex yang tiba tiba di peluk Laras sambil menangis pun langsung menghentikan ucapan nya.
Saat tangis Laras sudah reda Alex pun menatap Laras dengan lembut sekali membelai pipi nya dan menghapus air mata nya.
"Siapa yang membuat mu menangis sampai seperti ini." tanya Alex berusaha menahan amarah nya.
"Apa kamu tulus mencintaiku." tanya Laras pertanyaan yang tidak perlu Laras lontarkan.
Karna selama ini sikap dan prilaku Alex sudah mewakili pertanyaan nya barusan tapi Alex pun tetap menjawab nya dengan mengangguk kan kepala nya.
"Kamu tidak bohong." ucap Laras lagi.
__ADS_1
Sebuah ciuman mendarat di bibir Laras, Alex langsung mencium bibir Laras dengan lembut sekali saat itu Nessa melihat nya genggam di tangan nya kini semakin erat ingin menghancurkan Hidup Laras.
"Aku mencintai mu, apa kau tak percaya pada ku." ucap Alex setelah selesai mencium Laras.
"Tidak aku hanya memastikan semua itu bohong." ucap Laras masih menatap Alex.
"Maksudnya." tanya Alex tak mengerti.
"Ohh yah kamu tidak di ruangan Lexa." Tanya Laras.
"Aku mencarimu tapi kamu tidak ada, kamu jujur padaku. habis dari mana." tanya Alex menunggu jawaban Laras.
"Ohh tadi, aku. Aku habis ke kamar mandi nahan pipis." ucap Laras sambil tersenyum dengan lebar.
"Kamu tidak sedang menutupi kebohongan kan." tanya Alex memastikan lagi.
"Tidak, untuk apa aku berbohong." ucap Laras kali ini sambil berjalan.
Melihat Laras yang sudah berjalan duluan pun ada perasaan aneh yang sedang Laras sembunyikan tapi entah apa itu.
Karna Laras sudah hampir jauh Alex pun berusaha memahami ucapan Laras barusan itu, kini mereka masuk ke ruangan Lexa yang disana Vando sedang berdiri di samping Lexa yang sedang tertidur.
"Tuan." ucap Vando saat melihat Alex dan Laras masuk.
"Vando aku titip Lexa yah, aku dan Laras mau pulang dulu." ucap Alex pada Vando.
"Baik Tuan." ucap Vando.
Alex dan Laras pun pergi dari ruangan Lexa menuju mobil nya saat sudah akan pergi Nessa mengedor ngedor kaca Mobil Alex.
"Alex." ucap Nessa dari luar.
"Ada apa Ness." ucap Alex yang sudah membuka kaca mobil nya.
"Aku ikut, Kak Bima tadi menelvon dia sudah datang." ucap Nessa dengan wajah bahagia.
"Masuklah." pinta Alex tanpa Ragu.
Nessa pun masuk ke mobil Alex setelah Nessa masuk Alex pun langsung menjalankan mobil nya kembali.
__ADS_1