Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 32 Hilang nya Laras.


__ADS_3

Alex pulang ke rumah dengan keadaan acak acak serta bau alkohol yang menyengat bertumpahan di mana mana Vando yang melihat Tuan nya seperti itu pun merasa sangat sedih sekali.


Sudah lebih dari seminggu Laras tidak ada batang hidung nya sementara Alex dia menjadi dingin serta marah terus menerus walau tak ada yang salah.


Siang itu Lexa mampir ke kantor Abang nya karna dari kata Bi Iim Tuan Alex sering mabuk mabuk kan kadang tidak makan sama sekali.


Vando yang melihat Lexa datang membawa makanan untuk Alex pun terasa senang karna sudah beberapa hari Tuan Alex tidak makan nasi dia hanya meminum alkohol.


"Abang." ucap Lexa dia membuka pintu kantor Alex.


"Yah Lexa." ucap Alex dia masih fokus pada komputer nya itu.


"Abang berubah deh biasa nya ada Lexa langsung ceria ini sama sekali tidak bahkan natap Lexa pun tidak." ucap Lexa sambil cemberut.


"Kamu mau apa." ucap Alex malas berbasa basi entah kenapa sejak Laras pergi mood Alex sangat buruk dia bahkan menjadi gila kerja.


"Makan lah dulu Bang, Lexa jauh jauh membawa makanan hanya ingin melihat Abang makan." ucap Lexa dia langsung duduk di sofa dan menaruh makanan dimeja itu.


Alex pun berdiri dan melangkah mendekati Lexa dengan malas sekali lalu duduk di dekat Lexa yang sudah membuka makanan itu dengan sangat rapih Lexa menata nya.


"Seperti nya terlihat enak." ucap Alex dia lalu mengambil sendok dan menyantap nasi nya.


"Lumayan, siapa yang masak." ucap Alex dia sambil makan berbicara itu.


Sementara Lexa sedikit cemberut dengan ucapan Alex tapi dia akan memaafkan ucapan Alex tadi.


"Yah aku lah Bang." ucap Lexa dengan pede nya.


"Bukan Bi iim." ucap Alex dengan senyum menatap Lexa.


"Abang mau Lexa pukul." ucap Lexa sudah marah.


"Hahahaha, ambil kan aku minum." ucap Alex tenggorokan nya terasa sangat sakit.


Lexa pun dengan cepat mengambil gelas dan menuangkan air putih di gelas dan memberi nya pada Abang nya.


"Abang." ucap Lexa suara nya mulai pelan sekali.


"Yah." ucap Alex dia meletak kan gelas nya kembali.

__ADS_1


"Lexa mohon berhenti lah meminum alkohol itu tidak baik untuk tubuh Abang." ucap Lexa dia sebenarnya agak ragu mengatakan tapi ini demi kebaikan nya.


Alex yang tadi makan dengan lahap berhenti menyendok makanan di piring nya karna ucapan Lexa barusan.


"Kenapa baru kali ini kamu mengkhawatir Abang kenapa tidak dari dulu." ucap Alex kali ini menatap Lexa.


"Abang." ucap Lexa.


"Kau tau perasaan Abang seperti apa kau tau bagaimana Abang melindungi mu dengan sekuat tenaga Abang tapi kau tidak tau apa yang Abang mu ingin kan." ucap Alex dia tersulut emosi.


"Abang." ucap Lexa mata nya sudah memerah.


"Andai saja Abang tidak melukai hatinya andai saja Abang tidak bertemu dengan nya andai saja Abang memperlakukan nya dengan baik mungkin dia tidak akan benci Abang mungkin dia tidak meninggalkan Abang." ucap Alex air mata nya terjatuh menahan sesak di hati.


Lexa langsung memeluk Abang nya dia menangis bersama Alex sementara itu diluar pintu Vando ikut menetes kan air mata baru kali ini Tuan Alex mencintai seseorang sampai seperti itu.


"Maafin Lexa Bang." ucap Lexa dia menepuk bahu Alex menenangkan nya.


"Lexa sangat egois karna tidak memikirkan perasaan Abang." ucap Lexa dia sambil menangis memeluk Alex.


Alex baru tersadar dia pun melepaskan pelukan Lexa dan menatap Lexa dengan wajah bingung dengan tingkah nya ini.


Lexa pun memandang Alex sebentar lalu merapihkan kembali bekas makan nya setelah selesai Lexa pergi meninggalkan Alex yang fokus pada komputer nya.


Lexa pulang ke rumah nya rumah dirinya bersama Bayu dan setelah menikah sikap Bayu ke dirinya menjadi kasar dia bahkan sering membentak bentak Lexa.


Lexa pun pulang ke rumah dengan hati sedih mengingat ucapan Abang nya dia membuka pintu mobil nya dan masuk kedalam rumah nya disana sudah ada Bayu dia sedang menonton televisi.


"Dari Abang mu lagi." ucap Bayu saat Lexa masuk.


"Iyah." ucap Lexa dia melangkah menuju dapur menaruh peralatan bekas makan Alex tadi.


"Kalo gitu Nikahin saja Abang mu ngapain masih disini." ucap Bayu dia sambil memakan cemilan wajah nya menatap televisi.


Lexa tak meladeni ucapan Bayu walau sejujur nya dia sangat sakit hati setiap apa pun yang dia lakukan selalu salah di mata Bayu.


Setelah selesai mencuci piring nya Lexa pun menuju kamar nya tak mau mendengarkan ucapan Bayu.


Bayu yang melihat Lexa tak meladeni nya sangat kesal sekali dia pun melempar cemilan itu ke lantai sementara di dalam kamar Lexa menangis yang dilakukan nya hanya menangis.

__ADS_1


Tiba tiba handphone nya berbunyi tertulis Nessa sahabat Lexa dia menelvon Lexa dengan cepat Lexa mengangkat nya.


"Hallo Ness." ucap Lexa sebisa mungkin menyembunyikan suara nya yang tersisa menahan tangis.


"Lexa sini ke cafe biasa aku mau berbicara." ucap Nessa pada Lexa.


"Oke nanti aku kesitu." ucap Lexa dia pun langsung menutup telvon nya.


Lexa pun masuk ke kamar mandi ingin mencuci muka nya setelah selesai Lexa sedikit memakai lip blam untuk bibir nya dan mengambil tas nya lalu keluar dari kamar nya.


Saat keluar dari kamar nya melewati tempat Bayu duduk tadi sudah tidak ada Bayu disitu yang ada cemilan berjatuhan ke lantai Lexa pun menatap sekilas dan pergi keluar.


Lexa pun menaikih mobil nya di bagasi dia tidak melihat motor Bayu mungkin Bayu keluar fikir Lexa.


Lexa pun langsung keluar dari rumah nya menuju cafe yang tak jauh dari kampus nya dulu dia pun memarkir mobil nya dan masuk ke cafe di sana Nessa sedang duduk sambil memainkan handphone nya.


"Hay Ness." teriak Lexa dia dengan senyum sementara Nessa melambaikan tangan.


Lexa duduk didepan Nessa minuman untuk dirinya sudah tersaji di depan cuma sahabat nya ini yang tau mengubah mood nya.


"Masih Vanilla Green tea kan." ucap Nessa dengan senyum.


"Kamu ngapain bawah koper." ucap Lexa baru menyadari Nessa membawa koper banyak sekali.


"Aku mau kerja Lexa di jerman dan ini salam perpisahan Vanilla Green tea." ucap Nessa dengan senyum tanpa di izinkan air mata Nessa jatuh.


"Ness." ucap Lexa dia langsung memeluk Nessa sahabat nya dari kecil.


"Kenapa jauh jauh di jerman Ness kenapa tidak disini." ucap Lexa dengan menangis.


"Itu keinginan ku dari dulu Lexa semoga kamu selalu sehat dan bahagia yah maaf mungkin aku tidak bisa membantu mu lagi." tangis Nessa meledak.


"Nessa." ucap Lexa dia masih memeluk Nessa.


Suara handphone di meja menghentikan mereka Nessa langsung mengangkat nya dia pun menatap Lexa.


"Lexa aku pergi sekarang yah jaga diri baik baik." ucap Nessa dia kembali berpelukan.


Agak lama Nessa memeluk Lexa untuk melepas perpisahan setelah selesai Nessa mengambil koper dan tas nya dia sekali lagi tersenyum pada Lexa dan melambaikan tangan perpisahan.

__ADS_1


__ADS_2