Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 22 : Petualangan Bersama


__ADS_3

Pagi berikutnya semua orang telah menunggu kedatangan Ardhi dan Anastasia di luar kota, di sana telah disediakan sebuah kereta yang akan mengantarkan mereka dalam perjalanan.


Tidak seperti kereta yang dijalankan seekor kuda, mereka menggunakan makhluk seperti kadal yang cukup kuat dan cepat untuk melakukan perjalanan jauh.


Key menyambut kedatangan mereka.


"Yo Ardhi, kami sudah siap... kau sudah tahu paling tidak sedikit kemampuan kami jadi mohon bantuannya."


"Sama-sama."


Ardhi maupun Key melakukan jabat tangan.


Sirna akan tetap memimpin kelompok ini karena itulah bagi Ardhi bisa mengurangi sedikit bebas dari kepemimpinannya.


Ardhi mengambil kursi belakang sementara Feng Ho dan Sirna mengambil kursi depan untuk menjalankan kereta.


"Jadi makhluk bencana seperti apa yang akan kita hadapi lebih dulu?"


Sirna menjawab.


"Black Spider, aku dengar makhluk itu terlihat tidak jauh dari sini. Dia mungkin lawan cocok untuk kita kalahkan lebih awal."


"Begitu."

__ADS_1


Seperti namanya itu adalah sebuah laba-laba raksasa yang kerap memangsa apapun yang hidup di dekatnya, dalam 100 tahun belakangan ini ia telah membunuh banyak orang lalu memakannya tanpa sisa, jika ada kota-kota yang mati tanpa ada penduduk di dalamnya hampir sepenuhnya kesalahannya.


Therta menatap Ardhi sangat dekat.


"Bagaimana kau memilih mana yang sangat banyak itu, bagi orang lain mereka tidak menyadarinya bagiku sangat terlihat jelas."


"Dengan latihan."


"Kamu pasti bercanda?"


Ardhi menunjukan lengannya dan di sana sebuah plat besi terlilit. Itu memiliki berat 20 kg.


"Apa kau selalu bertarung memakai itu?"


Mungkin jika dengan Ardhi, tujuan mereka akan tercapai.


Walau pada akhirnya guild akan dibubarkan paling tidak mereka semua ingin membalas kebaikan yang berikan Sirna pada mereka. Sama seperti Anastasia, Feng Ho, Key maupun Therta merupakan orang-orang yang kurang beruntung dalam menjalani hidup.


Ketiganya tinggal di jalanan bersama dan mencuri makanan untuk bertahan hidup, berkat uluran tangan Sirna mereka bisa tumbuh baik sampai sekarang.


Walau itu terdengar seperti Sirna telah memanfaatkan mereka, mereka sama sekali tidak peduli. Entah apa itu alasannya mereka saat itu merasakan bahwa mereka sangat tertolong.


Mereka sampai di sebuah kota tidak jauh dari kota yang sebelumnya diserang oleh Black Spider, ketika Sirna menunjukkan kepemilikannya guild semua penjaga menjadi sopan.

__ADS_1


Memang mengejutkan bahwa guild master bisa datang ke kota yang terpencil seperti ini terlebih mereka berniat untuk membantu.


Mereka mengunjungi kediaman pemilik kota dan pemilik kota memberikan tempat tinggal sementara beserta data yang mereka dapatkan dari penyerangan makhluk bencana.


"Black Spider memiliki kekebalan terhadap api, sihir api jelas sekali tidak akan berguna," kata Anastasia.


"Dia memiliki daging dan darah hanya dengan pukulan sudah cukup," balas Feng Ho.


Bagaimanapun kelihatannya laba-laba tetaplah laba-laba mereka bisa dikalahkan dengan berbagai cara.


Untuk mengabaikan waktu mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota, Ardhi hanya mengambil kesempatan ini untuk berjalan-jalan berduaan dengan Yuki.


"Master apa anting ini cocok denganku?"


"Sangat cocok, kamu terlihat cantik."


"Yeeh, aku dipuji lagi... aku sebenarnya ingin menyombongkan hal ini di depan semua orang tapi kurasa mereka akan marah."


"Kurasa tidak apa asalkan kita juga membelikan untuk mereka."


"Kalau begitu aku akan memilihnya."


Ardhi hanya tersenyum lembut padanya.

__ADS_1


__ADS_2