
"Master bangun."
Ardhi membuka matanya dan melihat bahwa Yuki yang duduk di atasnya tampak melirik ke arah jendela.
"Ada apa?"
"Sepertinya makhluk itu telah muncul."
"Kalau begitu kita juga harus bergegas, tolong kenakan dulu pakaianmu."
"Baik."
Ardhi keluar kamar tepat saat semua orang datang padanya. Semua orang mengangguk sebelum akhirnya berlari ke arah luar kota.
Di sana mereka melihat para penjaga yang hanya berdiri mematung dengan tubuh mereka gemetaran, sementara itu di depan mereka banyak orang-orang yang telah terbunuh khususnya laba-laba yang terlihat sedang mengamuk.
Laba-laba itu memotong-motong tubuh mangsanya sebelum melahapnya, salah satu penjaga tampak masih hidup, ketika kaki monster itu siap membunuhnya Feng Ho telah melompat untuk memblokir serangannya.
Di saat yang sama sisanya telah siap memberikan serangan lanjutan. Anastasia melalui pedangnya begitu juga Ardhi, untuk serangan berbeda ditunjukkan oleh Key dengan jarum suntiknya.
Di saat laba-laba itu terlempar jauh, sihir tanah milik Therta menembusnya dari segala arah.
"Tolong pergilah."
"Baik."
__ADS_1
Setalah mengobati prajurit yang terluka, Sirna menggunakan sihir pendukung untuk melapisi semua orang dengan Buff.
Black Spider mulai merusak tanah yang menembus tubuhnya dan kembali bergerak, insting lapar jelas telah menjadikannya makhluk buas haus akan darah dan daging manusianya. Dia menerjang ke arah Feng Ho yang sudah bersiap dengan kuda-kudanya, saat ia mengirimkan tinju ke udara bekas kepala tampak jelas di tubuh Black Spider yang mampu membuatnya tidak bergerak.
"Bagus, Feng Ho, kita bisa menyelesaikan ini dengan baik."
Key telah melompat ke udara, menggunakan gaya gravitasi dia menembuskan jarum di tubuhnya lalu memasukan cairan di dalam suntikannya.
Ardhi maupun Anastasia yang telah bertarung beberapa waktu telah mundur menjaga jarak.
"Apa yang dia suntikan pada makhluk itu?"
"Obat pelumpuhan, seharusnya itu bekerja pada musuh kuat seperti monster."
Semua orang berteriak memanggilnya.
"A-apa?"
Tubuh Key dilempar ke samping yang segera mendapati pertolongan dari Sirna.
"Master maafkan aku?"
"Kamu tidak harus minta maaf, aku akan menyembuhkanmu"
"Racun sebelumnya jelas berdampak padanya sayangnya laba-laba ini di waktu yang sama menciptakan penawarannya di dalam tubuhnya sendiri."
__ADS_1
"Itu mustahil!" teriak Feng Ho terus memberikan serangan terbaiknya.
Anastasia kembali berlari dan ia terlempar dengan sebuah ayunan kaki.
Laba-laba ini tidak perlu melihat seseorang saat bertarung itu hampir instingnya telah memberikan gambaran di mana musuhnya menyerang.
Black Spider menyemburkan utas menjerat Feng Ho layaknya jaring, Ardhi tidak tinggal diam. Dia memotongnya demi membebaskannya kemudian mengirim pedang lainnya menembus dari atas langit.
Setiap pedang melukai setia tubuhnya hingga makhluk tersebut menjerit penuh kengerian, sama saat melawan Serpent dia juga mampu menciptakan bola hitam di dalam mulutnya.
Sebelumnya ada Mery yang menahannya dengan perisai, sekarang peran itu harus dilakukan oleh Ardhi sendiri.
Ia menancapkan pedang di tanah dan es menyembur ke udara berubah menjadi bongkahan besar layaknya dinding tebal tak hanya satu dia membuatnya sebanyak mungkin.
Di saat yang sama semua orang bersembunyi di belakangnya.
"Apa ini akan baik-baik saja?" tanya Sirna.
"Tidak masalah ini juga termasuk kesempatan."
"Kesempatan?"
"Saat dia menembak tubuhnya akan melemah saat itulah kita bisa menghabisinya."
Semua orang mengangguk mengerti.
__ADS_1