Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 44 : Anggota Tambahan


__ADS_3

Karena hukuman, tidak ada siapapun yang bisa mengingat nama yang disebutkan oleh Ardhi, ia tidak ingin melanjutkan topik seperti itu dan beralih ke arah topik berbeda.


"Aku juga ingin meluruskan bahwa naga bencana di sebelahku tidak melakukan apapun terhadap kekaisaran ataupun kerajaan lain."


"Benar, soal monster ataupun hal yang terjadi bukan salahku, aku sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan semua itu."


Kaisar mengerenyitkan alisnya.


"Bagaimana aku bisa yakin bahwa kau tidak ada sangkut pautnya dengan semua ini?"


"Pertama aku sudah tidak ingin melakukan hal-hal seperti dulu yang aku lakukan, aku hanya ingin hidup damai tanpa melakukan kerusakan dan, kedua semua yang terjadi adalah perbuatan pohon yang berada di Utara kekaisaran."


"Tolong lanjutkan."


"Pohon itu telah menyerap banyak sekali energi kutukan sehingga pohon tersebut bisa menciptakan monster baru serta mengendalikannya, aku hanya pernah mendengar hal itu dari pria-pria berjubah hitam secara tidak sengaja saat memungut jamur di hutan."


Ardhi merasa itu merupakan informasi penting yang dibutuhkannya sejak lama, jika dugaannya tidak salah kemungkinan besar semua yang terjadi di tempat ini merupakan tindakan sekte. Mereka membutuhkan jiwa orang mati untuk membangkitkan raja iblis.


Semakin banyak orang terbunuh maka semakin cepat pula hasilnya.


"Apa ada organisasi tertentu yang melakukannya?" tanya kaisar.


"Aku tidak tahu."


Untuk saat ini Ardhi memilih untuk diam.


"Aku minta maaf dengan apa yang terjadi padamu, mulai sekarang naga bencana tidak akan dianggap lagi musuh manusia dan kau bisa bebas hidup di negaraku."

__ADS_1


"Terima kasih atas kemurahan hati Anda."


"Soal pohon itu, aku akan meminta pahlawan untuk menyelidikinya."


"Soal itu sepertinya tidak akan bisa dilakukan."


Giliran Ardhi yang menceritakan soal pahlawan, dari semuanya hanya Ruti yang tetap di dunia ini.


"Kalau begitu, kekaisaran ini akan musnah."


"Aku dan naga bencana akan menggantikan pekerjaan pahlawan tapi dengan satu syarat."


"Katakan?"


"Aku juga ingin kaisar melepaskan para iblis."


"Aku menjamin hal yang Anda pikirkan tidak akan pernah terjadi, aku belakangan ini telah menjadi pemilik wilayah pohon besar, karena itulah aku memiliki hak atas tiga kerajaan, jika mereka berniat menginvasi lagi aku sendiri yang akan bertarung dengan mereka tanpa melibatkan pihak kekaisaran."


"Tiga kerajaan sudah mau berdamai, kurasa kau benar-benar bukan orang yang sembarangan... baiklah, jika kau bisa mengatasi masalah kami, kami akan melakukannya."


Ardhi mengangguk kecil.


Ruti dan Yuki baru masuk setelahnya.


"Biarkan aku ikut juga, sebagai pahlawan kekaisaran aku juga ingin melakukan tugasku dengan baik."


"Aku mengerti, pahlawan Ruti juga bisa ikut."

__ADS_1


"Terima kasih banyak."


Untuk sementara waktu kelompok Ardhi telah bertambah satu orang. Kaisar menawarkan tempat untuk menginap namun Ardhi memilih untuk tidak mengambilnya dan memutuskan untuk tidur di penginapan.


"Kenapa ditolak master?"


"Aku merasa tidak enak, lagipula kita yang menghancurkan kotanya."


Semua orang masih disibukkan untuk memadamkan api di salah satu bangunan.


"Padahal aku sudah menahan diri," ucap naga bencana di sebelahnya.


Pagi berikutnya Marsya kembali ke wujud naganya sementara Ardhi berada di sampingnya dengan pedang Yuki di pinggangnya.


"Tolong garuk punggungku... benar, di sana.. enak sekali."


"Master bukannya dia lebih mirip hewan peliharaan."


"Aku tidak keberatan jika Ardhi menjadikanku hewan peliharaan."


"Naga makannya banyak lebih baik tetap hidup di alam liar."


"Itu perkataan kejam."


"Tapi kau boleh mampir ke wilayah pohon besar sesering mungkin."


"Aku menantikannya."

__ADS_1


Dari kejauhan Ruti telah berlari ke arah mereka.


__ADS_2