
Ardhi sekali lagi memastikan kembali bahan-bahan yang diminta oleh Netty, ia menggenggam secarik kertas lalu menandainya.
Sementara itu, Marsya dan Ruti tengah bertarung dengan beberapa katak raksasa yang dapat membuat gelembung racun dari mulutnya.
Racun itulah yang sedang dikumpulkan mereka, mengambilnya tanpa membunuh katak adalah sesuatu yang sulit dilakukan karena itulah pada akhirnya mereka harus membunuhnya.
Marsya menembak bola api dari mulutnya dan itu menumbangkan banyak monster di depannya, begitu juga Ruti melalui pukulannya. Karena sudah memiliki racunnya mereka tidak ada yang menahan diri.
"Daging katak sangatlah enak, apa bisa kita mengolahnya jadi makanan?"
"Mereka beracun, kemungkinan mereka hewan yang tidak bisa diolah."
Atas pernyataan Ardhi, Marsya mengangguk kecil. Ardhi bisa mengerti bahwa semua orang telah menjadi lapar, sebelumnya mereka mengumpulkan racun laba-laba maupun ular, yang terakhir diambil dari tanaman.
Tidak masalah untuk mengambil waktu lebih awal untuk makan siang.
"Marsya bisa tolong buru hewan liar, kalau bisa Rusa atau burung raksasa."
"Aku mengerti."
"Kita akan beristirahat makan siang di sini."
Hanya butuh beberapa menit untuk Marsya melakukannya.
Begitu Ardhi yang memasak Yuki juga terlihat sangat bersemangat. Ruti yang memperhatikan bahwa dia bersenandung bertanya.
"Apa Ardhi sangat ahli memasak?"
"Tentu saja, makanannya sangat enak.. suamiku sangat pandai mengolah apapun."
__ADS_1
"Eh, begitukah?"
"Iya, sebaiknya aku membantunya.. untuk hewan yang diburu Marsya, apa kau bisa membersihkannya."
"Serahkan padaku."
Sementara Marsya bermalas-malasan seorang diri di bawah pohon, semua orang telah disibukkan dengan tugas masing-masing.
Setelah selesai mereka menggelar tikar kemudian menyusun setiap makanan di atasnya, aroma enak tercium sangat menggugah selera.
"Ini mengejutkan bahwa di dunia lain aku bisa memakan steak seenak ini, mantap," teriak Ruti.
Wilayah pohon besar telah memproduksi saos steak jadi semua orang bisa membuatnya jika membelinya.
"Enak, walau dimasak, ini enak. Biasanya kelezatannya akan berkurang."
Seekor naga sering makan daging mentah.
"Master memang hebat, aku senang kamu menikahiku."
"Bukannya seharusnya posisi kalian terbalik."
"Tidak apa, terkadang suami juga boleh memasak."
"Ardhi tolong nikahi aku juga."
"Kamu baru mengatakan hal sulit."
Jelas hal seperti itu sesuatu yang dia harus tolak, melanjutkan perjalanan mereka sampai di tempat lokasi terakhir yang ditunjukkan Netty, sebuah sulur telah menarik kaki Marsya dan Ruti ke udara.
__ADS_1
Sementara bagian yang merupakan tubuh dan mulut menyeruak dari dalam tanah, di sekelilingnya ada buah-buahan yang menempel, di sanalah racun yang dibutuhkan mereka.
"Aku tidak tahu bahwa tanamannya seperti ini."
"Aku juga, jadi begini rasanya terbalik."
"Marsya bagian bawahmu, cepat tutupi."
Ardhi melayangkan satu pedang dan itu menembus kepala monster hanya dalam satu serangan. Keduanya yang sebelumnya terikat mendarat dengan baik.
"Mari kumpulkan buahnya."
"Laksanakan."
Mereka kembali ke kediaman Netty, di sana ia mulai meracik racun lalu memasukannya ke dalam sebuah suntikan besar.
Itu mengingatkan Ardhi dengan suntikan milik Key dari Lost Carnival.
"Dengan ini kurasa cukup untuk membunuh pohon tersebut."
"Biar aku yang bawa," Marsya menawarkan dirinya.
"Berapa yang harus kami bayar?" tanya Ardhi.
"Aku tidak menerima bayaran untuk ini, lagipula aku juga akan senang jika pohon itu tidak sampai kemari, maaf karena aku sudah tidak berhubungan dengan dunia luar jadi aku tidak tahu masalah yang terjadi."
"Tidak apa, tapi bagaimana pria itu bisa tahu tentangmu?"
"Beberapa bulan lalu aku membantunya, dia memintaku untuk membuat obat untuk istrinya, tolong sampaikan salamku dengannya."
__ADS_1
Kelompok Ardhi membungkuk untuk berterima kasih dan segera pergi ke hutan utara kembali.