Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 29 : Dua Petinggi Elf


__ADS_3

Mereka dihadapkan dengan perkemahan yang luas, yang terdiri dari banyak prajurit di dalamnya. Ardhi bertanya kenapa mereka melakukan hal berlebihan dan mereka menjawab, bahwa Great Titan telah menjadi makhluk mengerikan berpuluh-puluh tahun lamanya di kerajaan elf.


Sudah banyak kematian yang tidak bisa dihitung termasuk kerusakan kota dan desa di dalamnya, jika ada hari di mana mereka sanggup mengalahkannya adalah hari ini.


"Anda sudah menghentikan perang diantara tiga kerajaan maka bukan hal mustahil bahwa Anda juga bisa mengalahkan Great Titan."


Singkatnya mereka terlalu berharap lebih pada Ardhi yang sejujurnya baru satu tahun di dunia ini.


Key merangkul elf tersebut lalu berkata dengan sembrono.


"Tepat sekali, Ardhi ini sangatlah kuat jika bukan karena dia kami tidak mungkin mengalahkan mahkluk bencana lainnya."


"A-apa?"


Dia baru menjatuhkan bom yang lebih berat untuk dipikul olehnya.


Tidak ada yang salah dengan mereka, mereka hanya terlalu senang karena mendapatkan kesempatan seperti ini. Great Titan akan tiba dalam tiga hari ke wilayah ini maka dari itu selama itu membuat persiapan matang hanyalah hal yang wajib dilakukan mereka sekarang.


"Sebelum Anda datang kemari kami telah mempersiapkan berbagai jebakan seperti ranjau serta panah-panah ini."


Yang ditujukan mereka adalah sebuah pelontar panah yang biasa digunakan untuk menangkap paus, bagi Ardhi itu bukan sesuatu yang asing.


Kelompoknya terlihat tertarik dengan benda tersebut dan di sisi lain guild Lost Carnival lebih tertarik dengan bahan peledak yang digunakan elf.


Pada dasarnya keduanya tidak pernah turut ambil bagian dari peperangan karena itulah mereka sedikit asing.

__ADS_1


"Apa ada yang Master pikirkan sekarang?" tanya Yuki dalam bentuk pedang.


"Sepertinya para elf sudah lebih dari cukup untuk mempersiapkan hal seperti ini, mereka memilih menyerang Great Titan di antara celah gunung agar dia tidak terlalu leluasa untuk bergerak, aku merasa ini akan berjalan lancar."


"Master sepertinya lebih bersemangat sekarang."


"Begitukah."


Ardhi memasuki sebuah tenda yang dijadikan sebagai ruangan rapat bersama, di sana diisi oleh para pejabat tinggi yang semuanya sama sekali tidak dia kenal.


"Sebuah kehormatan bahwa Anda mau bersedia ikut dengan kami, namaku jenderal Garbel. sebelumnya saat pernikahan Anda, saya datang ke pemukiman hutan besar."


"Neh jenderal bukannya Anda terlihat seperti seorang penjilat?"


"Oi apa yang kau katakan itu? Aku ini kesatria adil dan bijaksana, tidak mungkin aku melakukan hal sehina itu."


"Aku sedang memijat bahu tuan Ardhi."


"Sudah kubilang kan."


Ardhi hanya menghela nafas panjang.


Elf yang memijatnya adalah pria tua sedangkan elf yang duduk di kursinya adalah gadis yang terlihat mengantuk dengan rambut pirang acak-acakan.


"Owh benar, namaku Nibel... komandan kesatria banyak yang mati jadi aku yang masih hidup dan pak tua itu jenderalnya."

__ADS_1


"Apa sebaiknya aku memijat kaki Anda."


"Tidak, tidak perlu.. aku tak apa."


Sebelumnya Ardi pikir itu akan jadi pertemuan canggung tidak disangka bahwa dua orang ini cukup ahli dalam bercanda.


Garbel menunjukkan sedikit wajah serius.


"Lalu tuan Ardhi, bagaimana ide yang kami terapkan? Tidak akan jadi masalah jika Anda memiliki pemikiran lain."


Ardhi diam memikirkannya.


"Semuanya cukup baik, namun apabila semuanya berjalan tidak lancar aku ingin hanya orang-orang yang dibawa olehku saja yang ikut bertarung di garis depan."


"Aku keberatan, sebagai pemimpin pasukan aku juga ingin ikut bertarung."


"Jika kalian berdua aku tidak keberatan, Great Titan bukan makhluk yang bisa dihadapi oleh pasukan besar, dia benar-benar harus dilawan oleh orang-orang kuat."


Garbel menunjukkan ketertarikan.


"Maaf atas kelancangan, tapi sepertinya tuan Ardhi mengenal baik tentang Great Titan?" tanya Garbel.


"Itu karena aku sebelumnya meminta informasi dari orang yang sudah bertarung dengannya."


"Ada orang yang melawannya? Itu mengejutkan, kalau boleh tahu siapa beliau?"

__ADS_1


Ketika mereka diberitahu tentang Yumi, mereka semua kehilangan kata-katanya.


__ADS_2