Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 37 : Skill Khusus


__ADS_3

"Jangan pikir aku mau digunakan olehmu, hanya master satu-satunya untukku."


"Hoh, dia bisa berbicara. Itu menjadi lebih menarik."


Ardhi bangkit dan dia membekukan darahnya dengan sihir es.


"Apa kau tidak bisa menggunakan sihir penyembuh, menyedihkan sekali. Inilah jika pahlawan tidak memiliki jendela statusnya."


Barel mengarahkan tangannya dan itu menciptakan lingkaran sihir raksasa.


"Hellfire."


Api meluncur pada keberadaan Ardhi, bahkan saat dia membungkus dirinya dengan es sihirnya tidak mampu menahannya.


Naya yang diam-diam mengawasi tampak khawatir selagi mengigit bibirnya.


(Ardhi jangan kalah)


"Kami bisa mendapatkan poin saat mengalahkan monster, dan poin itu kami bisa diberikan pada statistik kami untuk meningkatkan kekuatan."


"Kekuatan tidak hanya didapat dari itu, aku bisa melebihi apa yang kalian buat."


Ardhi muncul di belakang Barel untuk mengayunkan pedangnya yang dialiri listrik. Pedang yang lain turut membantu juga.


"Aku sudah bosan, akan aku akhir sekarang."


Seluruh pedang Ardhi terlempar ke udara termasuk yang ada di tangannya.


"Matilah."


Door.


Sebelum Barel melesatkan tebasannya berikutnya tangannya tertembak oleh sebuah benda yang tidak asing olehnya, senjata yang mengerikan yang bisa dibuat oleh manusia dari dunianya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa benda itu ada di dunia ini."


Ardhi memiliki kemampuan untuk menukar uang dengan barang yang berasal dari dunianya, selama ini ia menggunakan untuk menukarnya dengan benih tapi dia memutuskan untuk paling tidak memakai satu yang bisa digunakannya.


Dua pedang menancap kedua paha Barel kemudian dia telah dikurung oleh beberapa lingkaran sihir.


"Apa yang kau lakukan?"


"Aku akan mengirimmu kembali ke dunia sebelumnya, akan lebih baik kau tetap di sana."


"Jangan bodoh, aku tidak mau kembali di sana tidak ada sihir atau kemampuan seperti ini. Dunia itu sama sekali tidak menyenangkan.. ah benar, dewi akan mengirimku kembali ke sini."


"Tidak, hal itu tidak bisa lakukan.. jika seseorang pernah kemari lalu dikembalikan dia tidak akan bisa datang lagi."


"Mustahil?"


"Inilah peraturan dewi."


Ardhi menarik kalung kunci yang sejak tadi dileher Barel.


"Aku sudah memiliki banyak rekan."


Tubuh Barel berubah menjadi cahaya lalu menghilang setelahnya, Ardhi terduduk saat Yuki yang kembali ke wujud manusianya memeluknya.


"Master tidak apa-apa."


"Aku tak apa, tolong jangan memelukku."


"Biarkan aku tetap seperti ini, aku mohon."


Ardhi membalas pelukan Yuki, pertarungan ini tidak sama seperti saat melawan monster ataupun makhluk bencana. Pertarungan ini adalah hal yang mengerikan untuk sesama orang dari dunia lain.


Ardhi yang terluka menerima perawatan intensif dan ia menjelaskan apa yang terjadi semalam pada Orihime, Carmen, termasuk raja surgawi.

__ADS_1


"Mustahil? Kami sekali lagi berterima kasih pada tuan Ardhi."


"Ratu... kita harus menyerang daerah kekaisaran sekarang."


Ardhi segera menolak usulan Sui.


"Aku sendiri yang akan mengatasinya, aku juga memiliki urusan berbeda di sana."


"Tapi."


"Tuan, apa sebaiknya kita meminta yang lainnya membantu."


"Tidak... biar aku saja, lagipula aku juga tidak enak pada Latifa jika hanya ia yang harus diam di rumah."


"Aku mengerti, aku akan memberitahukan semuanya pada mereka tapi kemungkinan mereka akan marah."


"Aku benar-benar minta maaf, tolong sampaikan hal itu."


Orihime mengangguk kecil lalu melanjutkan.


"Kami akan memperkuat wilayah mulai saat ini, dan tidak membiarkan siapapun untuk keluar, untuk Sui tolong antar nona Carmen pulang."


"Sesuai yang diinginkan ratuku."


"Itu sangat membantu."


Beberapa hari berikutnya.


"Mohon untuk kembali dengan selamat."


"Tentu, kalau begitu permisi."


Ardhi yang ditemani Yuki dalam bentuk pedang telah meninggalkan wilayah ras iblis menuju kekaisaran.

__ADS_1


Ia akan mengambil jalan memotong karena itulah rutenya hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki.


__ADS_2