
Semua orang terluka dan tidak sedikit orang mati. Yumi dan Gloria telah kehabisan mana yang mereka simpan bertahun-tahun kini yang masih tersisa hanyalah Eren.
Di tanah gersang tersebut keduanya saling berhadapan.
Blue memandang penuh permusuhan, ia sudah tidak asing dengan atmosfer seperti ini.
"Auramu sedikit berbeda dengan yang lainnnya bisa dipastikan bahwa kau pahlawan."
Eren tidak menjawabnya langsung, dia mengambil tangan Tiffany yang terpotong lalu melemparkannya jauh ke belakang yang ditangkap Yugo dengan baik, jika sihir bisa digunakan kembali Yugo kemungkinan besar dapat menyambungnya kembali.
"Aku memang pahlawan, berbeda dari semuanya aku hanya muncul di situasi tertentu seperti saat ini."
"Begitu, kau pasti sangat percaya diri."
Keduanya menerjang maju di waktu bersamaan, meninggalkan jejak debu, kedua pedang mereka berbenturan dan saling tertahan satu sama lain menciptakan ledakan angin luar biasa, mereka sama-sama berlari ke samping sembari terus membenturkan pedang.
Eren menggunakan sihir terkenal sepanjang masa Fire Bolt, sementara musuhnya menggunakan sihir yang serupa bernama Water Ball.
Kedua serangan itu bertemu di tengah-tengah yang saling terdistorsi menjadi ledakan asap.
Blue melompat ke udara setelah melemparkan pedangnya ke udara, dia menjadikan pedangnya sebagai pijakan berikutnya sebelum mengirim tendangan lurus dengan air menyelimuti kakinya.
__ADS_1
"Memangnya hanya kau yang bisa melakukan itu," kata Eren.
Dia menancapkan pedangnya dan memilih menyelimuti tangannya dengan api, ketika serangan itu saling berbenturan mereka berdua terhempas ke belakang, sama-sama berguling di tanah untuk waktu yang lama sebelum mendarat dengan wajah menatap langit, tidak ada siapapun yang ingin menyerah keduanya bangkit lalu berlari dengan kecepatan tinggi, masing-masing mencabut pedang mereka yang tertancap di tanah dan untuk sekian kalinya saling mengayunkan pedangnya.
Semakin lama semakin gerakan mereka tidak terlihat, goresan darah muncul di wajah Eren begitu juga sebaliknya, keduanya saling mengirimkan tendangan dan sama-sama terlempar karenanya.
"Water Canon."
"Fire Disaster."
Dua gelombang berbeda saling berbenturan menghasilkan uap panas yang mengerikan, Blue mengayunkan pedangnya membuat celah dimensi yang dari dalamnya mengeluarkan paus raksasa.
Tepat saat Blue berputar kakinya mampu mengenai wajah Eren hingga dia terlempar ke arah batu raksasa lalu meledakannya menjadi serpihan kecil.
Eren menyemburkan darah dari mulutnya.
"Kau memang kuat tapi hanya sebatas manusia."
Dia menyeka darah ujung mulutnya sebelum membalas.
"Manusia itu lebih kuat dari iblis sebaliknya kau mengingat itu."
__ADS_1
Dari bawah kaki Eren api menyembur ke udara meninggalkan jejak lava. Bersamaan pedangnya yang bersinar oleh api. Rentetan jendela menu yang terlihat seperti sebuah game bermunculan.
Eren memiliki skill unik bernama, Take Engine dengan mengobarkan skill miliknya dia mampu meningkatkan kekuatan dari tebasan pedangnya.
Untuk berjaga-jaga, ia mengorbankan 100 skill yang telah dia pelajari.
Di sisi lain Blue juga merasa harus mengeluarkan semua kekuatannya, pedangnya kini dilapisi air sebelum diselimuti warna merah.
"Jangan sombong manusia, kalian seharusnya sudah tiada sejak lama, ini demi keberlangsungan iblis."
Tanpa memperdulikan perkataan Blue, Eren melesat maju begitu juga sebaliknya, dengan satu tarikan nafas keduanya saling membenturkan pedang.
"Take Engine."
"Mustahil."
Pedang Blue hancur kemudian tubuhnya terbelah dua bagian, tak hanya itu tebasan api Eren membelah gunung, kemudian lautan termasuk pulau di tengahnya sebelum menghilang seutuhnya.
Eren memasang wajah bersalah.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan."
__ADS_1