Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 34 : Wilayah Ras Iblis


__ADS_3

Sesampainya di tempat tujuan mereka telah di sambut oleh salah satu raja surgawi Lanty, di adalah tipe kakak perempuan dengan rambut merah sepinggul.


"Aku ucapkan selamat datang di wilayah kami tuan Ardhi."


"Bagaimana kamu bisa tahu bahwa kami sudah datang?"


"Kami menyelimuti wilayah ini dengan sihir saat seseorang datang kami akan bisa memastikan siapa yang datang."


Ardhi merasa bahwa sistem pertahanan mereka lumayan bagus. Lanty dengan sopan mempersilahkan untuk mereka memasuki sebuah bangunan utama pemerintahan.


Terakhir kali wilayah ini sangat kecil dan sekarang kini telah menjadi kota yang cukup besar.


"Ini pertama kalinya aku datang kemari, aku pikir kita ini tidak jauh berbeda dengan kota manusia."


"Kami memang meniru gaya arsitektur manusia," kata Lanty pada Carmen.


Ketika mereka masuk ke dalam satu bangunan, sebuah kejutan telah menyambut semua.


Di dalam sana ada raja surgawi lainnya beserta Orihime yang merupakan pemimpinnya.


"Selamat datang, kamu sudah menunggu kalian."


Bagi Ardhi rasanya seperti berada di acara ulang tahun.

__ADS_1


"Kami telah membuat pesta penyambutan, apa kalian menyukainya?" tanya Orihime yang kemudian disusul perkataan yang lainnya.


"Tentu saja "


"Senang mendengarnya, kalau begitu mari makan urusan yang lainnya nanti saja belakangan"


Mereka menikmati pesta tersebut.


Di atas atap tinggi Orihime dan Ardhi berdiri selagi memandangi kota ini, bahkan dari sini pemandangan laut sedikit terlihat jelas.


"Tidak ada kastil di sini, apa kalian tidak berniat membuatnya."


"Kastil memang bagus tapi itu terlihat mencolok, aku pikir hanya dengan bangunan ini sudah cukup."


"Begitu."


"Jika bukan berkat tuan Ardhi kota ini tidak akan jadi seperti ini, sampai sekarang kami sangat berterima kasih."


"Kalian terlalu sering mengatakannya."


"Aku dengar tuan Ardhi dan yang lainnnya telah mengalahkan makhluk bencana, itu merupakan sesuatu yang sangat besar yang bisa diraih siapapun, aku mengucapkan selamat."


"Itu bukan sesuatu yang hebat, walau kerajaan ini terisolasi sepertinya kalian tidak kehilangan informasi."

__ADS_1


"Iya, kami sekarang lebih berhati-hati untuk mengirimkan mata-mata di setiap kerajaan. Kami masih dianggap sebuah ancaman karena itu kami ingin selalu bersiap kapanpun jika dibutuhkan.. untuk ketiga kerajaan aku senang bahwa mereka mau berdamai namun untuk pihak kekaisaran kami menerima informasi bahwa mereka ingin mencoba menyerang kami dengan pahlawan yang mereka panggil dari dunia lain."


Ardhi sudah menduganya saat dia tahu bahwa kunci yang seharusnya dia kumpulkan telah menghilang dari tempat seharusnya pasti ada sangkut pautnya dengan mereka yang merupakan pahlawan dari Dewi Herina.


Jika ia bertemu dengan mereka, Ardhi jelas akan lebih dulu menanyakan soal kuncinya.


Untuk sekarang ia akan menikmati festivalnya. Kelompoknya menerima berbagai fasilitas tamu VIP dari tempat mandi, kamar serta makanan.


Keesokan paginya semua orang telah berada di pelabuhan dengan banyak kapal yang akan mereka gunakan, festival ini adalah festival untuk menangkap ikan tuna sebanyak-banyaknya, siapapun yang mendapatkannya akan diberikan hadiah.


"Kalau begitu, festival ini dibuka."


Perkataan Orihime membuat semua orang berteriak semangat lalu naik ke atas kapal mereka sebelum berlayar.


Yuki, Carmen dan Ardhi menggunakan kapal khusus yang dipinjamkan pada mereka beserta beberapa awak yang menjalankannya.


"Ikan tuna cukuplah besar tapi aku rasa pancingan ini memang dibuat untuk menangkapnya tuan," kata Carmen.


"Sepertinya begitu, tapi apa kau akan baik-baik saja jika melakukannya sendirian."


"Jangan khawatir tuan, kekuatanku masih cukup tersimpan banyak."


"Dan kau Yuki?"

__ADS_1


"Hehe ini bukan apa-apa, selagi aku bisa makan tuna aku akan melakukan apapun."


"Mereka sangat bersemangat," kata Orihime yang dibalas anggukan kecil Ardhi.


__ADS_2