Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 71 : Wyvern Attack


__ADS_3

Lonceng berikutnya terdengar dari sisi lain membuat semua orang teralihkan, selang beberapa waktu tempat lainnya.


"Desa ini telah dikepung," teriak salah satu penduduk.


Eren melompat ke bawah lalu melompat kembali ke atas bangunan rumah.


Melawan Wyvern tidak perlu koordinasi, jatuhkan mereka sebanyak mungkin hingga tidak bisa bangkit lagi.


Pienat mengeluarkan sihir angin untuk membantu rekan lainnya disusul party Siesta juga.


Eren melompat sembari menebas Wyvern yang mencoba menyambar penduduk yang berlarian lalu berlari sepanjang jalan utama dan di sebelahnya yang ikut berlari adalah Siesta.


Siesta tersenyum tampak menikmati pertarungan. Ia pengguna tangan kosong yang cukup brutal.


"Kau menyadarinya juga Eren?"


"Tentu saja, ada seseorang yang sedang menunggu "


"Haha jika disebut seseorang mungkin lebih tepatnya sebuah kawanan iblis, mereka menjadikan Wyvern sebagai pembuka dan mereka akan menyerang berikutnya, suatu taktik yang akan dipikirkan iblis."


"Manusia dan iblis ketika berperang tidak jauh berbeda."


"Aku suka pemikiran itu."


Meninggalkan Wyvern untuk diatasi yang lain, keduanya telah keluar desa dan melompat tepat pada kawanan iblis yang terkejut, seharusnya Wyvern tidak berada di sini, mereka menggunakan sihir teleportasi untuk memindahkan mereka kemari.


"Manusia, habisi mereka."


Sebelum iblis itu bergerak kepalanya telah terlempar ke udara lewat pedang Eren, iblis lainnya segera bersiaga namun tangan Siesta lebih cepat untuk meremukkan tubuh mereka.

__ADS_1


"Si-sial."


Srak.


Banyak iblis yang lainnya yang jatuh dan mati.


"Hentikan, jangan mendekat."


Eren tidak mendekatinya namun dia membakar iblis tersebut, di sisi lain Siesta telah menghapus lingkaran sihirnya, paling tidak jumlah Wyvern tidak akan bertambah banyak.


"Di sini sudah selesai, mari pastikan yang lainnya juga selamat."


Eren menyetujuinya dan sesampainya di desa dia bisa melihat Wyvern telah ditumbangkan, berkat keberadaan Yuna orang yang terluka dan mati bisa diminimalisir dengan baik.


Kemungkinan besar orang yang berperan penting adalah Meysia, dia berdiri di sebuah tiang selagi menyilangkan tangan di depan, sementara tombak yang jumlahnya tidak terhitung telah memenuhi setiap penjuru desa sebelum lenyap begitu saja.


Semua orang berteriak dengan sebuah kemenangan.


Siesta menendang-nendang tubuh Anisa.


"Hentikan itu, aku masih hidup."


"Aku pikir kau sudah tewas."


"Aku tidak akan mati sebelum kau membayar hutangmu."


"Sampai segitunya," ucap Siesta menjatuhkan bahunya lemas.


Setelah badai selalu ada langit cerah yang muncul.

__ADS_1


Pienat akan tinggal di desa Nyansa karena itulah yang melanjutkan perjalanan kembali hanya tiga orang saja.


"Kalian yakin tidak ingin beristirahat dulu sebentar," kata Siesta.


"Tugas kami masih belum selesai."


"Begitu, kami akan berusaha untuk menjaga desa ini. Terima kasih untuk bantuannya."


"Tidak perlu mengatakannya, dah."


"Semoga beruntung.


Mereka pergi begitu saja. Ada beberapa desa yang harus diatasi tapi lebih penting dari itu adalah mengalahkan raja iblis, jika mereka beruntung mereka akan bertemu dengan kelompok Ardhi yang memiliki tujuan sama.


Ini adalah ajang pembuktian dari dua pahlawan siapa yang terkuat dan siapa yang mampu mengambil prestasi lebih satu sama lain.


"Sebenarnya aku tidak peduli siapa yang terbaik, entah aku atau Ardhi yang jelas siapa pun yang mengalahkan raja iblis tetap membuat kedamaian di dunia ini. Pada akhirnya aku bisa bermalas-malasan lagi."


"Dewi Herina ternyata haus prestasi juga."


"Aku juga setuju."


Dewi yang dimaksud berteriak walaupun hanya Eren yang bisa mendengarnya.


(Jangan mengatakan sesuatu di belakangku, apa salahnya aku juga ingin dapat prestasi)


Eren memilih untuk tidak menghiraukannya.


"Ngomong-ngomong Meysia bagaimana kau mampu menggunakan sihir?"

__ADS_1


"Itu mungkin karena aku semacam undead jadi red moon tidak mempengaruhiku."


Jika demikian identitas Meysia sudah dipastikan seorang Lich.


__ADS_2