Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 65 : Roasting


__ADS_3

Dengan perintah Yumi semua orang telah menerobos maju, dari mereka mengirimkan serangan terbaiknya, dengan efek red moon kecuali pahlawan tidak ada yang bisa menggunakan sihir meski demikian penggunaan kemampuan Yumi dan Gloria menjadi tanda tanya.


Yumi masih bisa menggambar sebaik sebelumnya dan masih-masing gambarnya menyerang seperti biasanya. Di sisi lain Gloria juga mengayunkan kipasnya yang masing-masing menciptakan tebasan air.


Roy hanya bergantung dengan ilmu beladirinya sama seperti Tiffany yang mengayunkan pedangnya secara brutal masih berdiri gagah.


Untuk Yugo dia menggunakan ramuan yang cukup membuat para monster lemas, dan di saat sama mereka dihabisi rekan lainnya.


Para Orc, Goblin, Kabold, Skull saling bergantian dihabisi, di antara mereka bermunculan golem-golem setinggi empat meter dan enam meter.


Terlalu aneh bahwa para monster ini bergerak secara terkordinasi, pada akhirnya mereka digerakkan oleh satu orang di belakangnya. Selama mereka belum dihabisi pemimpinnya tidak akan keluar.


Yumi menggambar lebih banyak harimau putih dan juga seekor naga raksasa yang terbang di atas langit siap menerkam musuh di bawahnya.


Yumi dan Eren saling membelakangi.


"Untuk seorang gadis kau ahli juga."


"Tentu saja, aku ini petualang."


"Ngomong-ngomong bagaimana kau masih bisa menggunakan sihir?"

__ADS_1


"Red moon hanya menyegel mana dari tubuh seseorang, aku sudah menduga hal ini jadi setiap harinya aku menyimpan manaku di setiap pensil dan bukuku yang kubawa agar bisa digunakan saat ini."


"Jadi begitu, kemungkinan besar Gloria juga."


"Hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan orang, bahkan anggota partyku tidak bisa melakukannya, yah.. walaupun mereka masih tetap kuat dengan fisik mereka."


Salah satu golem raksasa mengirim pukulannya ke arah keduanya.


Eren menahan melalui pedangnya sementara Yumi melompat lalu berlari di lengannya sebelum menembuskan pensilnya di atas kepalanya.


Golem itu roboh tanpa daya.


Satu tumbang tinggal sepuluh golem lain yang tersisa, bagi yang sudah terluka mereka akan mundur. Itu adalah persyaratan dari peperangan ini.


Roy dan Tiffany terlempar oleh sebuah tendangan di saat yang sama Yugo dan Gloria terhempaskan tangannya.


Monster tersebut menyerupai manusia dengan tubuh terlihat seperti mentimun yang diisi seluruh mata di sekujurnya.


Setiap mata juga menembakan cahaya yang menciptakan ledakan memekakkan telinga.


Jika ada yang disebut mini bos, makhluk ini berada di dalamnya. Eren melesat maju sembari melewati sinar tersebut, dia melompat untuk menebas sayangnya pedangnya hanya mengiris udara.

__ADS_1


"Apa yang?"


Monster yang sebelumnya dia lawan telah muncul di belakangnya, memberikan pukulan lewat telapak tangannya hingga dia menukik jatuh.


Yumi mengawasi dengan tenang.


"Aku baru mengingatnya, monster ini bernama monster Roasting, ia memiliki kecerdasan untuk bertarung."


"Harusnya bilang dari tadi," ucap Eren lalu dia diinjak hingga tanah menyembur ke udara.


Yumi berteriak ke arah belakang.


"Kalian semua cepat lari ke dalam kota."


Semua orang menurutinya.


Paling tidak kini hanya sekitar 50.000 monster yang tersisa. Yumi mendecapkan lidahnya lalu merobek buku-bukunya hingga terbang berhamburan ke udara. Setiap lembar melayang ke setiap kerumunan monster lalu meledak dahsyat.


Kecuali Roasting monster yang lain bisa dihabisi, tak lama kemudian sebuah gelombang air raksasa menyapu sisanya dan lagi-lagi Roasting berdiri gagah dengan tangan mencengkeram Eren.


Gloria muncul di samping Yumi.

__ADS_1


"Kamampuanku juga masih belum cukup."


"Mari serang dia bersama."


__ADS_2