Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 46 : Netty Si Beruang


__ADS_3

Hari berikutnya dimulai dengan sebuah penyelidikan. Yuki dalam bentuk manusia duduk di atas batu selagi memainkan bunga di telapak tangannya, sedangkan Ardhi, Ruti dan Marsya sedang berusaha meracik sesuatu.


"Kurasa itu sudah cukup," apa yang dikatakan Ruti, mereka membuat sebuah pestisida untuk membunuh pohonnya.


Pertama hal yang dilakukan mereka adalah mencobanya, akar tanaman semakin lama semakin menjalar ke pemukiman hanya menunggu waktu sampai keseluruhan dari wilayah ini akan musnah.


Dari data yang diterima Ardhi sekitar 10 kota dan desa sudah dijatuhkan dan masing-masing penduduk telah melarikan diri maupun terbunuh saat penyerangan itu terjadi.


Ruti menggunakan gerakan cepatnya untuk menghindari beberapa akar yang berusaha menyerangnya sebelum akhirnya di antara celah tersebut, dia melemparkan botol berisi pestisida hingga pecah sebelum cairannya mengenai pohonnya.


Tidak terjadi apapun sehingga itu menjadi percobaan yang gagal.


"Dosisnya masih belum kuat."


"Bukannya lebih baik kita menggunakan cairan yang mudah terbakar untuk menghancurkan hutannya Ardhi."


"Kurasa itu tidak akan bekerja, aku sudah menanyakan informasinya lebih dulu pada para petualang yang kita selamatkan, mereka juga berniat melakukan hal sama dengan api namun sayangnya gagal."


"Itu jelas merepotkan."


"Sesuai yang diharapkan dari master, Anda tidak melewatkan semuanya."


Di percobaan berikutnya Ardhi yang melakukannya dan gagal, selanjutnya Marsya lalu kemudian berulang kembali.


Di dalam guild petualang ketiganya jatuh dalam keputusasaan.

__ADS_1


Yuki dalam bentuk pedang hanya diam tanpa mengatakan sesuatu lagi.


"Kita sudah mencoba semua resep di dunia ini, tapi tetap gagal."


"Apa pohon itu juga kebal terhadap racun?"


"Sebaiknya kita memikirkan rencana yang lainnya yang tidak menggunakan api dan racun."


Salah satu petualang yang tidak mereka kenal muncul selagi memberikan usulan.


"Apa kalian baru mengatakan racun? Jika kalian ingin informasi seperti itu, lebih baik kalian kunjungi Netty, ia memiliki berbagai pengetahuan tentang itu."


"Kalau begitu bisakah kau menunjukkan arah rumahnya."


Untuk sesaat mereka berfikir apa Netty itu seekor beruang dan saat mereka pergi untuk memastikannya dia memang benar-benar beruang.


"Tidak banyak tamu yang datang berkunjung silahkan masuk, dan duduklah di tempat yang kalian suka."


Setiap perabotan yang disuguhkan rumah gua ini semuanya terbuat dari batu, aneh mengatakannya bahwa semuanya terlihat rapih dan tertata dengan baik.


Beberapa rak buku bahkan terisi dengan berbagi buku-buku tebal yang tidak kebanyakan orang miliki.


"Aku akan buatkan teh untuk kalian."


"Ini pertama kalinya aku melihat beruang bisa berbicara terlebih mengenakan kacamata dan gaun."

__ADS_1


"Aku juga."


Perkataan itu hal yang biasa dikatakan siapapun yang berkunjung ke tempat tersebut.


Netty mempersilahkan semua orang meminum tehnya, dia juga menghidangkan beberapa hidangan seperti kue dan biskuit sebagai pelengkap. Yuki tentu orang yang sangat menikmati hal tersebut.


"Walau penampilanku seperti ini, aku manusia. Aku menggunakan sihir perubahan yang membuatku berpenampilan seperti ini."


"Apa kau menyukai beruang?"


"Sangat suka."


Pertanyaan Ardhi dijawab dengan sangat bersemangat.


"Mereka makhluk yang kuat yang mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun hanya seorang diri, mereka luar biasa."


"Begitu."


Netty mundur lalu meminum tehnya dengan tenang sebelum bertanya keperluan mereka.


"Kami perlu sebuah ramuan yang kuat yang bisa membunuh sebuah tanaman, kami sebelumnya menggunakan berbagai hal namun semuanya gagal."


Netty diam seolah memikirkannya.


"Jika demikian maka hanya satu ramuan yang sangat ampuh digunakan."

__ADS_1


__ADS_2