Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 30 : Melawan Great Titan


__ADS_3

"Gadis kecil yang vulgar itu, makhluk mengerikan aaaaaaaah."


Nibel menjatuhkan kepalanya di meja selagi berteriak seolah dia kesakitan. Begitu juga wajah Garbel yang memucat.


"Kenapa mereka berdua master?"


"Mereka sepertinya sangat trauma."


Nibel yang menjawabnya.


"Saat itu aku sedang membawa pasukan untuk membantu garis depan ketika ketiga kerajaan masih berperang, saat itu Yumi dia sedang memancing di sungai."


Ardhi bisa membayangkan bagaimana Yumi sedang melakukan hal tersebut.


"Karena dia memancing di wilayah elf aku mengusirnya, padahal dia sudah bilang bahwa dia tidak tertarik di dalam peperangan konyol yang kita lakukan tapi aku malah mendorongnya jatuh."


"Lalu?"


"Dia membuat seluruh pasukanku babak belur, selagi berkata vulgar.. itu membuatku trauma karena dia bahkan merampok uang kami dan menggagalkan semua rencana yang telah kami susun sejak lama."


"Yang terjadi padaku juga tidak jauh berbeda."


Sepertinya Yumi memang sebuah teror di kerajaan elf, gumam Ardhi dalam hati.

__ADS_1


Ketika hari berlalu para elf yang menggiring Great Titan untuk masuk ke dalam perangkap mulai bermunculan, Great Titan sendiri memiliki tinggi hampir 100 meter dengan tubuh raksasa dan hanya memiliki satu bola mata di kepalanya, dia tidak menyerupai manusia melainkan bebatuan yang ditumbuhi lumut serta pepohonan di sekitarnya, singkatnya itu terlihat seperti golem pada umumnya.


Langkah kakinya membuat tanah berguncang cukup hebat, para burung akan selalu terbang menjauh saat kemunculannya.


Tepat saat semua orang berharap, lubang yang sebelumnya digali semua orang telah memperangkap sebelah kakinya hingga Great Titan kehilangan keseimbangan, tepat saat itu panah-panah menyerupai tombak mulai ditembakan menciptakan hujan yang menembus tubuhnya dari segala arah.


"Great Titan memiliki penyembuhan diri dalam waktu satu menit, setelah menerima serangan tubuhnya akan disembuhkan secara otomatis."


"Itu menganggumkan desu, maka dari itu izinkan aku menggunakan sihir es terkuatku."


"Nah Ardhi, apa kau bisa menggunakan teknik yang mengambil mana kami lagi nyan, itu mungkin bisa menembusnya."


"Teknik itu memiliki bebannya sendiri semakin aku menghisap mana banyak orang maka tubuhku tidak akan bisa menahannya, kemungkinan besar aku mati sebelum bisa mengalahkannya."


"Jika begitu tolong jangan lakukan nyan."


Garbel telah kehilangan kata-katanya ketika pasukannya yang seharusnya mampu memberikan damage besar dinyatakan telah gagal, rentetan sihir juga tidak mampu menembusnya.


Satu hal yang bisa mereka lakukan adalah menyerangnya dari belakang.


Great Titan mengambil bongkahan batu raksasa yang dia lemparkan ke arah belakang kelompok Ardhi, dia sudah menyadari keberadaan mereka dan siap bergerak untuk menyerang.


Seperti yang disepakati, Nibel mulai menarik pasukan untuk mundur.

__ADS_1


Dari sini hanya akan menjadi pertarungan Guild Lost Carnival, kelompok Ardhi dan juga dua petinggi militer elf.


"Jangan khawatir di sini ada dua ahli penyembuhan tinggi, asal kalian tidak mendapatkan kematian instan, Sirna dan Latifa akan segera mampu menyembuhkan kalian."


"Kau terlihat percaya diri, aku yakin kau sudah mempunyai beberapa kartu utama di belakangmu bukan," ucap Feng Ho demikian yang dijawab dengan anggukan Ardhi.


"Walau tidak sepenuhnya mampu mengalahkannya, paling tidak aku bisa melemahkannya, sayangnya aku perlu 30 menit untuk melakukannya."


Anastasia memotong.


"Kenapa kamu tidak melakukan persiapannya saat Great Titan masih jauh."


"Itu tidak bisa dilakukan, karena sekarang aku sedang mengambil mana dari Great Titan itu sendiri, alih-alih menggunakan mana semua orang di sini, akan lebih efesien menggunakan mananya sendiri untuk menyerang."


Ardhi menghitung bahwa mana dari Great Titan memiliki 10 kali lipat dari semua orang di sini, Ardhi jelas bersyukur bahwa mana itu hanya digunakan hanya untuk memulihkan dirinya saja.


Jika dia berniat menembakan bola energi, ia sudah mampu menghancurkan beberapa gunung sekaligus.


"Jadi begitu, Ardhi memilih untuk mengumpulkan mana di atas langit alih-alih di tubuhmu desu."


"Walau terkesan lama dan sulit karena aku harus terus menahan lingkar sihir di langit paling tidak ini akan cukup membantu."


"Tolong jangan memaksakan diri."

__ADS_1


Ardhi mengangguk atas pernyataan Latifa.


"Tidak ada yang bisa kita lakukan lagi, mari habisi dia," perkataan Sirna membawa semua orang menerjang maju.


__ADS_2