Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 25 : Perjalanan Berikutnya


__ADS_3

Di dalam kedai semua orang sedang mendiskusikan makhluk bencana yang akan mereka kalahkan selanjutnya. Sirna menunjukkan selembaran yang di dalamnya berisi gambar dari makhluk tersebut.


Itu merupakan seekor buaya raksasa memiliki sisik perak dan tinggal di dalam laut bernama Aligator Greed, dikatakan makhluk ini kerap menghancurkan pelabuhan dan menelan kapal-kapal yang berlayar di atasnya.


Singkatnya tujuan mereka adalah pelabuhan.


"Bertarung di dalam air sesuatu yang merepotkan, kita tidak akan bisa mengunggulinya," kata Anastasia.


"Aku juga bersependapat, apa kita bisa menariknya dulu ke daratan?" tambah Key.


"Itu mustahil, makhluk itu pasti tidak akan mau melakukannya," balas Therta yang kemudian disusul Sirna.


"Kalau ada sesuatu yang bisa membunuhnya sekaligus tanpa bertarung itu akan sangat menguntungkan."


"Bagaimana kalau key meracuni lautnya?" tanya Feng Ho.


"Laut terlalu luas itu jelas mustahil walaupun bisa dilakukan ada kemungkinan malah makhluk lainnya yang akan terkena dampaknya."


Yuki tertawa menanggapi.


"Kalian ini tidak pandai seperti master, aku yakin master sudah memikirkannya sejak tadi dan sudah menemukan caranya."


Ardhi yang sedang memakan daging terdiam saat seluruh mata melihat padanya.


Dia jelas tidak memikirkan rencana apapun, ia hanya ingin makan dengan tenang untuk saat ini. Melihat bagaimana mereka sangat berharap Ardhi pada akhirnya memberikan sebuah usulan.

__ADS_1


"Dibandingkan racun kita bisa menggunakan peledak saja, kita taruh di kapal dan biarkan dia memakannya."


Semua orang berteriak senang.


"Bukannya kau terlalu jenius Ardhi?" teriak Key.


"Yah, aku hanya kepikiran hal itu."


Sejujurnya Ardhi memikirkannya barusan.


Sirna memotong.


"Peledak bisa dilakukan, hanya saja harganya pasti mahal jika membelinya."


"Kita bisa menjual tubuh Black Spider sebelumnya ke kerajaan aku yakin mereka akan membelinya terlebih memberikan hadiah perburuannya juga," ucap Anastasia membuat harapan baru di mata mereka.


Beberapa hari berikutnya mereka pergi ke pelabuhan, di luar dugaan bahwa tempat itu kini telah dipenuhi oleh para kesatria.


Seseorang menyambut mereka dengan sebuah gulungan yang dibacakan olehnya.


Singkatnya ratu mengatakan bahwa kapal dan bahan peledak sudah disiapkan oleh kerajaan sementara uang dari perburuan Black Spider akan tetap diberikan semestinya, agar semuanya berjalan lancar para kesatria ini juga akan turut membantu.


"Kenapa mereka memberikan kita sesuatu yang berlebihan?" tanya Therta pada Sirna.


"Aku juga tidak tahu, hanya saja saat memberikan laporan aku juga menambahkan nama Ardhi ke dalamnya."

__ADS_1


Ardhi jelas melewatkan satu hal, seharusnya dia melarang Sirna untuk memasukan namanya.


"Asenola adalah istriku yang lain."


Semua orang berubah membeku seolah angin dingin melewati mereka.


"Bukan hanya itu putri dari dua kerajaan lain juga sama," tambah Yuki yang bagi Ardhi seharusnya tidak perlu dikatakan.


Feng Ho mengerti artinya sering melihatnya sekarang, Ardhi memiliki istri cukup banyak dibandingkan pria lain bisa nikahi terlebih masing-masing merupakan orang penting.


Anastasia berbisik.


"Jika kamu menikahi ketiganya apa itu artinya Ardhi akan jadi raja di tiga kerajaan."


"Tidak, istriku yang menjadi pemimpin lagipula ketiganya hanya menerima ratu bukannya raja."


"Itu memang benar tetap saja, kemana pun kamu pergi kamu akan dianggap orang penting."


"Itulah yang sedikit merepotkan."


Key dan Therta menatap Ardhi dengan bersinar.


"Kemana pun kamu pergi kami akan mengikutimu."


"Aku juga."

__ADS_1


"Kalian terlalu berlebihan."


Ardhi meminta para kesatria untuk meletakan setiap peledak di kapal dan bersama-sama berlayar ke tempat keberadaan makhluk bencana tersebut.


__ADS_2