
Beberapa hari berikutnya kelompok Ardhi hanya bisa membantu pembangunan kembali kota Georginia yang rusak bersama petualang lainnnya. Kelompok Yumi dan kelompok Siesta turut ambil bagian dari hal tersebut.
Siesta sendiri merupakan gadis demi human singa yang cukup diperhitungkan kekuatannya, adapun penampilannya ia mengenakan celana pendek serta hanya mengenakan atasan bra saja.
Di sisi lain rekan partynya adalah seorang wanita berpenampilan seperti bajak laut dengan Rapier di pinggangnya bernama Anisa.
Dan untuk tambahan satu orang lagi adalah Yuna, seorang wanita pendeta yang ahli memanah, ia memiliki rambut coklat sebahu.
Dia merupakan sosok yang direkomendasikan oleh Yumi untuk bergabung dengan mereka.
Siesta mendecapkan lidahnya menendang udara.
"Sial, jika ada aku... aku juga akan bertarung dengan mereka."
"Aku juga merasa kesal."
Ardhi pikir wajar saja mereka merasakan hal demikian, sementara mereka pergi rumah mereka malah diserang.
Mery dengan tubuh tertutup besi telah membawa tiang raksasa di bahunya. Semua orang jelas kagum dengan keberadaannya yang sangat mencolok dan kuat.
"Ini melelahkan nyan."
"Minumannya desu."
"Terima kasih."
Aktivitas semuanya berjalan lancar semestinya hingga langit yang sebelumnya berwajah biru cerah telah berubah menjadi warna merah gelap, dihiasi pemandangan mengerikan bulan berwarna serupa telah muncul di sana.
__ADS_1
Ini sesuatu yang telah semua orang duga akan terjadi.
"Raja iblis telah kembali," perkataan Ardhi membawa semua orang berwajah masam. Dia tidak hanya bangkit melainkan lebih kuat dari sebelumnya.
Kini umat manusia telah kembali ke masa kegelapan.
Kerajaan elf, demi-human serta manusia akan mulai membentuk aliansi bersama yang menandakan tirai pertujukan telah dimulai sekarang siapa yang akan menutupnya.
Di atas sebuah bangunan yang terlihat seperti piramida sosok Agarta telah duduk di singgasananya.
Di depannya ribuan iblis telah berlutut ke arahnya.
"Kalau begitu aku serahkan sisanya pada kalian."
"Di mengerti."
"Kekeke hal ini sudah kutunggu sejak lama, akhirnya aku bisa menghancurkan semuanya."
"Jangan lupa semua ini berkat semuanya pastikan untuk tidak gagal lagi."
"Baik, baik, dasar cerewet."
***
Ardhi berada di kamarnya saat ia mulai bersiap-siap mengenakan pakaiannya, rekan yang lainnya juga melakukan hal sama yaitu Nisa, Mery, Yuki dan juga Marsya.
Karena Latifa sedang hamil mereka tidak memiliki seseorang untuk mensuport bagian belakang meski demikian Ardhi telah memiliki kekuatan pahlawan hingga ia bisa menutupi hal demikian.
__ADS_1
"Mari pergi Yuki."
"Baik master."
Ardhi meletakan pedang Yuki di pinggangnya, saat dia turun ia menemukan semua orang telah menunggunya.
"Diriku akan dicatat sebagai pahlawan nyan dan dengan ini semua orang tidak akan macam-macam pada ras kucing nyan."
"Padahal sebelumnya kau sudah melakukannya?"
"Itu masih belum cukup nyan, aku ingin setiap kota terdapat patung kita."
Itu impian besar tapi Ardhi tidak membencinya.
Seekor naga telah siap untuk membawa mereka.
"Aku hanya akan menggangu kalian, aku akan tinggal di sini desu, kalian semua berjuanglah."
"Iya."
Sihir yang merubah dunia menjadi merah ini disebut, Red Moon, sihir ini membuat siapapun kecuali iblis dan pahlawan tidak bisa menggunakan sihir, satu-satunya hal yang bisa dilakukan hanyalah bergantung pada serangan fisik.
Eve dan Cathy menundukkan kepala mereka sekali untuk memberikan sedikit penghormatan.
"Kami mengandalkan kalian semua."
Dengan itu mereka telah terbang meninggalkan kota Georginia.
__ADS_1