Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 63 : Bertemu Dengan Ratu Ini


__ADS_3

Dalam perjalanannya Eren dikejutkan oleh seorang wanita yang terbaring di tanah, dia memiliki rambut hitam panjang dengan hiasan pita kembar serta mengenakan kimono dengan pola gelombang laut.


Eren menusuk-nusuk wajahnya hingga dia mengerang.


"Hentikan itu."


"Masih hidup toh."


"Tentu saja aku masih hidup hanya saja perutku sangat lapar."


"Apa boleh buat, mau ikut makan.. aku mendapatkan beberapa daging kelinci."


Pandangan wanita itu bersinar terang.


Setelah Eren mengolahnya jadi sup ia menyodorkan mangkuk tersebut pada wanita tersebut yang makan seperti orang kelaparan.


"Kamu sangat baik, namaku Gloria aku ratu dari kota Shicheng yang berada di dalam laut."


"Heh ada kota di tempat itu... namaku Eren Stinger aku pahlawan."


"Pahlawan? Aku pikir pahlawan hanya ada satu."


"Mungkin yang kau maksud Ardhi, dia pahlawan Dewi Naya sementara aku Dewi Herina."


"Kamu mengenalnya?"


"Tidak, hanya tahu saja."


Eren tersenyum masam selagi memasukan sendok kayu ke dalam mulutnya.


"Ini pertama kalinya aku mendengar nama Dewi Naya?"


"Banyak hal yang terjadi tapi saat raja iblis dikalahkan semua orang di dunia ini akan mengingatnya kembali."


"Begitu, raja iblis dikalahkan yah? Melihat bulan merah di atas kepala kita sangat memuakkan... aku juga pergi dari rumahku untuk mengalahkannya."


Itu bukan pekerjaan seorang ratu, pikir Eren dalam hati.

__ADS_1


"Kalau begitu, mau ikut? Kita bisa menjadi teman perjalanan."


Gloria memperhatikan Eren dengan seksama.


"Kamu bukan pria mencurigakan kan?"


"Tentu saja bukan, aku seorang pahlawan mana mungkin aku melakukan hal tidak-tidak, meskipun sebelumnya aku hanya suka bermalas-malasan."


Gloria mengangguk mengiyakan untuk menyetujui permintaan Eren.


Sementara Dewi Herina marah-marah.


(Apa yang kau lakukan dengan mengajak wanita ini?)


(Kelihatanya dia kuat, tak apa kan untuk membantu)


(Kau ingin menyentuhnya? Dadanya?)


(Memang Dewi menganggapku hewan liar?)


(Tepat sekali)


Gloria menarik kipas dari belahan dadanya ketika dia menghembuskannya, tebasan air memotong Orc dengan rapih.


"Kipasmu tidak mengeluarkan angin."


"Ini senjata khususku."


"Begitu."


Eren menembuskan pedangnya ke tubuh Orc di belakangnya, saat dia tumbang ia memasukannya kembali ke sarungnya.


Sekitar 30 Orc telah dihabisi.


"Bulan merah ini juga mempengaruhi monster layaknya budak."


"Sepertinya begitu, mari pergi."

__ADS_1


"Ngomong-ngomong Eren kita sebenarnya akan pergi ke mana?


"Kota Banteng, Dewi Herina mengatakan bahwa aku harus ke sana."


"Kamu mendapatkan perintah darinya."


"Ia terus mengoceh dalam kepalaku."


"Pasti berat."


"Setiap aku ingin bermalas-malasan dia selalu muncul, terima kasih telah peduli padaku."


"Maksudku aku lebih bersimpati pada Dewi Herina."


Eren menjatuhkan bahunya dengan lemas.


Sesampainya di gerbang kota ia segera dihentikan dua penjaga yang tingginya 2 meter, lengkap dengan armor metal yang terlihat keras.


"Apa yang kalian inginkan?"


"Kami datang kemari untuk membantu, aku pahlawan."


Terhadap perkataan Eren, penjaga itu tertawa. Dalam situasi seperti ini banyak orang-orang yang mengaku sebagai pahlawan untuk mendapatkan keuntungan.


Mereka berhenti saat seorang gadis muncul di belakang mereka.


"Apa yang kalian lakukan di sana?"


"Ah, nona Yumi... ada seorang yang mengaku sebagai pahlawan."


Yumi melirik ke arah Eren dan juga Gloria yang melambaikan tangan padanya.


"Dia ratu kota Shicheng."


"Seorang ratu?" kedua penjaga serempak berkata demikian dan Yumi melanjutkan.


"Biarkan mereka berdua masuk, kebetulan aku perlu bantuan di sini."

__ADS_1


"Terlepas dari wajahnya yang imut, entah kenapa aku merasa bahwa gadis ini berbahaya," ucap Eren lemas.


__ADS_2