Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 48 : Tujuan Berikutnya


__ADS_3

Marsya dalam wujud naganya melesat dengan kecepatan tinggi untuk langit, di melewati banyak monster sedangkan akar-akar pohon mengejarnya dari belakang, Ruti dan Ardhi adalah dua orang yang mencoba menghalaunya.


Melalui pedang Yuki, itu membekukan mereka sekaligus, sementara Ruri di sisi lain meledakan mereka dengan sebuah pukulan yang mengeluarkan tembakan angin.


Hanya dengan cara seperti ini saja mereka bisa menerobos sampai pusatnya. Ardhi melayangkan seluruh pedangnya untuk membantu sebelum akhirnya mereka berhenti saat melihat raksasa yang terbuat dari akan pepohonan muncul.


"Mereka benar-benar tidak membiarkan kita lewat dengan mudah, Yuki kembali ke bentuk manusia dan bawalah suntikan ini."


"Dimengerti."


Ardhi menyelimuti dirinya dengan petir sebelum melompat jatuh ke bawah dengan dua pedang di tangannya, Ruti mengikut setelah mengatakan.


"Aku mengandalkan kalian."


"Kalau begitu, Yuki tolong berpegangan kita akan menerobos saat makhluk-makhluk itu dirobohkan."


"Baik."


Tepat momen itu terjadi, Marsya menambahkan kecepatannya, ia bahkan menaikan dirinya semakin tinggi hingga berada tepat di atas pohon raksasa.


"Kita hanya bisa mendekat sejauh ini."


"Tak apa, dari sini aku yang akan melakukannya."


"Tunggu Yuki."


Dengan nekat Yuki telah melompat dari ketinggian, akar-akar yang tajam menyeruak dari tanah mengincar sosok Yuki. Namun serangan itu berakhir dengan membeku, ketika ada celah Yuki menusukan suntikan tersebut.


Marsya yang melihatnya cukup kagum, selama ini ia melewatkan sesuatu yang penting.

__ADS_1


"Yuki ternyata bukan seorang wanita biasa."


Perlahan pohon tersebut mulai layu dan seiring waktu akar yang merambat mulai berhenti dan mati.


Ruti yang duduk di atas pohon melambaikan tangan ke arah Marsya dan Yuki di atas punggungnya.


"Kurasa ini sudah selesai."


Mereka merayakan kemenangan di guild.


"Kalian menyelamatkan negeri ini, mari bersulang."


Ardhi juga memberitahukan salam kepada orang yang sebelumnya memberitahukan soal Netty.


"Syukurlah bahwa itu bisa membantu, istriku sembuh berkatnya aku ingin memberikan hadiah dengan berkunjung ke tempatnya namun kurasa itu hanya akan mengganggu."


Di lain hari giliran raja yang memberikan hadiah.


Ardhi menerima banyak koin emas untuk anggota, sedangkan Ruti diberikan jabatan bangsawan untuknya.


"Kau yakin akan pergi sekarang?"


"Aah, masih banyak yang harus aku lakukan... Dewi Naya mungkin sudah menungguku."


"Aku mengerti, dibandingkan kami, kau benar-benar melakukan tugasmu sebagai pahlawan, aku mendoakan keberhasilanmu."


Ardhi naik ke punggung Marsya dan ia terbang ke langit setelah berpamitan.


Awan putih menjadi satu-satunya pemandangan yang bisa mereka lihat sekarang.

__ADS_1


"Jadi tujuan kita sekarang ke mana Ardhi?"


"Pulau terpencil di tengah laut."


"Aku mengerti, kuharap aku bisa mencoba masakanmu nanti."


"Tentu saja, kita bisa memakan banyak olahan ikan yang sangat enak."


"Mendengarnya membuatku tidak sabar."


"Ngomong-ngomong kau yakin tidak membutuhkan uang ini? Kau bisa membeli apapun di kota."


"Soal seperti itu aku benar-benar tidak tertarik... aku tipe yang memburu makanannya, tapi jika kau ingin berterima kasih aku akan menerimanya jika itu makanan yang kau buat."


"Dimengerti."


"Dan ngomong-ngomong bisakah kalian tidak bermesraan di punggungku."


"Apa masalahnya, aku dan master hanya saling berpelukan."


"Kalian di awal memang seperti itu kemudian maju ke tahap berikutnya."


"Untuk seekor naga kau mengerti hal seperti itu juga."


"Aku ini juga makhluk hidup, lakukan di penginapan dan aku akan menunggu di pantai."


"Maaf soal itu."


"Tak masalah."

__ADS_1


__ADS_2