Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 51 : Wilayah Pohon Besar Yang Baru


__ADS_3

Mereka membakar ikan tangkapan mereka sebelum akhirnya kembali ke pemukiman untuk beristirahat. Keesokan paginya semuanya telah disibukkan untuk memanen ladang di beberapa tempat.


Karena wilayah ini memasok untuk tiga kerajaan maka tidak aneh jika satu ladang itu bisa dikerjakan 30-50 orang sekaligus.


Ardhi berada di ladang cabai bersama Florentine, Nemesis serta dari ras lainnya.


Florentine selalu mengerjakan pembangunan tempat tinggal berhubung ia telah selesai, ia memilih membantu yang lainnnya.


"Mari kumpulan ke dalam ember dan lalu ke dalam karung."


Semua orang mengikuti hal yang dicontohkan Ardhi, cabai yang mereka petik terdiri dari pendek dan panjang, masing-masing memiliki warna merah dan hijau yang harus dipisahkan menurut jenisnya.


"Panen kita sangat melimpah tuan."


"Iya, terlalu banyak juga merepotkan."


"Benarkah?"


"Aku harus menambah orang lagi jika begini."


"Jika itu yang tuan inginkan maka aku akan senang untuk membangun rumah lagi," potong Florentine.


Ardhi selalu berfikir bahwa kecintaan Florentine pada pekerjaan tukang kayu sangatlah besar hampir terasa bahwa dia hidup untuk itu.


"Nona aku akan mengisi embermu juga biar cepat penuh."


"Tolong jangan lakukan itu."


Walau demikian Florentine tidak melupakan bahwa Nemesis tetap orang yang harus dia layani.


Carmen muncul untuk membacakan hasil panen di tempat lain, itu meliputi tomat, lobak, wortel, kubis, padi, gandum serta apel.

__ADS_1


"Kita memiliki banyak hal di dalam gudang sekarang."


"Terima kasih atas kerja kerasnya, untuk apel kita akan sedikit merubahnya tak hanya dijual secara langsung kita akan membuatnya menjadi sirup dan selai."


"Maksud tuan yang dioleskan di roti."


Ardhi mengangguk mengiyakan dia juga harus mulai membangun pabrik yang ramah lingkungan juga, roti dan selai adalah hal yang utama.


"Aku tidak melihat Lila?"


"Ia sedang bermain dengan rekan sebayanya."


"Jika maksudmu Risa dan Naya, mereka jelas bukan rekan sebaya," ucap Ardhi lemas sebelum melanjutkan.


"Di tempat ini belum banyak anak-anak meski begitu aku akan meminta Florentine untuk membuat taman anak-anak."


"Itu kedengaran menarik."


Mery dan Nisa saling bahu membahu untuk merobohkan pepohonan yang disaksikan Ardhi serta Dryad di sebelahnya.


"Taman anak-anak memang indah tapi bukannya terlalu luas."


"Ada beberapa wahana permainan yang mungkin orang sukai jadi tak hanya untuk anak-anak orang dewasa bisa menaikinya juga."


"Semua hal terlihat baru."


Sesungguhnya itu adalah semua pengetahuan Ardhi dari dunia sebelumnya, singkatnya yang dia buat sekarang hanyalah sebuah taman luas bermain untuk semua orang.


"Kalau begitu aku akan mulai."


Dryad menumbuhkan semak-semak cukup tinggi dan Ardhi membentuk mereka dengan empat pedang yang dikendalikannya, masing-masing akan dibuat menyerupai dinosaurus yang dia ingat.

__ADS_1


Itu akan menjadi pemandangan yang tidak pernah bosan untuk orang lain.


Florentine tampak berjongkok selagi memegangi kepalanya.


"Apa-apaan ini?"


Lynn yang kebetulan sedang bertugas mendekatinya untuk bertanya.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


"Aku sedang membuat komedi putar."


"Komedi putar, apaan?"


"Itu semacam wahana permainan yang ketika kamu duduki akan berputar sendirinya."


Lynn mengintip ke kertas yang dipegang oleh Florentine.


"Bentuknya kuda."


"Tuan memintanya untuk membuatnya seperti ini, walau cukup sulit kurasa aku bisa membuatnya."


"Lalu bagaimana bendanya berputar?"


"Aku menggunakan kristal sihir, tuan bilang itu pengganti listrik atau semacamnya."


"Aku sangat menantikannya, tapi tuan juga berfikir untuk mencari banyak orang untuk menambah populasi jadi kau kemungkinan harus.."


"Akan kukerjakan secepatnya."


Diam-diam Lynn benar-benar tahu bagaimana membuat seseorang memaksakan dirinya untuk bekerja.

__ADS_1


__ADS_2