Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 08 : Tim Gabungan


__ADS_3

"Ada apa Ardhi?" tanya Siesta.


"Bukan apa-apa hanya saja apa kalian benar-benar akan berpetualang hanya berdua saja?"


"Tidak, dalam waktu dekat kami akan merekrut anggota benarkan Anisa."


"Iya, kami berfikir akan mengisi yang kosong dengan gadis-gadis."


Itu menjadikan mereka kelompok yang tidak memiliki pria di dalamnya. Yumi berkata ke arah mereka setelah mengingat sesuatu.


"Aku punya rekomendasi untuk kalian, apa kalian ingin mencoba merekrutnya?"


"Yumi-chan kamu sedang memikirkan orang yang sama kan, sebaiknya kalian tidak usah mengajaknya.... dia memang kuat tapi dia bukan manusia, paling tidak dalam hal kekuatan."


Siesta dan Anisa memandang Yumi dengan tatapan bersinar.


"Tolong ceritakan lebih banyak, kami sepertinya tertarik."


"Apa boleh buat aku akan memberitahu semuanya."


Setelah mengisi perut mereka Cathy datang dan meminta semuanya untuk menemui guild master di ruangannya, semua orang bertanya-tanya karena ini pertama kalinya tiga kelompok petualang dipanggil secara serempak.


Eve di kursinya menjelaskan.


"Aku ingin memberikan misi khusus untuk kalian bertiga."

__ADS_1


"Aku rasa itu bukan sebuah misi yang mudah bukan," kata Yumi.


"Tepat sekali, aku ingin kalian mengalahkan Serpent."


Serpent adalah makhluk bencana menyerupai ular tengkorak, makhluk itu sangat kuat bahkan sudah cukup menghancurkan kota hanya dengan sendirian.


"Seperti yang kalian duga makhluk itu mulai mengincar keberadaan manusia, hanya masalah waktu ia akan datang ke kota ini jadi sebelum ada korban aku ingin kalian melakukan sesuatu."


Itu memang masalah besar.


Kelompok Ardhi mengangguk untuk memberikan persetujuan, Yumi dan Siesta juga tidak keberatan. Pada akhirnya mereka semua akan bergabung dalam pemburuan besar-besaran keesokan paginya.


Di mansion semua orang menjatuhkan dirinya di sofa, Yuki Onna kembali ke bentuk manusianya dan bersandar di bahu Ardhi.


"Bukannya Yuki terlalu manja denganmu nyan."


Latifa bersandar di sisi lain dan Risa duduk di pangkuannya dan nyaris membuat Ardhi sendiri tidak bisa bergerak.


Mery melepas helm besinya lalu berkata.


"Makhluk itu sangatlah kuat, apa kita bisa mengalahkannya?"


"Setahuku dia cukup kuat menahan serangan sihir nyan."


Sebagai makhluk bencana semuanya akan kuat. Sejauh ini belum ada yang tahu bagaimana cara mengalahkannya meski begitu mereka akan mencoba mencari tahu nanti.

__ADS_1


Sesuai rencana ketiga kelompok telah berkumpul di luar kota. Pertama kelompok Yumi, Siesta dan juga Ardhi. Jumlah mereka tidak terlalu banyak kendati demikian mereka akan berusaha sekuat mungkin.


Eve tidak memaksakan mereka bertarung jika hal buruk terjadi mereka bisa mundur.


Mereka mendiskusikan untuk siapa yang akan memimpin kelompok besar ini dan akhirnya sepakat untuk memilih Ardhi.


Pada akhirnya ia menjadi pilihan utama.


"Mohon bantuannya Ardhi."


"Aku juga."


Bagi Ardhi rasanya ia hanya menerima beban baginya, ia sudah mengingat masing-masing kekuatan mereka hanya sedikit rencana itu mungkin saja bisa mengalahkan makhluk bencana.


"Kalau begitu mari pergi."


Semua orang mengangguk setuju, mereka tiba di sebuah hutan luas yang hanya berjarak 5 km dari kota Georginia, itu sudah membuktikan bahwa Serpent sendiri mengincar penduduk di sana.


"Ardhi-chan apa menurutmu monster ini akan tetap menyerang kota Georginia meskipun terdapat penghalang yang melindunginya."


"Aku tidak ingin mengatakan bahwa pelindung itu lemah hanya saja masih banyak kekurangan."


"Kekurangan?"


"Sebelumnya kita masih bisa diserang ras iblis dan terlebih penghalang itu tidak bisa melindungi penduduk jika monster itu memutuskan lewat bawah tanah."

__ADS_1


"Ah begitu, Ardhi-chan memikirkan hal itu juga... memang benar itu sangat berbahaya."


Dalam hati Roy berterima kasih bahwa ada Ardhi di kelompok ini, jika itu Yumi dia hanya akan meminta semua orang bertarung tanpa memikirkan apapun.


__ADS_2