
Di tempat lain Yuki dan Marsya tengah berburu hewan liar, mereka akan mengadakan pesta untuk kebebasan Naya dan keduanya menjadi salah satu yang bertugas untuk mempersiapkan bahan makanan.
Yuki membekukan seluruh Wyvern dan selanjutnya Marsya menggunakan tangannya yang tajam untuk menghabisi semuanya.
"Itu sudah semuanya."
"Memangnya makhluk seperti ini rasanya akan enak?" pertanyaan itu berasal dari Yuki.
"Di wilayah Utara beberapa desa memburu hewan seperti ini."
"Aku meragukannya."
Yuki hanya mengatakan apa yang dia lihat sekarang, kulit Wyvern cukup keras serta berduri hanya sekilas dia tidak yakin seseorang mau memakannya.
"Mau coba? Jika satu aku pikir itu tidak masalah."
Karena penasaran Yuki mengiyakan, dia menyerahkan urusan pemotongan pada Marsya sementara dirinya membuat persiapan dengan api serta bumbu makanan.
"Heh, kamu bisa memasak Yuki."
"Cuma sedikit, aku akan menggunakan kertas alumunium untuk membungkusnya lalu menenggelamkannya ke dalam bara api."
"Aku baru melihat cara seperti ini, bukan berarti aku senang memperhatikan seseorang memasak juga."
Yuki melakukan seperti apa yang dia katakan, ia hanya mengambil daging secukupnya dan sisanya dimakan habis oleh Marsya.
Bagaimana dia memakannya membuat Yuki semakin penasaran.
Ketika itu matang ia mencium aromanya dulu sebelum menggigitnya.
"Hm, enak... rasanya seperti makanan restoran bintang lima."
__ADS_1
Marsya memakan bagiannya dan ia memasang wajah penuh syukur. Tanpa mengatakan apapun Yuki tahu bahwa ia sedang terus menerus memuji masakannya.
Saat siang hari mereka kembali ke wilayah pohon besar dan memberikan Wyvern tersebut untuk diolah tim memasak.
Kelompok lain juga mengikuti.
"Kalian membawa sesuatu yang aneh nyan."
"Kamu akan terkejut jika mencobanya nanti Nisa."
"Owh begitu."
"Lalu apa yang kamu bawa?" tanya Yuki.
"Aku membawa ini."
Yang dibawa Nisa hanyalah siput yang hidup bebas di dalam hutan, tak tanggung tanggung semuanya ada puluhan ember.
"Ardhi bilang bahwa ini rasanya enak jika dicampur dengan makanan laut yang lainnya."
"Aku ingin mencobanya nanti."
Dryad dari kejauhan bertepuk tangan sekali menatap dengan wajah berseri-seri.
"Aku tidak menyangka wilayah ini jadi seramai ini, kita punya banyak ras, tempat tinggal nyaman, makanan enak serta kemeriahan tidak ada akhirnya. Ini mengagumkan."
Risa di sebelahnya hanya mengangguk mengiyakan. Ketika malam tiba semua orang jatuh dalam pesta, Purin membawakan lagu-lagu miliknya yang energik dan ceria.
Sementara di sekelilingnya perwakilan dari setiap ras dan juga kerajaan turut menjadi penyanyi latar.
Untuk Naya sendiri ia lebih menyukai makan-makan bersama anak lainnya.
__ADS_1
"Mereka sangat baik melakukannya."
Ardhi melirik Latifa di sebelahnya yang terus bertepuk tangan ke panggung, ia merasa ingin terus seperti ini namun kedamaian hanya bisa diraih saat raja iblis berhasil dikalahkan.
"Aku akan melindungi semuanya," katanya pelan.
Beberapa hari berikutnya kelompok Ardhi ditambah naga bencana Marsya telah mengunjungi sebuah dungeon yang pernah dikunjungi mereka.
Dungeon ini merupakan dungeon dengan kesulitan tinggi yang membuat bahkan kelompok petualang tinggi kewalahan.
"Kalau begitu mari pergi."
"Sudah lama aku tidak merasakan sesuatu seperti ini nyan, jantungku berdebar-debar."
"Aku juga," tambah Mery sebelum akhirnya mengikuti Ardhi dari belakang bersama yang lainnya.
Di dalam guild yang ramai, Yuki tengah meminum minumannya.
"Eh, kelompok Ardhi pergi ke dungeon sana."
"Benar Yumi-chan, apa kita juga harus pergi ke sana juga?"
"Bagaimana menurutmu Tiffany?"
"Jika di sana ada musuh kuat aku tidak keberatan."
Adapun untuk Yugo, ia sudah tertidur.
Yumi hendak mengiyakan namun berhenti sebelum Eve memotong.
"Kalian tidak bisa pergi ke sana, aku punya misi berbeda untuk kalian."
__ADS_1
"Kelihatannya merepotkan," ucapnya demikian.