Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 38 : Bertemu Seekor Naga Bencana


__ADS_3

Memasuki hutan Ardhi telah dihadapkan dengan gerombolan serigala yang menunjukan taring padanya, masing-masing melompat yang dengan sekejap ia tebas tanpa ampun.


Melihat bahwa sosok yang mereka lawan merupakan sebuah ancaman, para serigala mulai melarikan.


Ini sudah lima hari perjalanan hanya dalam beberapa hari berikutnya paling tidak mereka bisa sampai ke wilayah kekaisaran. Ardhi dan Yuki beristirahat sebentar untuk menikmati makan siang mereka.


Terdengar rintihan suara seseorang jadi mereka mencari asalnya dan melihat bahwa seorang wanita tengah meringkuk kesakitan dengan luka di sekujur tubuhnya, ia mengenakan gaun hitam sesuai warna rambutnya serta memiliki tanduk dan ekor di belakangnya.


Sekilas mereka bisa tahu bahwa dia seekor naga.


"Sikat sekali, siapa kalian jangan bilang kalian pahlawan."


"Master memang pahlawan."


"Jangan bunuh aku, tolong ampuni aku.. bukan aku yang mengakibatkan monster bermunculan, bukan aku."


"Mungkin kau salah paham akan sesuatu."


"Salah paham?"


Perut wanita itu berbunyi yang menandakan dia sedang lapar.


"Maaf."


"Untuk sekarang makanlah dulu, kami punya banyak makanan."


"Aku berhutang nyawa padamu."

__ADS_1


Ardhi menjelaskan siapa dirinya termasuk wanita tersebut juga, dia bernama Marsya, seorang naga bencana.. karena Insiden di kekaisaran yang dipenuhi banyak monster dia entah kenapa malah disalahkan dan para pahlawan malah mengejarnya.


Tubuh terluka miliknya disebabkan oleh mereka.


"Hanya karena kau terlahir sebagai naga bencana mereka malah seenaknya, padahal naga juga punya hati."


Di masa lalu Marsya memang menghancurkan banyak wilayah namun semenjak di kalahkan pahlawan pertama dia sudah tidak melakukan tidakkan hal seperti itu.


"Kau kenal dengan pahala sebelumya?"


"Iya, aku ingat dia membawa istri-istrinya bersamanya."


"Kemana mereka pergi apa mereka bergabung dengan kekaisaran?"


"Tidak, aku yakin mereka pergi ke tempat lain, jika dari sini kau bisa menemukan pemukim tersembunyi di sana."


Jika tidak bergabung dengan kekaisaran lalu sebenarnya apa yang mereka inginkan?


"Mustahil, aku sedang di kejar pahlawan itu akan sulit melewatinya."


"Aku juga memiliki hal untuk dibereskan dengan pahlawan jadi aku akan mengalahkannya untukmu."


"Benarkah jika demikian aku akan tertolong, kalau bisa aku juga ingin membersihkan namaku juga."


"Kau bisa ikut dengan kami sementara waktu."


"Aku berterima kasih untuk itu."

__ADS_1


"Sepertinya naga ini makan sangat banyak, pasti merepotkan master," kata Yuki setelah kembali dalam bentuk pedangnya.


Marsya tampak panik.


"Ah, ah, begini saja aku yang akan memburu kalian yang mengolahnya."


"Itu bukan sebuah kesepakatan buruk."


Senang bahwa Yuki dan Marsya bisa akur, setelah mengisi perut mereka kembali melakukan perjalanan.


Orang yang sedang mengejar Marsya adalah seorang gadis bernama Ruti, ia memiliki kemampuan fisik yang luar biasa bahkan bisa menantang seekor naga dengan hanya tangan kosong. Selain sifatnya yang ceria dan sembrono ia juga mampu menggerakkan banyak pasukan di bawah tangannya.


Ardhi meminta semua orang bersembunyi saat beberapa prajurit berjalan di depannya.


"Bukannya kau akan mengalahkan pahlawannya, kenapa bersembunyi?"


"Sepertinya pahlawannya sudah pulang."


"Heh pulang?"


"Apa mungkin dia terlalu percaya diri karena sebelumnya membuat aku terluka parah."


"Bisa dibilang begitu."


"Yah memang benar aku tidak bisa melakukan apapun karena energiku belum pulih bahkan mencoba ke bentuk naga itu sulit."


"Karena tidak ada pahlawan mari kita lewati saja mereka."

__ADS_1


"Aku mengerti."


Ardhi sebisa mungkin untuk tidak melibatkan dirinya dalam pertarungan yang tidak terlalu penting.


__ADS_2